Istri Kedua CEO Lumpuh

Istri Kedua CEO Lumpuh
Membuatku Menggila


__ADS_3

Kabar tentang kepulangan Luis hari ini telah sampai ke telinga orang-orang yang tinggal di Mansion mewah keluarga Qin, termasuk wanita berambut hitam pendek itu.


Disaat semua pelayan sibuk dengan pekerjaannya, tapi tidak dengan wanita satu ini. Amanda justru sibuk mempercantik dirinya, dia ingin terlihat cantik di depan majikannya ketika Luis tiba nanti.


Amanda sendiri adalah seorang perawat yang Luis pekerjakan untuk merawat Bram. Diam-diam Amanda menyimpan perasaan suka pada Luis, dan dia selalu mati-matian berusaha menarik perhatian laki-laki itu meskipun usahanya tidak pernah membuahkan hasil.


Beberapa pelayan menatap sinis pada wanita itu, mereka sangat tidak suka pada Amanda yang selalu cari muka dan perhatian di depan Luis. Tapi endingnya selalu tidak mengenakkan, karena sang majikan selalu menolaknya.


"Mau dandan secantik apapun kau, Tuan juga tidak akan pernah melirikmu. Makanya jadi orang sadar diri dong, dan ngaca sana!!"


"Idih, siapa kau, syirik aja. Terserah akulah mau dandan bagaimana pun juga, kalau iri bilang saja!!" Ucap Amanda dan pergi begitu saja.


Suara pesawat yang mengudara diatas mansion mewah itu membuat senyum dibibir Amanda mengembang lebar. Wanita itu begitu kegirangan mengetahui jika Luis telah sampai. Dengan cepat dia pergi untuk menyambut sang majikan yang merangkap sebagai pujaan hatinya tersebut.


Kedua mata Amanda memicing melihat tiga orang asing yang ikut datang, seorang wanita cantik berambut panjang, pria paruh baya dan anak laki-laki berusia 6 tahun.


Wanita itu berjalan beriringan dengan Luis, mereka juga terlihat sangat dekat dan akrab.


"NYONYA!!"


Sontak Amanda menoleh setelah mendengar seruan keras dari arah belakang. Mia muncul sambil menyusut air matanya. "Nyonya?!" Amanda mengulang apa yang Mia katakan. Mia melewatinya begitu saja dan langsung memeluk satu-satunya wanita yang datang bersama rombongan majikannya.


"Hiks, akhirnya Nyonya kembali. Aku sangat merindukan, Nyonya. Kenapa Nyonya pergi begitu lama, dan hari itu juga tidak memberitahuku. Nyonya, Mia sangat merindukanmu." Mia memeluk Jesslyn dengan sangat erat sambil menangis terisak.


Jesslyn terkekeh geli mendengar isakkan Mia. Ternyata gadis ini masih tetap secengeng dulu. "Kenapa kau tidak berubah sama sekali, cengeng." Cibir Jesslyn lalu melepaskan pelukannya.


"Hiks, itu karena aku terlalu bahagia melihat Nyonya kembali. Jadi hari itu Tuan pergi dengan terburu-buru untuk menjemput Nyonya, saya sangat terharu Nyonya kembali."


Luis tak merasa heran melihat pemandangan di depannya. Mia dan Jesslyn memang sangat dekat. Dia ingat betul saat Mia menangis setelah mengetahui jika Nyonya telah pergi, bukan hanya Mia tapi beberapa pelayan lain juga yang dekat dengan Jesslyn. Mereka seolah tidak rela Jesslyn pergi dari rumah.

__ADS_1


"Sekarang aku sudah kembali, jadi apa lagi yang kau tangisi. Oya, Mia. Ini adalah Nathan, dia adalah putraku dan Luis," kemudian Jesslyn memperkenalkan Nathan pada Mia.


"Kkkyyyaaa!!!" Mia langsung berteriak histeris dan membuat Jesslyn terlonjak kaget. "Tuan muda kau sangat tampan dan menggemaskan. Aku adalah Mia, pelayan setia Nyonya. Salam kenal," dia membungkuk memperkenalkan diri.


"Ck, Bibi kau terlalu dramatis. Dan itu sangat menggelikan!! Aku lelah, Mi dimana kamarku? Aku mau istirahat," Lalu pandangan Nathan bergulir pada Jesslyn.


Wanita itu tampak berpikir, Jesslyn sendiri tidak tau dikamar mana Nathan akan tinggal mulai sekarang. "Biar Daddy yang menunjukkannya padamu, kau istirahatlah dulu. Pasti kau lelah setelah melakukan perjalanan panjang dan melelahkan. Mia, antarkan ayah mertuaku ke kamar tamu." Ucap Luis dan pergi begitu saja.


"Tuan, mari ikuti saya. Saya akan menunjukkan kamar Anda."


"Tidak apa-apa, Pa. Tidak perlu sungkan, ini adalah rumah menantumu, jadi anggap rumah sendiri seperti yang Luis lakukan di rumah kita."


"Baiklah, Papa pergi dulu." Jesslyn mengangguk.


Hanya tersisa Jesslyn dan Amanda. Karena semua orang sudah pergi ke kamar masing-masing termasuk Tao, Kris dan si kembar. Entah hanya perasaannya saja atau memang benar adanya jika sedari tadi wanita di depannya itu memberikan tatapan tidak bersahabat padanya.


"Sial, jadi wanita itu adalah Nyonya yang sebenarnya di rumah ini. Sepertinya Tuan juga sangat mencintainya, bahkan mereka sudah memiliki anak. Tidak bisa, ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus mencari cara untuk memisahkan mereka berdua. Karena Tuan Luis hanya milikku!!"


"Jika bermimpi jangan terlalu tinggi!! Sampai kadal beranak domba pun kau tidak akan pernah bisa mendapatkan Tuan, dia itu sudah cinta mati pada istrinya!!" Sahut seseorang menimpali.


Entah dari mana datangnya, tiba-tiba Tao sudah berdiri dibelakang Amanda. Tanpa menghiraukan Tao, Amanda pergi begitu saja.


Tao menggelengkan kepala. "Babu kok berharap terlalu tinggi, yang benar saja. Sungguh menggelikan!! Hoam, ngantuk sekali. Tidur dulu ah..."


-


-


Luis menghampiri Jesslyn yang sedang mengganti pakaiannya. Wanita itu terkejut saat merasakan sepasang tangan memeluknya dari belakang. Des*han keluar dari sela-sela bibirnya ketika Luis memberikan kecupan-kecupan lembut di leher dan pundaknya.

__ADS_1


"Ahhhh... Luis hentikan, kau membuatku basah lagi,"


"Aku tidak peduli. Keluarkan semuanya, Sayang. Aku yakin kau juga menikmatinya." Bisik Luis dan kembali melanjutkan aksinya.


"Aaahhh... Aaahhh..."


Suara des*han yang berasal dari kamar majikannya membuat langkah Amanda terhenti. Amanda menggigit bibir bawahnya, ******* itu membuat telinga dan hatinya memanas, kenapa ada wanita lain yang begitu beruntung. Kenapa bukan dirinya yang dibuat mend*sah seperti itu oleh Luis.


"Betina, apa yang kau lakukan di depan kamar Paman?" Seru Rio yang tidak sengaja memergoki Amanda. Wanita itu menggeleng, dia pun segera melenggang pergi.


Rio tau betul jika diam-diam Amanda menyimpan perasaan suka pada Luis. Dan tanpa mengungkapkannya pun, perasaan suka itu terlihat jelas dimatanya.


Rio tentu tidak akan tinggal diam, dia tidak akan membiarkan wanita seperti Amanda menjadi duri dalam pernikahan pamannya. Dan bukan Rio namnya jika tidak memiliki cara untuk mengatasinya.


"Aaahhh..."


Rio terlonjak kaget mendengar ******* itu. Suaranya begitu mengerikan, tak ingin kesucian telinganya semakin ternoda. Dia pun melesat pergi, lebih baik memanjakan matanya daripada mendengar suara mengerikan yang berasal dari kamar pamannya.


Dan sementara itu. Permainan Luis masih belum berhenti, dia kembali melancarkan serangannya dengan meremas kedua bukit kembar Jesslyn secara bersamaan. Kedua tangan Jesslyn memeluk leher Luis sambil sesekali meremas rambutnya.


"He..Hentikan, Lu. Ini masih siang dan kita tidak bisa melakukannya sekarang, a..aku lelah. Kau tidak bisa menyiksaku seperti ini!!"


Luis terkekeh. Dia mengakhiri permainannya lalu bangkit dari tubuh istrinya. "Suara des*hanmu membuatku menggila, Sayang. Kali ini kau beruntung. Kalau lelah sebaiknya tidurlah. Aku mandi dulu." Luis mengecup kening Jesslyn dan pergi begitu saja.


-


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2