Istri Kedua CEO Lumpuh

Istri Kedua CEO Lumpuh
Rencana Pernikahan


__ADS_3

Dua orang pemuda dan dua laki-laki awal tiga puluh tahunan terlihat meninggalkan bandara sambil menyeret sebuah koper ditangan masing-masing. Siapa lagi mereka jika bukan si kembar Rio dan Marcell serta Kris dan Tao. Luis menelfon mereka semalam dan meminta keempatnya untuk datang ke London.


Mereka dijemput oleh sebuah mobil mewah. Bagi Kris ini adalah perjalanan pertamanya ke luar negeri. Dia mabuk udara dan phobia ketinggian yang membuatnya tidak pernah mau ketika Luis mengajaknya naik pesawat.


Tak kehabisan akal agar Kris bisa ikut. Tao dan si kembar bekerja sama membuat dia tak sadarkan diri sepanjang perjalanan.


Kris dibuat tertidur selama 12 jam lebih, dan itulah yang membuatnya terlihat baik-baik saja meskipun sempat syok ketika membuka mata dan mendapati dirinya berada di negeri orang.


Tak jauh berbeda dengan keadaan di Korea. Di London juga banyak bangunan-bangunan tinggi pencakar langit. Dan karena ini pertama kalinya, tentu Kris sangat terpukau dengan suasana di negeri asing.


"Huaaa.... Jadi ini London. Ternyata lebih mengagumkan dari apa yang sering aku lihat di televisi dan majalah. Ini sungguh luar biasa."


"Astaga, dimana kewibawaanmu Paman, kenapa dalam sekejap mata kau berubah jadi orang yang norak?!" Rio memberikan komentar pedasnya.


"Jangan berlebihan, dia baru pertama keluar negeri jadi wajarlah." Sahut Tao menimpali.


"Ngomong-ngomong untuk apa Paman Luis meminta kita berempat datang kemari, sepertinya sangat penting?" Marcell menatap ketiganya bergantian. Dan mereka bertiga dengan kompak mengangkat bahunya seraya menggelengkan kepala.


"Kita juga tidak tau," jawab ketiganya serempak.


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 45 menit. Mereka tiba disebuah rumah minimalis yang memiliki dua lantai.


Dari dalam mobil, mereka melihat Luis yang sedang berbincang dengan seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun. Mereka terlihat akrab dan anehnya wajah bocah itu sangat mirip dengan Luis.


Mereka pun segera turun dan menghampiri keduanya. Si kembar langsung berteriak heboh. "Paman, kami datang!!" Serunya bersamaan.


Nathan memicingkan matanya melihat wajah-wajah asing di depannya itu. "Dad, siapa mereka? Kenapa mereka sangat liar mirip Tarzan di hutan?" Tanya Nathan sambil menunjuk Rio dan Marcell.


"Mereka adalah kakakmu, namanya Marcell dan Rio. Sedangkan mereka berdua adalah tangan kanan dan kiri Daddy, Paman Kris dan Tao. Daddy yang meminta mereka untuk datang." Jelas Luis.


"Daddy?!" Si kembar membulatkan matanya dan memekik bersamaan.


Sepertinya Luis harus memberikan penjelasan pada mereka berempat tentang siapa Nathan sebenarnya. Dan sementara itu, mendengar ada suara ribut-ribut di luar, Jesslyn pun meninggalkan pekerjaannya dan keluar untuk melihat apa yang terjadi.


Dan kemunculan wanita itu semakin mengejutkan si kembar. "Bibi Jesslyn," dan lagi-lagi mereka berdua berteriak heboh.

__ADS_1


"Sebaiknya masuk dulu. Kita bicara di dalam saja." Luis bangkit dari kursinya lalu melenggang masuk ke dalam. Diikuti Jesslyn, Nathan dan yang lain.


.


.


"Nathan, dia adalah putraku dengan Jesslyn, aku baru mengetahuinya kemarin malam. Rencananya aku dan Jesslyn akan menikah akhir Minggu ini, makanya aku meminta kalian berempat untuk datang. Karena Jesslyn ingin agar keluarga dan orang terdekat saja yang hadir."


Akhirnya Luis pun memberitahu mereka berempat jika Nathan adalah putranya dan Jesslyn. Dan alasan dia memanggil mereka untuk datang ke London, supaya mereka bisa menghadiri pernikahannya dengan Jesslyn.


Si kembar berusaha mencerna apa yang Luis katakan. Anak, menikah, dan kedua mata mereka membelalak sempurna. "Apa?! Jadi sebenarnya kalian sudah memiliki anak dan Paman baru mengetahuinya?!" Keduanya memekik bersamaan.


Luis mengangguk. Dia sudah menduga dengan respon mereka berdua. "Semua sudah jelas kan, jadi aku tidak perlu menjelaskan apapun lagi. Nathan, ayo kita keluar. Temani Daddy jalan-jalan." Seru Luis, Nathan mengangguk. Kemudian bocah itu menyusul sang ayah yang berjalan lebih dulu.


Mereka pergi tanpa Jesslyn, karena dia harus menyiapkan makan malam untuk semua orang. Tidak ada pembantu di rumah ini, jadi semuanya dia sendiri yang mengerjakannya. Termasuk memasak dan membereskan rumah.


"Aku sudah menyiapkan kamar untuk kalian berempat. Karena hanya tersisa dua kamar saja, jadi kalian harus berbagi. Kalian istirahatlah, aku akan menyiapkan makan malam." Ucap Jesslyn dan pergi begitu saja.


"Nyonya Bos, aku ikut. Sudah lama kita tidak memasak bersama," seru Tao dan bergegas mengejar Jesslyn yang berjalan ke dapur.


Kris dan si kembar pergi ke kamar yang sudah Jesslyn siapkan. Si kembar langsung berbaring sementara Kris pergi mandi, dia merasa kurang nyaman karena selama 12 jam lebih tubuhnya tak tersentuh air sama sekali.


Dan sementara itu...


Suara mencekam terjadi di dapur. Bagaimana tidak, terjadi adu mulut antara Jesslyn dan Tao, apalagi perkaranya jika bukan mentimun. Tau kelemahan Jesslyn, jadi Tao sengaja mengganggunya dengan mentimun.


"Tao, letakkan mentimun itu atau ku bunuh kau!!" Ancam Jesslyn sambil mengacungkan pisau ditangannya pada pria bermata panda tersebut.


"Aishh, Nyonya Bos, ini sudah 7 tahun dan kau masih membenci yang namanya mentimun?! Apa kau bercanda, mentimun ini adalah sayuran paling enak dan segar. Apalagi yang ukurannya besar, uhh.. sangat nikmat ketika dimasukkan ke dalam mulut," ujarnya.


"Dasar gila!! Jelas-jelas itu sangat menjijikkan, sudah pergi sana, mengganggu saja!!" Dan akhirnya Jesslyn mengusir Tao karena keberadaannya hanya membuatnya naik darah.


-


-

__ADS_1


Luis menghentikan mobilnya di sebuah pusat perbelanjaan. Dia berencana membelikan barang apapun yang putranya inginkan, bahkan jika Nathan menginginkan pusat perbelanjaan itu, Luis akan mengabulkannya.


"Untuk apa kita kesini? Apa kau ingin membeli sesuatu?" Nathan mengangkat wajahnya dan menatap Luis yang berjalan disampingnya.


"Hn,"


"Tapi aku tidak menginginkan apapun. Aku sudah punya banyak pakaian dan sepatu," ucapnya. Ternyata Nathan bisa mengerti arti kata 'Hn' yang diucapkan oleh sang ayah.


"Tidak apa-apa. Sejak kecil Daddy belum memberikan apapun untukmu, jadi hari ini kau boleh mengambil barang apapun yang kau inginkan, dan Daddy akan membelikannya untukmu." Jelas Luis.


"Kalau begitu belikan laptop terbaru untukku, aku cuma butuh itu."


Luis mengangguk. "Baiklah, kau boleh memilih laptop mana pun yang kau mau."


Bukan hanya untuk Nathan. Luis juga berencana membeli cincin untuk menikahi Jesslyn secara resmi. Pernikahan mereka akan diadakan di London seperti permintaan Tuan Eric.


Langkah Nathan terhenti saat tanpa sengaja melihat beberapa teman sekolahnya, mereka anak-anak yang suka mengganggunya dan sering menyebutnya anak h*ram karena tidak memiliki ayah. Tapi juga ibu-ibu mereka yang suka menghina dan merendahkan Jesslyn karena memiliki anak tanpa suami.


"Ada apa?" Tanya Luis, dia ikut berhenti.


"Mereka adalah anak-anak yang sering mengataiku anak h*ram, ibu-ibu mereka juga sering merendahkan mami karena memiliki anak tanpa suami."


Hati Luis mencelos mendengar apa yang Nathan katakan. Begitu berat hidup yang mereka jalani selama ini, dan Luis akan menebusnya dengan membahagiakan mereka berdua.


"Perlu Daddy memberi pelajaran pada mereka?" Tanya Luis.


Nathan menggeleng. "Tidak perlu, itu hanya perbuatan seorang pengecut. Ayo, kita harus cepat. Jangan sampai mami menunggu kita terlalu lama." Luis mengangguk. Dia sangat bangga memiliki anak seperti Nathan.


"Baiklah, Nak."


-


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2