Istri Kedua CEO Lumpuh

Istri Kedua CEO Lumpuh
Kebahagiaan Yang Sempurna


__ADS_3

Bagi Jesslyn, waktu berjalan begitu cepat. Rasanya baru kemarin dia dan Luis menikah. Tapi siapa yang menyangka jika saat ini usia pernikahan mereka sudah memasuki tahun ke-9 dan usia Nathan sekarang sudah 15 tahun.


Dia tumbuh menjadi anak yang tampan, cerdas dan selalu berprestasi di sekolahnya. Nathan mewarisi sifat ayahnya, yang dingin dan sedikit arogan.


Dan kehidupan Jesslyn semakin sempurna dengan hadirnya putri keduanya, yakni Lovely. Saat ini Lovely sudah berusia 7 tahun. Dia tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik dan menggemaskan. Berbeda dari Nathan, Lovely justru mewarisi sifat ibunya.


Di pagi yang cerah. Jesslyn menatap hamparan bunga mawar yang tumbuh subur di taman belakang Mansion mewah milik suaminya. Puluhan bahkan ratusan dengan warna-warna cantik itu selalu memanjakan matanya ketika pagi menyapa.


Berbagai jenis mawar tumbuh subur di taman milik Jesslyn. Sedikitnya ada 10 jenis mawar yang tumbuh di sana. Salah satunya adalah Juliet Rose, bunga mawar yang di kenal paling mahal di dunia, yang harganya mencapai 5 milyar won.


"Nyonya, ini gunting dan keranjang bunganya," Mia memberikan gunting bunga dan keranjang yang Jesslyn minta.


"Kenapa hanya satu, bukankah aku memintamu mengambil dua. Jika cuma satu gunting, jadinya aku sendiri yang memetik bunga-bunga ini!!"


"Maaf, saya pikir hanya satu gunting yang Nyonya minta. Kalau begitu saya yang membawakan keranjangnya saja, dan Nyonya yang memetik bunganya."


"Hm, boleh juga."


"Boleh aku bergabung?"


Perhatian Jesslyn dan Mia teralihkan oleh teguran seseorang. Keduanya menoleh, senyum di bibir Jesslyn langsung mengembang lebar setelah melihat siapa yang datang.


"Kak Sabet," Jesslyn menyerahkan gunting itu pada Mia lalu menghampiri Elisabet.


Sebuah kejutan besar untuk Jesslyn melihat kedatangan wanita itu. Sabet tidak hanya sendirian, dia datang bersama putrinya. Jesslyn dan Sabet kemudian berpelukan, ternyata Kris pergi selama beberapa hari untuk menjemput Elisabet di luar negeri.


"Dimana Laura?"


"Dia tidak ikut. Laura tidak bisa meninggalkan kuliahnya."


"Benarkah, sayang sekali. Oya, sepertinya kau dan Kris sangat cocok jika bersama. Kris sangat penyayang dan hangat orangnya. Pasti Laura sangat nyaman didekatnya."


"Jangan mengatakan omong kosong, lagipula aku belum memikirkan soal menikah lagi." Jawab Elisabet.


Jesslyn terkekeh. "Baiklah, baiklah, aku hanya bercanda. Kenapa Eonni sangat serius. Ayo masuk, kita ngobrol di dalam saja. Mia, tidak jadi memetik bunganya. Jadi simpan kembali keranjang dan guntingnya." Pinta Jesslyn pada pelayan pribadinya tersebut.


"Baik, Nyonya."


Jesslyn dan Sabet meninggalkan taman dan berjalan beriringan masuk ke dalam. Selama ini Elisabet tinggal di luar negeri. Dia hanya sesekali saja kembali ke Korea. Dan entah sejak kapan Sabet dan Kris menjadi sangat dekat. Bahkan putrinya bersama Frangky pun sangat menyukai Kris.


Dan Laura tidak pernah melarang ketika sang ibu dekat dengan tangan kanan pamannya. Sangat jelas sekali jika Laura memberikan lampu hijau pada hubungan mereka berdua.

__ADS_1


"Oya, Jess. Dimana Nathan dan Lovely?" Tanya Sabet karena tidak melihat batang hidung mereka berdua sejak ia tiba.


Jesslyn menghela napas. "Nathan pergi bermain basket dengan teman-temannya. Sedangkan Lovely pergi ke mall bersama Luis, gadis kecil itu terus saja merengek meminta dibelikan mainan. Dan Eonni tau sendiri bukan, betapa manjanya dia pada ayahnya." Ujarnya panjang lebar.


"Namanya juga anak perempuan, pasti lebih lengket pada ayahnya dibandingkan ibunya."


"Benar juga. Eonni aku kangen sama kue buatanmu. Bagaimana kalau kita membuat kue sambil menunggu anak-anak pulang?" Usul Jesslyn yang langsung disetujui oleh Elisabet.


"Sepertinya bukan ide yang buruk."


-


"Nathan, lempar bolanya kemari." Seru Arya.


Saat ini Nathan dan teman-temannya sedang bermain basket di belakang sekolah mereka. Kegiatan yang selalu mereka lakukan setiap hari Minggu.


Gerakan tangan Nathan terhenti. Dia mengurungkan niatnya untuk mengoper bola itu pada Arya saat melihat kedatangan tamu tak diundang. Arya, Sean dan Dio kemudian mendekati Nathan dan berdiri disamping pemuda itu.


"Mau apa lagi mereka kemari?" Tanya Sean, Nathan menggeleng


"Aku sendiri tidak tau, mungkin cari mati!!"


Seorang gadis berpenampilan sedikit tomboi menghampiri Nathan dan teman-temannya. Dia sangat cemas dan takut, takut jika Nathan cs akan kalah dari anak-anak itu.


"Nathan, sebaiknya jangan ladeni mereka. Mereka pasti cuma mau mempermalukan kalian saja."


"Marissa cantik, jangan cemas ya. Kami pasti bisa mengalahkan mereka kok,"


"Dasar tiang jelek, memangnya siapa yang bicara padamu. Jangan sok akrab deh,"


Arya menekuk wajahnya. Dia cemberut karena Marissa masih saja bersikap dingin dan acuh padanya. Padahal soal ketampanan dia tidak kalah dari Nathan, tapi kenapa semua gadis yang dia suka malah lebih memilih Nathan dibandingkan dirinya.


"Hei gadis, menyingkirkan dan jangan mengganggu!!"


Nathan mendekati Marissa lalu mendorong gadis itu untuk mundur. "Diam dan lihat saja, bagaimana kita berempat mengalahkan mereka." Nathan menatap gadis itu. Marissa mengangguk.


Melihat tatapan Nathan yang begitu meyakinkan membuat Marissa merasa yakin dan percaya jika keempat pemuda itu pasti bisa mengalahkan anak-anak sombong tersebut.


Dan pertandingan di mulai. Nathan sebagai pemimpin timnya. Sejauh ini permainan dikuasai oleh lawan. Dan melihat hal tersebut membuat Marissa merasa cemas dan takut. Bagaimana jika lawan mencetak lebih banyak poin dan mengalahkan tim Nathan.


Poin demi poin di dapatkan oleh tim lawan. Dan Nathan cs belum mendapatkan satu poin pun, tapi anehnya mereka terlihat tenang-tenang saja. Marissa sungguh tidak tau apa yang sebenarnya di rencanakan oleh mereka berempat.

__ADS_1


"Kau kalah, Nathan Qin."


"Jangan senang dulu, karena permainan yang sebenarnya baru saja dimulai!!" Jawab Nathan menyeringai.


Tim Nathan mulai serius. Mereka mulai menunjukkan skill permainannya. Semangat Marissa kembali dan gadis itu bersorak melihat Nathan cs mulai mengambil alih permainan.


Poin demi poin mereka peroleh. Yang awalnya tertinggal jauh sekarang justru melampaui jumlah poin lawan. Lawan benar-benar dibuat tak berkutik. "Nathan, ayo semangat!!" Seru Marissa.


"Marissa, tenang saja, kami pasti menang kok." Teriak Arya, tapi tak dihiraukan oleh gadis itu.


Marissa sudah menyukai Nathan sejak kecil. Asalan dia memutuskan untuk sekolah di kota adalah supaya dia bisa dekat dengan pemuda itu. Tapi sayangnya Nathan selalu bersikap dingin dan acuh padanya. Nathan tidak pernah melihat keberadaannya.


"Game poin, timku yang menang." Nathan menyeringai.


"Sesuai perjanjian. Yang kalah harus mencium kaki yang menang. Ini cium," Arya menjulurkan kakinya pada tim lawan diikuti Sean dan Dio. Hanya Nathan yang tidak melakukannya.


Pemuda itu pergi begitu saja. Baginya itu tidaklah penting, karena kalah menang sudah biasa dalam permainan.


-


Suasana di kediaman Qin malam ini agak berbeda dari malam-malam sebelumnya. Jika biasanya hanya ada dua perempuan cantik dimeja makan, tapi malam ini tidak. Bukan dua, tapi tiga. Dan kedatangan Elisabet disambut antusias oleh Lovely.


"Bibi, kau harus makan yang banyak. Jangan sampai kau pulang dalam keadaan kurus, bisa-bisa kakak Laura memarahi Mami karena dia pikir kau tidak diberi makan dengan baik."


"Tentu, Sayang. Bibi makan banyak kok, Lovely juga harus makan yang banyak supaya cepat tinggi seperti Kak Nathan."


Lovely mengangguk. "Um, lagian Lovely sudah bosan dipanggil pendek terus sama Kakak. Dan itu menyebalkan," ujar gadis kecil itu.


Nathan tidak memberikan tanggapan apa-apa dan hanya memutar matanya jengah. Menurutnya Lovely terlalu mencari perhatian dari orang lain.


Luis dan Jesslyn saling bertukar pandang. Mereka sama-sama menghela napas dan menggelengkan kepala melihat tingkah putri kecil mereka. Luis melihat sosok Jesslyn dalam diri putrinya. Lovely adalah Jesslyn versi mini.


Luis tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tersenyum. Melihat senyum dibibir istri dan anak-anaknya membuat hati Luis menghangat. Dan kehadiran mereka menyempurnakan hidupnya.


-


Bersambung.


Hello riders, sebelumnya Author mau minta maaf karena ceritanya dipercepat lagi sampai 9 tahun kemudian. Author juga gak masukin pas Jesslyn lagi hamil Lovely ke dalam cerita.


Author berburu sama waktu, takutnya keduluan Melahirkan sebelum ceritanya tamat 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2