
Devan memicingkan matanya melihat Tiffany yang terlihat tidak semangat. Dia bertanya-tanya apa yang terjadi pada gadis itu. Tidak ingin rasa penasaran sampai membunuhnya. Devan buru-buru menghampirinya.
"Melamunkan apa?" tanya Devan penasaran. Dan kedatangannya sedikit mengejutkan Tiffany.
"Yakk!! Kalau mau datang harusnya bilang-bilang, bukannya diam-diam. Dasar manusia menyebalkan!!" alhasil, Devan pun terkena Omelan Tiffany. Dia benar-benar kesal pada pria itu.
"Hehehe... Maaf, habisnya aku penasaran kenapa kau melamun terus dari tadi," jawab Devan.
Tiffany menghela napas. "Hari ini Luna tidak masuk kuliah, dan aku sangat kesepian tanpa dia." Jawab Tiffany. Kemudian dia menjatuhkan kepalanya pada meja kantin dengan lemas. Dia benar-benar kesepian tanpa sahabatnya tersebut.
"Memangnya kenapa Luna tidak masuk?" tanya Devan penasaran.
Tiffany menggeleng. "Aku sendiri juga tidak tahu, dia hanya bilang tidak masuk karena kurang enak badan. kau tahu sendiri bukan, jika aku dan Luna bagaikan kancing dan baju, selalu bersama dan tidak bisa terpisahkan. Dan tanpa dia aku sangat mengenaskan." Ujar Tiffany.
__ADS_1
Devan mendengus dan menatap gadis itu dengan geli. Bisa-bisanya dia mengatakan kalimat menggelikan seperti itu. Tapi betul juga apa yang Tiffany katakan, Devan pun merasa sepi tanpa sahabatnya itu.
"Kalau begitu, nanti saat pulang kuliah kita jenguk dia." Tiffany mengangguk, mereka berdua kemudian beriringan meninggalkan kantin dan kembali ke kelas.
xxx
Jordan menatap satu persatu mahasiswa/mahasiswi yang mengikuti kelasnya. Rasanya sangat aneh saat tidak melihat sosok menyebalkan yang selama satu Minggu ini selalu membuat runyam hari-harinya. Satu Minggu mengajar, ini kedua kalinya Luna tidak mengikuti kelasnya, dan hal itu membuat Jordan merasakan ada yang kurang.
Membahas tentang Luna, tiba-tiba Jordan teringat padanya. Sedang apa Luna, apa yang dia lakukan sekarang? Dia kesepian atau tidak, mungkin dia harus mengiriminya pesan ketika kelas selesai.
"Tang Songsaenim, saya membawakan Anda makan siang, mohon diterima." Miss Lusi memberikan makan siang itu pada Jordan.
"Ini, saya juga membawakan kopi untuk Anda, jangan lupa diminum ya."
__ADS_1
Tak ingin kalah dari Miss Lusi dan Miss Elisa, Miss Selena menghampiri Jordan membawa buah-buahan segar untuknya seperti anggur dan jeruk. "Selain kopi dan makanan berat, serat juga penting. Ini, saya membawakan buah-buahan segar untuk Anda Tang Songsaenim." Ucap Miss Selena.
Melihat perhatian yang diberikan oleh para dosen-dosen cantik itu pada Jordan yang tampan dan rupawan, membuat dosen-dosen pria merasa iri padanya. Bagaimana tidak, idola mereka justru memberikan perhatian lebih pada pria lain.
"Dasar menyebalkan. Kenapa kampus kita harus kedatangan dosen tampan dan muda segala sih, membuat orang geram saja."
"Benar, dan mereka bertiga juga apa-apaan. Jelas-jelas kita lebih tampan, tapi kenapa malah memberi perhatian lebih padanya. Membuat iri saja."
"Kita demo saja supaya dia tidak caper lagi."
"Setuju!!!"
Jordan mendengus geli. Mendengar obrolan mereka bertiga membuatnya geli sendiri, bisa-bisanya mereka iri padanya , yang jelas-jelas tidak pernah menanggapi ketiga dosen cantik itu. Masa bodoh dengan mereka, Jordan melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
xxx
Bersambung