Istri Kedua CEO Lumpuh

Istri Kedua CEO Lumpuh
Drama!!


__ADS_3

Usai makan siang bersama Jesslyn, Luis kembali ke kantor. Sedangkan Jesslyn langsung pulang.


Sebenarnya Luis menawarkan agar dia ikut ke kantor bersamanya, tapi Jesslyn menolaknya. Dia belum siap jika semua orang sampai tau identitasnya yang sebenarnya.


Menjadi istri kedua bukanlah sesuatu yang patut dibanggakan oleh Jesslyn. Kesan negatif selalu membayang-bayangi setiap langkahnya. Karena orang akan berpikir jika dia adalah pelakor atau perusak rumah tangga orang lain.


Dia telah mengambil keputusan yang sebenarnya sangat sulit. Tapi nasi telah menjadi bubur, toh pada akhirnya Jesslyn tetaplah menikmati hidupnya saat ini.


"Tao, berhenti!!" Teriak Jesslyn dan membuat pria bermata panda itu terpaksa mengerem mendadak.


"Nyonya, hampir saja kita mengalami kecelakaan!! Lain kali kalau mau berhenti jangan mendadak. Karena hal itu bisa membahayakan kita sendiri dan juga pengendara lain!!"


"Ck, kenapa kau ini banyak bicara sekali. Jika bukan karena sesuatu yang menarik, aku juga tidak akan memintamu untuk berhenti. Cepat tepikan mobilnya dan ikut aku sebentar." Jesslyn turun lebih dulu lalu menunggu tau ditepi jalan.


Setelah menepikan mobilnya. Tao menghampiri Jesslyn yang sudah siap untuk menyebrang. Tao yang penasaran pun langsung bertanya kemana mereka akan pergi, tapi Jesslyn malah mendelik tajam padanya.


Gadis itu memintanya untuk diam dan tidak banyak bicara. Tao yang kesal pun terus saja menggerutu tidak jelas, tapi Jesslyn tidak peduli dan mengabaikan setiap ocehan yang keluar dari bibirnya.


"Wow, ini akan menjadi drama yang sangat menarik untuk disaksikan. Tao, cepat berikan ponselmu," pinta Jesslyn sambil mengulurkan tangannya pada Tao.


"Untuk apa?" Dia menatap Jesslyn penasaran.


"Jangan banyak tanya dan berikan saja!!" Tao memanyunkan bibirnya. Dengan terpaksa dia memberikan ponselnya pada Jesslyn.


Jesslyn membuka aplikasi kamera lalu mencari rekam video. Gadis itu tersenyum lebar, dia merekam pertemuan Rossa dengan seorang pria lalu mengirimkan rekaman itu pada Leo. Pasti setelah ini akan terjadi perang dunia ke lima.


Gadis itu tertawa jahat. Dia sudah tidak sabar menantikan apa yang akan terjadi setelah ini. Jesslyn ingin melihat dua sampah itu saling menghancurkan.


"Nyonya, sebenarnya apa yang kau lakukan?! Kenapa kau malah melakukan sesuatu yang tidak berguna sama sekali?!"

__ADS_1


"Diamlah, Panda!! Kau terlalu cerewet. Kau itu tidak tau apa-apa, jadi jangan banyak bicara. Lagipula aku hanya ingin memberikan sedikit pelajaran pada dua sampah yang sudah membuat kacau hidupku!!"


Tao memicingkan matanya. "Maksud, Nyonya?!"


"Kau terlalu banyak tanya dan ingin tau. Sebaiknya diam saja dan nikmati saja pertunjukannya. Setelah ini akan ada adegan yang sangat menyenangkan, jadi sebaiknya kau diam dan duduk dengan tenang."


Jesslyn melihat ke luar, dan mobil sport putih berhenti di depan cafe. Gadis itu bersorak melihat siapa yang datang dengan penuh kemarahan itu. Jesslyn memberi kode pada Tao..


Mata Tao membulat. "Omo!!" Dia menjadi begitu bersemangat melihat drama antara dua pria dan satu wanita. Siapa lagi mereka jika bukan Leo, Rossa dan ayah biologis dari janin di dalam perut wanita itu.


Leo tidak dapat menahan amarahnya melihat Rossa bersama dengan pria lain. Jadi itu alasan dia pergi dan urusan penting yang dia maksud. Dan kejadian itu tentu saja menyita perhatian semua pengunjung cafe. Mereka sangat terkejut dengan kejadian tersebut.


"Oh, jadi begini kelakuanmu di belakangku?! Bagus sekali, Rossa Hwang!! Kau meninggalkanku sendirian lalu kau pergi dengan pria lain, APA KAU BERNIAT MEMPERMAINKANKU?!"


"Leo, dengarkan aku dulu. Ini semua tidak seperti yang kau lihat, kau salah paham!! Aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa!! Percayalah padaku," Rossa memegang lengan Leo namun segera ditepis olehnya.


Leo menggeleng sambil tersenyum meremehkan. Dia mundur beberapa langkah ke belakang. "Aku sungguh tidak menyangka jika ternyata kau sangat mur*han!! Aku jadi ragu jika janin yang ada di perutmu itu adalah anakku, Rossa kau sangat menjijikkan!!" Leo pergi begitu saja.


Meninggalkan Robin, Rossa segera mengejar Leo yang sudah meninggalkan cafe. "Leo, tunggu!!" Seru Rossa sambil terus mengejar. Dia menggedor pintu mobil Leo yang sedang melaju, namun tetap dihiraukan olehnya.


Karena dramanya telah berakhir. Jesslyn pun memutuskan untuk meninggalkan cafe. Meskipun sangat singkat, tapi dia puas melihatnya. Jesslyn bisa tidur nyenyak malam ini. Karena dua sampah telah menerima balasannya.


-


-


Luis tiba di rumahnya tepat puk 22.00 malam. Pekerjaan di kantor lumayan menumpuk hari ini, makanya Luis pulang sampai larut malam. Hampir seluruh lampu di manson mewahnya itu telah dimatikan, hanya lampu di dapur yang masih menyala.


Tau ada orang di dapur. Luis pun memutuskan untuk melihatnya, persis seperti dugaannya. Jesslyn sedang berdiri di depan kompor yang sedang menyala, dan Luis berani bersumpah jika gadis itu kelaparan.

__ADS_1


"Kau sedang memasak ramen?" Tegur Luis yang entah sejak kapan sudah berdiri disamping Jesslyn.


Gadis itu mengangguk. "Ya. Kenapa, apa kau ingin aku masakan juga?" Tawar Jesslyn, Luis mengangguk. Kebetulan dia juga sangat lapar.


"Yang agak banyak cabenya. Aku ganti baju dulu," ucap Luis yang kemudian dibalas anggukan oleh Jesslyn.


Sementara itu...


Frangky yang kebetulan terbangun juga karena haus sedikit terpaku saat melihat Jesslyn yang begitu serius memasak ramennya. Frangky menatap gadis itu dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dan Frangky baru sadar betapa cantiknya gadis itu.


Dia mengayunkan kedua kakinya secara bergantian dan menghampiri Jesslyn, pasti akan sangat menyenangkan jika dia bisa mendekati gadis itu juga. Apalagi Jesslyn lebih cantik dan lebih meng*irahkan dari Anna.


"Adik ipar, Kakak juga lapar, bisakah kau memasak untukku juga?" Frangky berdiri dibelakang Jesslyn sambil memeluknya dari belakang.


Jesslyn yang merasa dilec*hkan memutar tubuhnya lalu memelintir tangan Frangky ke belakang hingga membuat pria itu berteriak kesakitan. "Br*ngsek, lepaskan!! Kau bisa membuat tanganku patah!!" Teriak Frangky.


"Aku tidak akan segan-segan untuk mematahkan lenganmu jika kau berani menyentuhku lagi!! Apa belum puas pelajaran yang aku berikan padamu?! Apa kau ingin satu telormu yang tersisa aku pecahkan juga?!"


"Aaahhh... Sakit!! Jesslyn, lepaskan!! J*lang, aku tidak akan mengampunimu!!" Frangky berteriak dan kembali mengancam Jesslyn.


Dengan kasar Jesslyn melepaskan Frangky dan menendang bagian pantatnya hingga membuat pria itu tersungkur di bawah kaki Luis. Frangky mengangkat wajahnya, matanya membelalak melihat apa yang ada di depan matanya.


"Luis, jadi kau tidak lumpuh?!"


-


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2