Istri Kedua CEO Lumpuh

Istri Kedua CEO Lumpuh
Putri Kandung Elisa


__ADS_3

"Elisabet, Mama mohon pikirkan lagi. Kau dan Frangky sudah bersama hampir 10 tahun. Dia memang salah, tapi Mama rasa dia hanya Khilaf saja. Sabet, kau tau sendiri bukan, selama kau menjadi istri Frangky. Mama selalu baik padamu. Sayang, bukan untuk Frangky tapi untuk Mama dan putra kalian,"


Elisa tidak rela jika dia harus kehilangan menantu seperti Elisabet.


Meskipun dia adalah seorang wanita yang licik dan jahat, tapi Elisa sangat menyayangi menantunya itu dengan setulus hati. Elisabet adalah satu-satunya wanita yang cocok untuk Frangky, begitulah menurut Elisa.


"Maafkan Sabet, Ma. Sabet tidak bisa, Frank sudah mengecewakanku dan membuatku sakit hati. Aku tidak bisa memaafkannya."


Elisa menggeleng. Dia memeluk Sabet sambil menangis. "Sabet, bagaimana mungkin Mama bisa melepaskanmu, Nak. Karena hanya ini satu-satunya cara agar Mama bisa selalu dekat denganmu," ujar Elisa membatin.


Ada rahasia dibalik rahasia yang tidak diketahui oleh siapapun termasuk Bram dan seluruh keluarga Qin.


30 tahun yang lalu, Elisa melahirkan seorang bayi perempuan, karena tidak ingin diusir dari keluarga Qin, Elisa memutuskan untuk menukar bayi itu dengan bayi lain, meskipun hatinya hancur.


Dan bayi yang Elisa lahirkan itu adalah Elisabet. Pernikahan Elisabet dan Frangky juga ada campur tangan Elisa.


Elisa yang telah kehilangan putrinya selama 20 tahun akhirnya berhasil menemukannya, agar dia bisa dekat dengan putri kandungnya, maka Elisa membuat skenario panjang yang membuat Sabet dan Frangky akhirnya menikah.


"Sabet, Mama mohon."


"Sabet tidak bisa, Ma. Luka ini sudah terlalu dalam dan Sabet sudah tidak bisa memaafkan Frangky lagi. Meskipun kami berpisah, tapi Mama bisa menemuiku dan Carl kapan pun juga. Maafkan Sabet, Ma. Sabet harus pergi,"


"Sabet, jangan tinggalkan Mama!!"


"Elisa, kau ini apa-apaan. Biarkan saja dia pergi, toh dia dan Frangky sudah bercerai."


Elisa mendorong Bram dan menatapnya tajam. "Diam!! Kau itu tidak tau apa-apa. Sebaiknya jangan ikut campur. Aku akan membunuh Frangky, karena kebodohannya dia membuatku kehilangan Elisabet!!"


"Elisa, tunggu!! Kau jangan berbuat gila!!"


-


-

__ADS_1


Pernikahan adalah suatu ikatan yang mengikat perempuan dan laki-laki untuk hidup bersama, saling menyayangi, menjalin kepercayaan dan tak terpisahkan. Maka dari itu hanya ada satu hal nyata yang mengikat itu semua, yakni Cinta.


Namun tidak bagi Luis Qin dan Asteria Jesslyn, mereka menikah bukan karena Cinta tapi karena mempunyai alasan masing-masing. Semua itu bermula ketika Luis ingin membalas perbuatan sang istri yang mengkhianatinya lebih dulu.


Jesslyn menghampiri Luis yang sedang sibuk dengan laptopnya. Tanpa di beritahu pun, tentu saja Jesslyn tau apa yang sedang dilakukan oleh pria bermarga Qin tersebut. Luis sedang menggarap proyek barunya.


Tidak seperti kebanyakan CEO pada umumnya, Luis tidak harus datang ke kantor untuk bekerja full dari hari Senin sampai Sabtu. Cukup sesekali saja dan dia bisa menyelesaikan pekerjaannya di rumah.


Hanya ketika ada pertemuan penting dengan para koleganya, atau rapat dengan para kepala divisi, dia baru datang ke kantor.


Jesslyn meletakkan kopi yang baru dia sedu di atas meja samping laptop Luis. "Aku membuatkan kopi untukmu, minumlah dulu selagi masih panas." Pinta Jesslyn.


"Apa kau sibuk?" Jesslyn menggeleng. "Kalau begitu tetaplah disini dan temani aku."


Jesslyn tidak memberikan jawaban apapun, dia hanya menganggukkan kepala kemudian duduk disamping Luis yang sedang bekerja. Jesslyn memperhatikan apa yang sedang Luis lakukan, sedikit banyak dia mengerti. Karena Jesslyn pernah mengambil jurusan yang sama dengan Luis meskipun tidak sampai selesai.


"Apa ini untuk proyek barumu?"


"Hm," Luis mengangguk. "Dan jika proyek ini berhasil, sudah bisa dipastikan perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar."


.


.


Luis baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Lalu pandangannya bergulir pada Jesslyn yang sedang tertidur pulas di sofa. Sudut bibirnya tertarik ke atas. Luis bangkit dari kursinya dan berjalan menghadapi gadis itu. Melihat Jesslyn yang begitu pulas membuat Luis tidak tega untuk membangunkannya.


Dengan gerakan pelan, Luis mengangkat tubuh Jesslyn bridal style dan membawanya ke kamar. Pasti tidak nyaman tidur di sofa, punggung Jesslyn bisa sakit jika dibiarkan terlalu lama.


Luis meninggalkan Jesslyn yang sedang tertidur pulas. Pria itu masuk ke dalam kamar mandi, sekujur tubuhnya terasa lengket dan itu membuatnya tidak nyaman.


Sementara itu...


Kelopak mata Jesslyn perlahan-lahan terbuka. Gadis itu menyapukan pandangannya, ini bukan ruang kerja Luis, batinnya. Dia bertanya-tanya siapa yang memindahkannya ke kamar. Apakah Luis? Rasanya tidak mungkin, tapi kemana perginya laki-laki itu?

__ADS_1


Sampai Jesslyn mendengar suara gemercik dari kamar mandi. Dan gadis itu Bernai bersumpah jika suami kontraknya itu sedang berada di dalam sana.


Selang beberapa saat Luis keluar dari dalam sana hanya berbalut handuk yang melingkari pinggulnya dan bert*lanjang dada. Kedua mata Jesslyn membelalak, buru-buru Jesslyn berbalik dan memunggungi Luis.


Luis mendengus geli melihat perubahan ekspresi Jesslyn tadi. Dia mengambil sebuah singlet abu-abu, rompi putih dan jeans panjang lalu memakainya. "Aku sudah memakai bajuku," ucap Luis.


Kemudian Jesslyn berbalik badan, Luis berdiri memunggunginya. Dia sedang menyisir rambutnya di depan cermin. "Bersiap-siaplah, kita makan malam di luar saja." Kemudian Luis berbalik dan menatap Jesslyn yang juga menatapnya.


"Aku sedang malas pergi kemana pun. Aku makan malam di rumah saja, jika kau ingin makan malam di luar, kau pergi saja. Aku tidak ikut,"


"Aku akan memberimu waktu 20 menit untuk bersiap. Aku tunggu dibawah!!"


Jesslyn mendengus berat. Lagi-lagi Luis memaksakan kehendaknya. Kenapa suaminya itu selalu bersikap seenak jidat tanpa meminta persetujuan darinya?! Jesslyn berjalan ke kamar mandi sambil berkomat-kamit tidak jelas. Suami kontraknya itu benar-benar membuatnya kesal setengah mati.


"Dasar Luis Qin menyebalkan!!"


-


-


"Pergi dari rumah sakit ini!!"


Anna di keluarkan dari rumah sakit secara tidak hormat karena tidak bisa membayar sisa biaya rumah sakitnya. Luis membekukan semua kartu miliknya, sehingga dia tidak memiliki uang sepeser pun.


Jangankan untuk membayar sisa tagihan rumah sakit. Untuk naik taksi saja dia tidak memiliki uang. Anna sangat marah pada suaminya itu. Ralat... Tapi mantan suaminya.


Anna tidak menduga jika Luis akan bertindak sampai sejauh ini, apakah dia telah kehilangan segalanya? Apakah dia benar-benar sudah jatuh miskin sekarang. Menurut Anna Luis sangatlah keterlaluan, bagaimana bisa dia tidak memberinya uang sama sekali.


Seharusnya Anna mendapatkan royalti dari perceraian mereka. Tapi dia malah tidak mendapatkan apa-apa. Dan tentu saja Anna tidak bisa menerimanya, dia akan menemui Luis untuk mendapatkan haknya.


"Luis Qin, kau benar-benar iblis!!"


-

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2