Istri Kedua CEO Lumpuh

Istri Kedua CEO Lumpuh
Transient Global Amnesia


__ADS_3

Luis menghampiri Jordan. Dia duduk di samping menantunya tersebut, Jordan tampak hancur dengan keadaan Luna saat ini dan Luis bisa memahami perasaannya. "Ini semua salahku, Pa. Jika saja aku bisa lebih menjaganya, tragedi ini tidak mungkin terjadi." Ucap Jordan sambil menundukkan kepala.


"Itu bukan salahmu, Nak. Yang menimpa Luna adalah kecelakaan dan tidak ada yang patut untuk disalahkan. Jadi jangan menyalahkan dirimu lagi," pinta Luis.


"Tapi Luna sangat menantikannya, Pa. Bahkan dia sudah tidak sabar menunggu anak itu lahir, dan aku tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya dia saat mengetahui janin di dalam perutnya sudah tidak ada." Tutur Jordan panjang lebar.


Jesslyn menangis mendengar apa yang Jordan katakan. Dia hanya berdoa semoga Luna bisa menerima semuanya, dan hanya doa terbaik yang bisa Jesslyn panjatkan untuk putrinya.


"Seharusnya kau juga di rawat, Jordan. Keadaanmu bisa dibilang cukup parah. Luna, biar kami berdua yang menjaganya. Kau pergilah istirahat, jangan sampai kau tumbang karena kelelahan." Ucap Jesslyn menasehati.


"Benar apa yang Bibi Jesslyn katakan, Jordan. Kau harus istirahat, aku akan menemanimu kembali ke kamarmu." Sahut David menambahkan.


Jordan mengangguk. Kali ini tidak ada penolakan. Kebetulan kepalanya agak sedikit pusing dan dia memang harus istirahat. Lagipula banyak yang menjaga Luna, jadi apa yang perlu dicemaskan?


Xxx


Luna membuka matanya dan hal pertama yang dia lihat adalah wajah sembab ibunya karena terlalu lama menangis.


Selain sang ibu, ada ayahnya, Kakek Tang Yuan dan juga ayah mertuanya. Luna memicingkan matanya melihat dua orang asing berdiri bersebelahan dengan ayahnya, dan hal tersebut membuatnya kebingungan dan bertanya-tanya.


Melihat Luna yang telah siuman membuat semua orang di ruangan itu merasa lega, Jesslyn terutama. Membuat rasa cemas dan khawatir yang sebelumnya menghimpit dadanya hilang begitu saja.


"Luna, akhirnya kau bangun juga, Sayang. Apa kau tau bagaimana cemasnya kami semua karena kau tidur terlalu lama." Ucap wanita itu sambil menyeka air matanya.

__ADS_1


"Ma, ini dimana?" tanya Luna kebingungan.


"Kau ada di rumah sakit. Kau dan Jordan mengalami kecelakaan lalu lintas, untungnya kalian berdua tidak apa-apa. Dan suamiku ada di ruangan sebelah." Jawab Luis.


Luna memicingkan matanya. "Suami? Memangnya kapan aku dan dia menikah? Bahkan kami baru saja memulai hubungan sekitar satu Minggu yang lalu." Ucap Luna dan membuat semua orang di ruangan itu terkejut mendengarnya.


Pantas saja Luna tidak mengenali Kakek Tang Yuan dan ayah mertuanya sendiri, karena dia kehilangan sebagian memorinya akibat kecelakaan tersebut.


"Luna, kau~" Luis menahan pergelangan tangan Jesslyn, ketika wanita itu menoleh, terlihat Luis menggeleng padanya. Memberi kode supaya Jesslyn tidak bicara apa-apa.


"Titip Luna sebentar. Aku dan Jesslyn akan menemui dokter untuk menanyakan masalah ini." Ucap Luis dan dibalas anggukan oleh Kakek Tang dan Tang Shin, ayah Jordan.


"Kalian tenang saja, kami pasti akan menjaganya dengan baik." Ucap Shin sambil menepuk bahu Luis.


.


.


"Transient Global Amnesia?" ucap Jesslyn dan Luis hampir bersamaan.


Dokter paruh baya itu menganggukkan kepalanya."Ya, putri kalian mengalami Transient Global Amnesia. Pengidap amnesia jenis ini biasanya akan mengalami hilang ingatan pada kejadian tertentu secara total, walaupun kejadian tersebut baru saja dialaminya. Seperti yang terjadi pada putri kalian." Ujar Dokter itu menjelaskan.


"Jadi itu sebabnya Luna tidak mengingat jika dia telah menikah dan memiliki suami?" tanya Jesslyn memastikan.

__ADS_1


Dokter Kang mengangguk. "Ya. Dan yang perlu kalian lakukan adalah memberitahunya secara pelan-pelan. Tapi ada baiknya juga, dengan begitu dia tidak akan merasa depresi karena kehilangan janin di dalam perutnya. Karena kebanyakan wanita akan mengalami depresi pasca keguguran." Terang Dokter Kang.


Luis menghela napas. "Ya, memang sebaiknya dia tidak mengingat apapun tentang kehamilannya. Kalau begitu kami permisi dulu," Luis dan Jesslyn bangkit dari kursinya lalu melenggang pergi meninggalkan ruangan dokter Kang.


Sebelum kembali ke ruang inap Luna. Jesslyn dan Luis lebih dulu pergi ke ruangan Jordan untuk memberitahunya tentang kondisi Luna. Bagaimanapun juga Jordan harus tahu karena dia adalah suaminya.


.


.


"Apa, Luna mengalami Transient Global Amnesia?" kaget Jordan yang kemudian dibalas anggukan oleh Jesslyn dan Luis.


"Ya, dia tidak ingat sama sekali jika kalian berdua sudah menikah dan juga tentang kehamilannya. Meskipun ini menyedihkan, tapi ada baiknya juga dengan begitu Luna tidak perlu merasakan kesedihan yang mendalam akibat kehilangan janinnya. Dan selain itu, dia tidak melupakanmu, Luna hanya tidak ingat jika kalian berdua sudah menikah." Tutur Luis panjang lebar.


Jesslyn mengusap punggung Jordan sambil tersenyum tipis. "Setidaknya dia masih mengingat tentang dirimu, itu sudah cukup." Ucapnya dengan senyum yang sama. Jordan menutup matanya dan menghela napas.


"Ya, begini juga jauh lebih baik. Aku ingin bertemu dengannya."


Jesslyn dan Luis mengangguk. "Tentu Nak, dia memang sedang mencari mu." jawab wanita itu tanpa melunturkan senyum lembut dari bibir merahnya.


Tentu saja Jordan sedih dengan keadaan Luna saat ini. Dia mengalami Amnesia Transient Global Amnesia, yang membuatnya kehilangan ingatannya pada kejadian tertentu. Namun ada baiknya juga dengan begitu Luna tidak perlu merasa bersedih karena harus kehilangan janinnya.


xxx

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2