
Pagi ini menjadi pagi yang sangat spesial bagi Luna. Saat dia membuka mata, sudah ada sosok tampan yang duduk disampingnya sambil tersenyum manis, bahkan sosok tampan itu juga menyiapkan air hangat untuk dirinya mandi, dan juga sarapan lezat.
Luna benar-benar tidak pernah membayangkan jika ia dan Jordan akan saling jatuh cinta, kemudian memutuskan untuk bersama sebagai kekasih. Bisa dibilang proses diantara mereka begitu singkat, bahkan kurang dari satu bulan.
"Jangan senyum-senyum terus, cepat habiskan sarapan mu. Kita bisa terlambat ke kampus," Jordan menegur Luna yang terus-terusan tersenyum sendiri, entah apa yang sedang dia bayangkan sampai-sampai Luna terlihat seperti orang bodoh.
Gadis itu segera tersadar. Dia menganggukkan kepala. Selanjutnya kebersamaan mereka berdua diwarnai keheningan, tidak ada obrolan di antara mereka berdua, keduanya sama-sama menikmati sarapannya dengan tenang.
Hari ini Luna dan Jordan berangkat ke kampus dengan status yang berbeda. Sama seperti Luna, rasanya Jordan juga tidak percaya, jika ia dan gadis itu akhirnya akan sama-sama jatuh cinta dan memutuskan untuk bersama.
"Oya, Ge. Menurutmu sebagainya kita sembunyikan hubungan ini, atau terang-terangan menunjukkannya di depan umum? Kalau menurut aku pribadi, sebaiknya kita sembunyikan saja dan biarkan orang lain tidak tahu tentang hubungan ini. Bukan aku tidak mau mengakui mu sebagai kekasihku di depan semua orang, tapi aku rasa untuk saat ini memang inilah yang terbaik untuk kita berdua." Ujar Luna.
__ADS_1
Jordan mengangguk. "Aku sependapat denganmu, untuk sementara sebaiknya kita rahasiakan hubungan kita. Karena dengan begitu aku bisa melindungi mu dari balik layar. Jika kita terang-terangan mengungkap hubungan ini, pasti akan menghebohkan seisi kampus, dan aku khawatir Selena akan mencelakai mu, mengingat dia sangat terobsesi padaku." Tutur Jordan.
Akhirnya mereka berdua pub memutuskan untuk menyembunyikan hubungannya, dan hal itu semata-mata mereka lakukan untuk kebaikan bersama. Karena lebih baik semua orang tidak tahu tentang hubungan mereka untuk sementara waktu.
"Ge, aku sudah selesai. Kau tunggu di depan, aku bereskan dulu mejanya." Luna hendak membereskan meja, namun ditahan oleh Jordan.
Jordan menggeleng. "Tidak perlu. Biar aku saja, sebaiknya pergi ke kamarmu dan segera bersiap-siap." Pinta pria itu dan dibalas anggukan oleh Luna.
Selain ibu, ayak, kakak dan kakar iparnya. Belum sekalipun dia diperlakukan secara istimewa oleh orang lain. Dan bahagia Luna memiliki Jordan.
xxx
__ADS_1
"Apa yang sedang kau lamun kan?" Luis menghampiri Jesslyn yang sedari tadi terus melamun. Luis tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh sang istri.
Jesslyn menoleh dan menghela napas. "Luna, kira-kira dia dan Jordan bisa dekat tidak ya? Aku cemas jika rencana kita untuk menyatukan mereka malah sia-sia. Lu, menurutmu bagaimana?"
Luis menarik Jesslyn ke pelukannya dan memeluk wanitanya itu dengan penuh kehangatan. "Pasti berhasil, percaya padaku. Daripada kau terus merisaukan hubungan mereka berdua. Lebih baik kita pergi jalan-jalan. Bukankah kau ingin berburu barang-barang branded dan berharga murah. Ayo, aku bawa kau pergi berbelanja." Luis melepaskan pelukannya dan mengajak Jesslyn untuk pergi berbelanja.
Mendengar kata berbelanja membuat Jesslyn menjadi begitu bersemangat. Mereka berdua pun pergi menuju pusat perbelanjaan untuk berburu barang-barang branded dengan harga yang terjangkau.
xxx
Bersambung
__ADS_1