
Luna menggeliat di dalam tidurnya, matanya terbuka perlahan memperlihatkan sepasang mutiara hazel, yang sejak beberapa jam lalu tersembunyi di balik kelopaknya yang tertutup rapat.
Pandangan Luna lalu bergulir pada jam yang menggantung di dinding kamarnya, waktu menunjukkan pukul 18.00 sore. Itu artinya Ia tidur lebih dari 2 jam. Di luar juga sudah mulai tampak gelap.
Angin sore berhembus lirih, membawa rasa sejuk yang menghangatkan. Di tambah dengan pemandangan jingga langit senja. Luna memandang langit senja, ingatannya kembali pada kejadian beberapa jam yang lalu. Dia mengangkat jarinya dan mengarahkan pada bibirnya, benda lunak dan basah itu menyentuh bibirnya.
Seperti mimpi, Jordan mencium bibirnya. Mengingatnya saja membuat jantungnya berpacu cepat, semburat merah muncul di kedua pipinya. Sakura tersenyum tanpa sadar, entah kenapa perutnya terasa geli seperti ada ratusan Kupu-Kupu beterbangan di dalam perutnya. Entah kenapa Sakura merasa langit sore ini jauh lebih indah dari hari-hari sebelumnya.
"Hm."
Gumaman khas itu mengalihkan perhatian Luna, membuyarkan seluruh lamunannya. Pandangannya bergulir pada sosok pria yang berdiri bersandar pada pintu kamarnya sambil bersidekap dada.
"Kau mengejutkanku saja." Gerutu Luna sambil memanyunkan bibirnya, kesal terpahat di raut wajah cantiknya.
"Maaf, kau sudah bangun." Tanya Jordan basa-basi, Luna mengangguk. "Bagaimana dengan kaki dan lenganmu?" Lanjutnya datar.
"Sudah lebih baik, tapi masih terasa nyeri saat di gerakkan." Jelas Luna.
__ADS_1
"Hn, aku paham." Jeda sejenak "Segera mandi. Setelah ini kita makan malam sama-sama," ucap Jordan dan dibalas anggukan oleh Luna.
Luna memandang lengannya yang terbalut perban. Ingatannya kembali pada kejadian kemarin malam, dimana ia dan Jordan bisa terluka.
FLASHBACK:
"Luna!!"
Jordan memekik keras melihat tubuh Luna yang tergantung di kusen jendela. Tanpa berpikir panjang dia bergegas menarik Luna untuk naik keatas. Jordan sungguh tidak tahu apa yang terjadi pada Luna, sampai-sampai dia bisa tergantung di kusen jendela.
"Luna, pegang tanganku, aku akan menarik mu naik." pinta Jordan.
"Jangan takut, aku tidak akan membiarkanmu jatuh." Tukasnya meyakinkan.
Luna mengangguk. Dengan ragu, dia melepaskan pegangannya dan mencoba meraih tangan Jordan. Susah payah Luna berusaha untuk naik keatas. Tapi naas, karena kakinya malah menimpanya. Kaki Luna tergelincir dan dia terjun bebas, dan akibat tarikan Luna, Jordan ikut terjun bebas bersamanya. Mereka terjun dari ketinggian 3 meter.
Jordan menarik Luna hingga mereka bertukar posisi. Dia berusaha melindungi gadis itu, juga melindungi dirinya sendiri.
__ADS_1
Akibatnya mereka sama-sama terluka, meskipun Jordan tidak separah Luna yang mengalami cidera pada kaki dan lengannya. Jordan berhasil melindungi kepala Luna agar tidak cidera, namun tidak dengan kaki dan lengannya. Sedangkan Jordan mengalami luka ringan pada tulang pipinya. Dan Luna berhutang nyawa pada pria itu, jika tidak ada Jordan entah bagaimana nasibnya.
FLASHBACK END:
Luna bangkit dari dari tempat tidurnya, dan menggerakkan kedua kakinya yang kini berpijak di lantai. Hati-hati Ia berdiri, mengatur keseimbangan tubuhnya agar tidak limbung. Pergelangan kakinya masih terasa nyeri meskipun bengkak dan memarnya sudah mulai membaik "Aahhh." Nyaris saja dia terjatuh, jika tidak ada tangan kekar yang menahan tubuhnya.
"Bodoh, apa susahnya minta tolong." Omel Jordan melihat kecerobohan Luna.
Tanpa meminta ijin terlebih dulu, Jordan mengangkat tubuh Luna bridal style dan membawanya kekamar mandi.
Kemudian Jordan menurunkan Luna di dekat bathtub, tak lupa Ia juga mendekatkan handuk kering di samping bathtub agar gadis itu tidak sulit saat menjangkaunya. Tak hanya handuk saja, dia juga mengambilkan peralatan mandi milik Luna.
"Aku akan menunggumu di luar, jika sudah selesai panggil aku." Jordan berbalik dan meninggalkan Luna begitu saja.
Melihat perhatian yang Jordan berikan untuknya, membuat dewi batin Luna berteriak kegirangan. Jika saja kakinya tidak sakit, mungkin Ia akan melompat-lompat saking bahagianya. Tak peduli meskipun Ia akan di anggap kekanakan atau mulai sinting jika ada yang melihatnya. Karena dia hanya ingin meluapkan kebahagiaannya.
xxx
__ADS_1
Bersambung