
Nathan menghampiri sang ibu yang sedang menyiapkan makan malam di dapur. Dia membawa kabar gembira yang pasti bisa membuatnya bahagia tak terkira.
"Ma," panggilan itu mengalihkan perhatiannya. Jesslyn menoleh, dan mendapati Nathan menghampirinya.
"Ada apa, Nathan?" tanya Jesslyn.
"Aku punya kabar gembira, ini tentang Luna. Rencana kalian untuk menyatukannya dengan Jordan berhasil. Aku baru saja menerima kabar kalau sekarang mereka sedang berpacaran. Tanpa ragu, Luna mengakui di depan semua orang jika Jordan adalah suaminya." Ujar Nathan.
Jesslyn menghentikan kegiatannya memotong sayur setelah mendengar apa yang baru saja Nathan sampaikan. "Benarkah?" ucapnya memastikan. Nathan menganggukkan kepala. Meyakinkan pada sang ibu jika yang dia katakan.
"Yess, akhirnya impian Mama untuk menjadikan Jordan menjadi kenyataan. Nathan, sisanya Mama serahkan padamu. Urus semuanya, pastikan semua berjalan sesuai rencana. David, minta dia untuk membantumu mengurus semuanya." Pinta Jesslyn.
Nathan mengangguk. "Ya, aku mengerti Ma." ucapnya dan pergi begitu saja.
__ADS_1
Jesslyn bahagia tak terkira. Tidak sia-sia dia dan Luis sampai pergi ke luar negeri. Dan tujuannya hanya satu, yakni supaya Luna dan Jordan bisa dekat,saling mengenal kemudian bersama. Jordan adalah menantu pilihan yang dia pilihkan untuk Luna. Mungkin terdengar kolot, tapi setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk putrinya, termasuk Jesslyn dan Luis.
xxx
Kediaman Jordan hari ini kedatangan tamu. Siapa lagi jika bukan David Tang, kakak tertua Jordan. Dia datang untuk mengunjungi sang adik serta memata-matai hubungannya dengan Luna. David sudah bekerjasama dengan Nathan dan orang tuanya. Mereka sama-sama sepakat untuk menjodohkan mereka berdua.
"Kenapa tiba-tiba kau datang kemari?" pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut Jordan. Dia terlihat tidak suka dengan kedatangan kakaknya, bukan karena hubungan mereka buruk, tetapi karena Jordan tahu betul dengan sifat kakaknya yang selalu ingin tahu urusannya.
"Aku yakin kau tidak buta dan tahu bagaimana kondisiku, kau bisa pulang sekarang. Aku capek dan mau istirahat." ucap Jordan, dia baru saja mengusir makanya pergi dari rumahnya.
Bukannya pergi. David malah mengomeli Jordan habis-habisan, tapi sayangnya omelannya tidak digubris sama sekali olehnya. Jordan benar-benar tidak peduli sama sekali dengan Omelan David yang menurutnya sangat tidak penting itu.
"Jordan, kenapa kau semakin keterlaluan saja? Aku ini kakakmu, tapi kenapa kau malah memperlakukanku seperti musuh mu? Ais, kau itu jangan terlalu kejam adik. Aku ini sangat peduli padamu, jadi kau harus tahu itu." ujar David yang mulai habis kesabaran karena sikap dingin Jordan.
__ADS_1
Lalu pandangan David bergulir pada Luna yang langsung angkat tangan. "Maaf, aku tidak ikut-ikutan. Itu urusan kalian berdua jadi selesaikan sendiri saja." Ucapnya.
David memanyunkan bibirnya. Ternyata Luna bisa membaca pikirannya. Harusnya dia tahu jika Luna sudah pasti berada di pihak Jordan karena dia kekasihnya. Tapi bukan berarti David menyerah untuk mencari keadilan bagi dirinya sendiri.
"Aish, kenapa kalian malah kompak sekali. Sangat tidak adil, aku yang sendirian malah kalian bully bersamaan. Tapi baiklah, aku bisa memahaminya. Namanya juga orang yang sedang jatuh cinta, pasti kalian masih sangat dimabuk asmara. Kalau begitu aku pulang saja, lebih baik pergi mencari hiburan daripada melihat kemesraan kalian. Adik, jaga calon adik ipar ku dengan baik, ya. Aku pergi dulu."David bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja.
"Tanpa kau minta sekalipun aku sudah pasti menjaganya!!" sahut Jordan dengan kesal.
Luna terkekeh melihat ekspresi kekasihnya yang menurutnya sangat menggemaskan itu. Dan selepas kepergian David, hanya menyisakan Luna dan Jordan. Setelah pintu di kunci, mereka berdua pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Baik Jordan maupun Luna, mereka sama-sama lelah dan ingin segera beristirahat.
xxx
Bersambung.
__ADS_1