Istri Kedua CEO Lumpuh

Istri Kedua CEO Lumpuh
Special Part (Jesslyn-Luis)


__ADS_3

"Mami....!!"


Lovely tidak bisa menahan kebahagiaannya saat melihat kedatangan kedua orang tuanya. Selama berminggu-minggu Jesslyn dan Luis pergi ke luar negeri dan baru kembali hari ini.


Gadis kecil itu berlari dan berhambur ke dalam pelukan sang ibu dan memeluknya dengan erat. "Mami, aku kangen," ucap Lovely sambil mengangkat wajahnya. Dia terlihat sangat manja pada ibu.


"Mami, juga sangat merindukanmu Princess," jawab Jesslyn sambil memeluk kembali putrinya.


"Lalu apakah Lovely tidak merindukan Deddy," seru Luis dari belakang


"Tentu saja rindu," jawabnya dan beralih memeluk sang ayah. "Aku juga sangat rindu rindu rindu sama Deddy," Lovely memeluk sang ayah dengan erat.


Bukan hanya Lovely yang menyambut kedatangan mereka berdua, terlihat Nathan dan Vivian juga. "Sayangnya, Mama." Seru Jesslyn dan segera menghampiri menantu kesayangannya tersebut.


"Bagaimana perjalananmu, Ma? Apakah melelahkan?" Vivian melonggarkan pelukannya dan menatap sang ibu mertua.


Jesslyn mengangguk. "Ya, tapi semua itu langsung terbayar tuntas setelah melihat Kalian bertiga pada kesayangan." Jesslyn tersenyum seraya menatap ketiganya bergantian.


Setelah saling melepaskan rindu, mereka berlima kemudian masuk ke dalam. Lovely tidak mau lepas dari ibunya, dia terus menempel pada Jesslyn. Dan Jesslyn tidak keberatan dengan sikap putrinya tersebut.


"Kalian pasti lelah, sebaiknya pergi istirahat dulu. Aku dan Vivian yang masih ada urusan, saat jam makan malam kami berdua akan datang lagi," ucap Nathan yang kemudian dibalas anggukan oleh Luis.


"Baiklah, Nak. Hati-hati dijalan." pesan Luis pada putra dan menantunya.


Jesslyn menggenggam tangan Vivian. "Mama punya banyak oleh-oleh untukmu. Malam ini kita anboxing semua oleh-oleh yang Mama belikan untukmu." Vivian mengangguk.


Setelah berpelukan sebentar dengan ibu mertuanya. Vivian segera menghampiri Nathan. Keduanya kemudian meninggalkan Mansion Qin.


"Aku juga mau pergi, ada les balet hari ini. Mami dan Daddy istirahat saja, oke." Keduanya mengangguk.


Lovely pergi dengan diantar supir. Jesslyn dan Luis masuk ke dalam untuk istirahat. Mereka berdua sangat lelah dan ingin segera beristirahat.

__ADS_1


.


.


Louis memeluk Jesslyn yang sedang berganti pakaian dari belakang. Bahunya bersandar pada bahu kanan wanita itu.


"Bagaimana perasaanmu sekarang setelah bertemu anak-anak," ucap Luis sambil sesekali mengecup leher jenjang istrinya.


"Lega, tentu saja." Jawabnya. Jesslyn melepaskan pelukan Luis kemudian ia berbalik dan posisi mereka saling berhadapan. Jesslyn memeluk leher suaminya dan mengunci tatapan matanya."Lalu bagaimana denganmu sendiri?"


"Sama, rasa rinduku pada mereka sudah terbayar lunas."


Luis membelai wajah cantik Jesslyn tanpa melepaskan tatapan matanya. Lalu pandangan itu turun menuju bibirnya yang masih tampak menggoda itu. Luis menyentuh dagu Jesslyn lalu mengecup singkat bibir tipisnya.


Masih terasa manis. Bukan manis yang berlebihan, melainkan manis yang memabukkan. Itulah kenapa Luis tidak pernah puas apalagi bosan mencium dan menikmati bibir ranum istrinya.


"Kenapa bibirmu selalu terasa manis, Sayang. Membuatku selalu merasa candu untuk menikmatinya lagi dan lagi." Ucap Luis sesaat setelah mengakhiri tautan bibirnya.


"Kalau begitu apa yang ditunggu, kita lanjutkan ciumannya." Balas Jesslyn menimpali.


Dan baru saja mereka hendak memperdalam ciumannya. Tiba-tiba pintu kamar di buka dari luar. Buru-buru mereka mengakhiri ciumannya, terlihat sosok Lovely menghampiri keduanya. Gadis kecil itu menatap bingung kedua orang tuanya yang tampak canggung satu sama lain.


"Ada apa dengan kalian berdua, kenapa sikap kalian tiba-tiba menjadi aneh? Apa aku mengganggu kegiatan kalian?" Tanya Lovely pada keduanya.


Buru-Buru Jesslyn dan Luis menggeleng. Wanita itu kemudian menghampiri Lovely. "Ada apa, sayang? Bukannya tadi kau bilang mau pergi les, kok nggak jadi?" tanya Jesslyn.


"Daddy belum memberiku uang jajan. Dad, mana uang yang kau janjikan padaku?" Lovely mengulurkan tangannya dan menagih janji ayahnya yang katanya akan memberinya uang setibanya mereka berdua dari luar negeri.


Luis menepuk jidatnya. "Astaga, Daddy lupa. Tunggu sebentar, Sayang." Kemudian Luis beranjak dari hadapan kedua perempuan kesayangannya tersebut. Dia mengeluarkan beberapa lembar uang yang kemudian diberikan pada Lovely.


Jesslyn mendengus berat. Disaat dia sedang menggebu-gebunya ada saja gangguan yang datang. Yang membuatnya tak berminat lagi untuk melanjutkan apa yang dimulainya dengan Luis tadi.

__ADS_1


Selepas kepergian Lovely, Luis mendekati Jesslyn dan hendak melanjutkan apa yang baru saja tertunda. Akan tetapi, Jesslyn sudah tidak berminat lagi. Dan Hal itu membuat Luis harus menelan pil pahit kekecewaan, niatnya untuk bercocok tanam gagal lagi. Karena Jesslyn sudah terlanjur kesal.


"Ayolah sayang, jangan seperti ini. Namanya juga lupa mau bagaimana lagi," Luis mencoba membujuk istrinya supaya dia mau melanjutkan kegiatan mereka berdua yang sempat tertunda.


"Sudahlah, mood ku sudah hancur. Aku mandi dulu," Jesslyn menyambar handuknya dan malenggang masuk ke kamar mandi.


Dan beginilah Jesslyn jika sudah kesal, dia paling sulit dibujuk. Dan yang bisa Luis lakukan hanyalah pasrah, mungkin hari ini memang bukan keberuntungannya untuk mendapatkan jatah cari istrinya.


"Ya sudah kalau begitu kau mandi saja. Aku mau tidur dulu sebentar, bangunkan aku saat sudah jam makan malam."


"Hm,"


-


-


Sudah hampir 10 menit Luis berbaring, akan tetapi dia tetap tidak bisa tidur juga. Dia terus bolak-balik di atas tempat tidurnya seperti gorengan pisang di dalam penggorengan.


Bagian bawahnya terus berkedut nyeri, minta supaya segera dilepaskan. Dan ia bisa tersiksa lebih parah dari pada ini jika keinginannya tidak tersalurkan. Sepertinya Luis tidak memiliki pilihan lain, selain memaksa Jesslyn untuk melakukannya.


Pria itu bangkit dari berbaringnya lalu berjalan ke kamar mandi. "Omo?! Yakk!! Kenapa kau tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu?!" Bentak wanita itu emosi.


Alih-alih meminta maaf dan segera keluar. Luis justru mendekati Jesslyn dan langsung menyerangnya. Pria itu memagut dan mel*mat bibir Jesslyn dengan penuh nafsu. Membuat wanita itu sampai membelalakkan mata saking kagetnya.


Merasa terancam dengan perlakuan suaminya. Jesslyn pun mencoba untuk melepaskan diri. Namun ia kalah tenaga, Luis lebih kuat darinya sehingga dia tidak memiliki kemampuan untuk melawan lagi. Ia pun pasrah dan membiarkan Luis melakukannya.


Mereka berdua bergulat panas dibawah guyuran air shower yang terus mengalir, membuat tubuh Luis yang semula kering menjadi basah kuyup. Jesslyn tak bisa menolak lagi, Luis berhasil membuatnya menyerah pada akhirnya.


Dan percintaan mereka kali ini dilakukan secara berbeda. Bukan lagi di atas tempat tidur seperti biasanya. Mereka berdua bergulat panas dibawah guyuran air shower yang terus mengalir menghujani tubuh keduanya.


-

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2