Istri Kedua CEO Lumpuh

Istri Kedua CEO Lumpuh
Hari Pernikahan


__ADS_3

Bagi sebagian orang, pernikahan adalah sesuatu yang sakral karena hanya dilakukan sekali seumur hidupnya. Tentu saja upacara yang satu ini harus dilakukan dengan mewah dan membuat kedua mempelai menjadi raja dan ratu sehari.


Gengsi sering kali menjadi alasan kenapa banyak orang yang menyelenggarakan pesta pernikahan secara besar-besaran.


Sayangnya pemikiran Jesslyn tidaklah sependek itu. Kenapa ia dan Luis harus bersenang-senang menghamburkan banyak uang hanya untuk pesta sehari, padahal uang yang digunakan bisa untuk menjalani kehidupan setelah pesta pernikahan.


Lagipula, makna pernikahan bukanlah saat pesta dilangsungkan melainkan setelah pesta usai dan sampai mereka berpisah. Jika banyak orang yang berpikiran jika pesta pernikahan adalah sesuatu yang hanya sekali seumur hidup dan spesial.


Jesslyn justru menilai pesta hanya sebagai gengsi, padahal yang sebenarnya tidak penting. Pesta pernikahan yang sederhana saja sudah cukup untuknya. Tidak banyak perempuan yang memiliki pola pikir seperti Jesslyn, karena ia memang sedikit berbeda dari wanita kebanyakan.


Jika biasanya wanita lain selalu memimpikan pernikahan mewah dimana ia akan menjadi ratu sehari semalam, Jesslyn justru menginginkan yang sederhana. Mengadakan Pesta besar-besaran, karena mereka ingin memamerkan pernikahan pada teman-temannya untuk membuat mereka iri.


Tapi di mata Jesslyn, yang seperti itu bukanlah makna pernikahan yang sebenarnya. Jesslyn justru iri melihat pasangan yang bahagia walau hidup mereka sangat sederhana ketimbang pasangan kaya raya yang seakan adalah orang asing karena sibuk dengan bisnis masing-masing.


Bahkan Jesslyn ingin menghabiskan masa tuanya bersama Luis kelak, betapa indahnya melihat orang tua yang masih mesra dengan pasangannya ketika ia melintasi taman kota setiap hari minggu.


Tentu saja Jesslyn sadar betul jika pernikahan itu tidak sehindah kelihatannya, pasti banyak pertengkaran dan masalah yang dilalui bersama.


Jika salah satu berubah menjadi arogan dan egois, tentu saja hubungan itu akan lebih sulit. Yang diperlukan dalam sebuah pernikahan adalah keterbukaan dan sikap saling jujur.


"Kau tampak sangat cantik putriku. Papa ingin sekali menangis, rasanya baru kemarin kau baru belajar berjalan, tapi hari ini kau malah menjadi seorang pengantin yang sangat cantik."


Jesslyn memeluk sang ayah dengan erat. "Pa, terimakasih karena sudah menjadi Ayah terhebat untukku. Tanpa Papa aku bukan apa-apa. Aku bahagia terlahir sebagai putri, Papa." Suaranya terdengar parau seperti menahan tangis.


"Papa juga bahagia dan bangga memiliki putri sepertimu. Kau adalah putri Papa yang paling hebat."


Meskipun tumbuh tanpa kasih sayang dari seorang Ibu. Tapi Jesslyn tumbuh menjadi wanita yang hebat dan mandiri, Tuan Eric mendidiknya dengan sangat baik, dia memberikan cinta dan kasih sayang yang sangat besar pada putri tunggalnya tersebut.


"Ayo, jangan sampai Luis menunggumu terlalu lama." Jesslyn mengangguk.


Saat ini, Jantungnya dalam keadaan tidak baik-baik saja. Jantung Jesslyn berdetak hebat seperti orang yang baru saja berlari maraton. Wanita itu menuruni tangga dan mendapati sang mempelai pria yang sudah menunggunya.

__ADS_1


Luis tampak begitu tampan dalam balutan setelan jas hitamnya. Disampingnya, putra mereka juga terlihat sangat tampan. Nathan memakai celana hitam, kemeja putih yang dibalut Vest V-Neck senada dengan warna celananya serta dasi kupu-kupu. Hidup Jesslyn terasa begitu sempurna.


Dan Ini bukan akhir dari perjalanan hidupnya, tapi awal. Karena perjalanan hidup yang sebenarnya baru saja dimulai. Statusnya sebentar lagi juga akan berubah, dan hal itu membuat dadanya berdebar hebat.


"Wow, lihatlah Dad, Mami terlihat sangat cantik." Nathan menunjuk sang ibu yang sedang menuruni tangga bersama kakeknya.


"Kalau tidak cantik, bagaimana Daddy-mu bisa kepincut," jawab Luis.


Senyum lebar dibibir Luis tak pudar sedikit pun saat melihat kedatangan Jesslyn. Dia terlihat begitu cantik dan anggun dalam balutan gaun pengantin putih itu. Meninggalkan putranya, Luis menghampiri Jesslyn lalu mengulurkan tangan padanya.


"Ayo," wanita itu mengangguk.


Semua terasa seperti mimpi. Rasanya Jesslyn masih tidak percaya jika akhirnya ia dan Luis bersatu dalam sebuah ikatan suci pernikahan. Hubungan yang dimulai dengan kebohongan, justru mendapatkan akhir yang bahagia. Meskipun duka sempat mewarnai perjalanan hidup mereka.


.


.


Tidak ada ribuan tamu undangan, tidak ada jamuan mewah, tidak ada iringan musik klasik. Hanya orang-orang terdekat mereka yang datang menyaksikan kebahagiaan kedua mempelai.


Meskipun hanya sebuah pernikahan sederhana, namun kebahagiaan terpancar jelas dari wajah mereka berdua. Bahkan Jesslyn sampai tidak kuasa menahan air mata harunya. Dia terlalu bahagia.


"Selamat untuk kalian berdua. Sekarang kalian telah resmi menjadi suami-istri. Luis, jaga putri Papa dengan baik. Dia adalah permata hati Papa dan satu-satunya harta paling berharga yang Papa miliki."


"Papa tenang saja, aku pasti akan selalu menjaga dan melindunginya. Karena Jesslyn dan Nathan adalah tanggung jawabku sekarang," tuan Eric mengangguk. Kemudian dia memeluk menantunya.


Kris menyeka air matanya. Dia ikut terharu dan bahagia, akhirnya Luis menemukan kebahagiaan yang sempurna dalam hidupnya. Sedangkan si kembar saling berpelukan dan menangis haru, sementara Tao malah membuat vlog yang kemudian dia unggah diakun media sosialnya.


"Mi, mulai sekarang jangan pernah menangis lagi. Sekarang Daddy sudah ada diantara kita, untuk itu kau harus bahagia." Jesslyn mengangguk sambil menyeka air matanya.


"Itu pasti, Sayang. Mami akan selalu bahagia mulai sekarang, karena Mami memiliki dua lelaki yang hebat. Kau dan Daddymu," kemudian Jesslyn memeluk putranya.

__ADS_1


Luis mengukir senyum tipis disudut bibirnya. Akhirnya dia menemukan kebahagiaan yang sempurna dalam hidupnya. Jesslyn dan Nathan, mereka adalah orang-orang terpenting dalam hidupnya. Yang harus dia jaga dan lindungi mulai dari sekarang.


"Bagaimana kalau kita berfoto? Tidak seru kalau kebahagiaan semacam ini tidak diabadikan," seru Tao sambil yang segera disetujui oleh kedua mempelai.


Meskipun mereka orang lain. Tapi Tao dan Kris merasa beruntung bisa berada ditengah-tengah kebahagiaan Luis dan Jesslyn, apalagi Luis sudah menganggap mereka sebagai keluarganya sendiri.


.


.


"Ahhh, lelahnya."


Jesslyn menjatuhkan tubuhnya yang terasa lelah pada tempat tidurnya. Ada yang berbeda dari kamar Jesslyn, kamar itu dihiasi bunga mawar dan kelopak-kelopak mawar berserakan di lantai serta membentuk love di tengah-tengah tempat tidurnya.


Ini adalah malam pengantinnya dengan Luis, jadi si kembar membuat kamar pengantin secantik dan semenarik mungkin. Bahkan mereka juga menyiapkan baju h*ram untuk Jesslyn.


"Kalau lelah tidurlah, aku mandi dulu." Ucap Luis seraya melepas jasnya.


"Kenapa buru-buru mandi, bukankah ada ritual khusus untuk pengantin baru? Meminum wine mungkin," Jesslyn menunjuk red wine yang ada di atas meja.


"Apa kau ingin kehilangan kesadaran lagi seperti malam itu?!"


Jesslyn mendengus. "Malam itu kita sedang sama-sama kacau jadi minum sampai mabuk. Sedikit minum untuk menghangatkan tubuh, aku rasa tidak masalah," ucap wanita itu.


"Hm, baiklah." Luis pun setuju.


Dia menghampiri Jesslyn dan menemaninya minum. Tapi kali ini tidak sampai mabuk seperti malam itu. Malam panjang yang akhirnya membuat Nathan terlahir ke dunia ini.


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2