Istri Kedua CEO Lumpuh

Istri Kedua CEO Lumpuh
Kami Sudah Menikah


__ADS_3

Kabar tentang Luna yang tinggal satu atap dengan Jordan telah terdengar di seluruh penjuru kampus, siapa lagi penyebar beritanya jika bukan Selena. Wanita itu ingin membalas dendam pada Luna yang sudah membuatnya gagal dekat dengan Jordan, dan tujuannya adalah membuat nama baiknya menjadi buruk.


"Luna, kami benar-benar tidak menyangka jika kau orang yang seperti itu. Ternyata kau sangat murahan ya,"


"Percuma saja memiliki wajah cantik. Kalau kecantikanmu malah kau manfaatkan untuk hal-hal yang tidak bena."


"Maksud kalian apa?" tanya Luna kebingungan. Dia memang tidak tahu apa-apa.


"Alah, jangan sok polos dan pura-pura tidak tahu. Kau dan Tang Songsaenim tinggal satu atap kan, jangan mengelak lagi, karena kami semua sudah tahu. Kau benar-benar tidak tahu malu sekali ya, jelas-jelas Tang Songsaenim adalah kekasih Miss Selena, tapi bisa-bisanya kau malah merebutnya dari dia."


Luna menghela napas. Jadi itu permasalahannya, benar-benar konyol dan tidak masuk akal. memangnya sejak kapan Selena menjadi kekasih Jordan? Ah, sekarang Luna tahu siapa bilang kerok itu. Biang kerok yang telah menyebarkan informasi jika ia dan Jordan tinggal dalam satu atap.


"Oh, jadi dosen centil itu yang menyebarkan rumor tersebut? Memangnya sejak kapan dia memiliki hubungan dengan Tang Songsaenim? Lucu sekali," Ujar Luna dengan seringai meremehkan.


Tidak disangka jika Selena akan menyebar berita buruk tentang dirinya. Tapi bukan Luna namanya jika dia tidak bisa mengatasinya. Sepertinya memang sudah tidak ada alasan dia menyembunyikan hubungannya dengan Jordan. Luna ingin melihat seperti apa reaksi Selena saat tahu jika dia dan Jordan telah resmi bersama.


"Sepertinya sudah tidak ada alasan lagi untukku menyembunyikan tentang hubunganku dengan Jordan Songsaenim. Kami sudah menikah, jadi wajar dong kalau tinggal bersama." Ucap Luna dan membuat pupil mata Selena membulat sempurna. Bukan hanya Selena yang terkejut, tetapi semua orang yang tadi membully Luna.


"Kau bilang apa, kau dan Tang Songsaenim sudah menikah?!" kaget Selena.


Luna menganggukkan kepala. "Ya. Kalau Miss Selena tidak percaya, silakan tanyakan sendiri padanya. Karena sudah terbongkar, jadi sudah tidak ada alasan lagi untukku menyembunyikan hubungan kami berdua, dan kenapa kami tinggal bersama." Tutur Luna. "Sekarang sudah terbukti bukan, siapa yang murahan disini?" ucap Luna menambahkan.


Gadis itu menatap Selena dengan senyum penuh kemenangan. Siapa suruh dia cari masalah dan gara-gara demamnya, dia berusaha untuk membuat namanya menjadi buruk di mata semua orang, maka Luna membalasnya dengan menghancurkannya. Bukankah itu setimpal?

__ADS_1


Tanpa berkata apa-apa, Luna meninggalkan mereka semua. Senyum kemenangan masih menghiasi bibirnya.


xxx


"WHAT, JADI TANG SONGSAENIM DAN LUNA SUDAH MENIKAH?!"


Pekikan keras itu mengalihkan perhatian Jordan yang sedang sibuk dengan laptopnya. Dia menoleh dan orang-orang sedang membicarakannya. Jordan mengangkat alisnya, apa telinganya tidak salah dengar? Dia dan Luna sudah menikah? Memangnya gosip darimana itu?


Penasaran, Jordan pun segara membuka ponselnya dan berita tentang ia yang menikah dengan Luna sedang menjadi trending topik pagi ini. Jordan pun segara mengetik pesan singkat pada Luna, dia membutuhkan penjelasan.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa orang-orang membicarakan kita telah menikah?" Jordan mengirim pesan singkat itu pada Luna.


Ting...


Jordan mendengus, dia menggelengkan kepala setelah membaca pesan singkat tersebut. Sudut bibirnya tertarik keatas, hatinya menghangat membaca penjelasan Luna. Karena Luna sudah memulainya, maka Jordan-lah yang harus meneruskannya.


"Itu benar, aku dan Luna memang sudah menikah. Kami memang sepakat untuk merahasiakan tentang pernikahan itu, tapi karena sudah terbongkar, jadi tidak ada alasan lagi aku menyembunyikan tentang pernikahan kami." Ungkap Jordan.


Tiba-tiba Selena masuk ruangan dan menghampiri Jordan. "Tang Songsaenim, katakan jika itu bohong. Pasti kau dan Luna hanya bercanda saja kan? Lagipula Luna mengatakan padaku, jika dia tinggal bersamamu karena dititipkan oleh orang tuanya. Pasti kalian bekerja sama untuk membohongiku kan?" Selena menatap Jordan. Dia benar-benar membutuhkan penjelasan.


"Justru Luna yang membohongimu. Itu hanya alasannya saja supaya kau tidak bertanya macam-macam padanya. Sebaiknya menjauh dari mejaku. Menjijikkan, ludahmu muncrat kemana-mana."


Tawa semua orang di ruangan itu hampir saja meledak setelah mendengar ucapan Jordan. Terutama mereka yang tidak menyukai Selena. Selena yang merasa dipermalukan segara meninggalkan ruangan tersebut. Menurutnya Jordan benar-benar sudah keterlaluan.

__ADS_1


Dan selepas kepergian Selena, tawa semua orang di ruangan itu pun meledak. Mereka tertawa terbahak-bahak, sedangkan Jordan mendengus dan menggelengkan kepala melihat tingkah mereka. Dan Fokus Jordan kembali pada Laptopnya.


xxx


Tiffany dan Devan menatap Luna dengan pandangan penuh selidik. Membuat Luna tidak nyaman dan terganggu dengan tatapan itu. "Kenapa kalian menatapku seperti itu?" Luna menatap mereka berdua bergantian.


"Luna, kau berhutang sebuah penjelasan pada kami berdua. Apa maksudmu mengatakan pada semua orang jika kau dan, Tang Songsaenim, sudah menikah, kalian tinggal bersama," ungkap Tiffany. Tiffany dan Devan benar-benar penasaran tentang kebenaran pengakuan sahabatnya tersebut.


Gadis itu menghela nafas. Ternyata rumor itu benar-benar sangat mengerikan, buktinya sekarang dia di sedang di sidang habis-habisan oleh tiffany dan Devan.


"Itu hanya rumor, kenapa kalian malah percaya begitu saja. Mama, Papa, pergi keluar negeri dan aku dititipkan padanya. Semalam dosen genit itu datang ke kediaman Jordan Songsaenim, dan menemukanku tinggal di sana juga. Pagi ini dia menyebar rumor yang tidak benar tentang diriku. Ya sudah, aku bilang saja pada semua orang jika kami sudah menikah. Dengan begitu nama baikku tetap terjaga," tutur Luna.


Tiffany dan Devan manggut-manggut setelah mendengar penjelasan Luna, mereka langsung paham. Seandainya ada diposisi sahabatnya itu, pasti Tiffany juga akan membuat pengakuan yang sama.


"Jadi begitu ceritanya. Dosen centil itu benar-benar sangat keterlaluan. Bagaimana kalau kita beri saja dia pelajaran supaya tidak menyebalkan lagi, aku punya ide." Ucap Devan dan mengalihkan perhatian mereka berdua. Luna dan Tiffany menatap Devan penuh tanya. Kedua gadis itu kemudian saling bertukar pandang, menatap dengan penuh kebingungan.


"Memangnya rencana Apa yang kau miliki?" tanya Luna dan Tiffany dengan kompak.


Alih-alih menjawab. Devan malah senyum-senyum sendiri seperti orang bodoh. "Bersabarlah, nanti kalian berdua juga akan mengetahuinya. Aku lapar, sebaiknya kita ke kantin." Ucap Devan dan pergi begitu saja.


"YAKK!! DEVAN, TUNGGU KITA!!"


xxx

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2