Istri Kedua CEO Lumpuh

Istri Kedua CEO Lumpuh
Pemilik Saham Misterius!!


__ADS_3

Rossa meninggalkan cafe tempat dia makan siang dengan Leo dengan sedikit terburu-buru. Rossa mengatakan pada Leo jika dia tiba-tiba ada urusan mendadak dan harus segera pergi.


Leo sudah menawarkan diri untuk mengantarkannya, tapi Rossa menolaknya. Dia beralasan jika tidak mau merepotkan Leo. Dan Leo mengangguk tanpa menaruh curiga sedikit pun.


Ketika hendak meninggalkan cafe tempat dia dan Rossa makan siang. Dia melihat Jesslyn memasuki cafe bersama seorang perempuan yang Leo tau sebagai sahabatnya yang bernama Susan.


Tangan Leo terkepal kuat. Ini adalah saat yang tepat untuk memberi pelajaran pada mantan tunangannya itu. Leo menyambar pisau daging yang ada di atas meja pengunjung lain, membuat pengunjung itu langsung melemparkan makiannya. Tapi Leo tidak peduli.


"Asteria Jesslyn, aku akan membunuhmu!!" Teriak Leo dan menyita perhatian semua orang yang ada di sana.


Leo mengangkat pisau itu dan bersiap menusukkan pada dada Jesslyn, namun seseorang lebih dulu menghentikannya. Pisau itu jatuh ke lantai setelah tangan Leo ditendang olehnya.


Jesslyn menoleh, Tao sedang tersenyum lebar padanya. "Nyonya, Tuan memerintahkanku untuk menjadi bodyguardmu mulai hari ini. Dan kupastikan tidak akan ada lagi yang berani menindas dan mencari masalah denganmu!!" Ujar Tao menjawab kebingungan Jesslyn.


"Nyonya?! Kau memanggilnya, Nyonya?! Wanita murahan dan tak tau diri ini kau panggil Nyonya, apa aku tidak salah dengar?!"


"Apa telingamu bermasalah, Bung? Dan kau tidak salah dengar, apa kau belum tau siapa dia sampai-sampai aku memanggilnya Nyonya?! Asal kau tau saja dia adalah~"


"Cukup, Tao!! Kau tidak perlu memberi penjelasan apapun padanya. Itu tidak penting sama sekali, lagipula siapa dia?! Dia tidak penting sama sekali!! Susan, sebaiknya kita pindah ke cafe lain saja. Seleraku untuk makan disini sudah hilang karena sampah satu ini!!"


Kemudian mereka bertiga meninggalkan cafe tersebut. Sedangkan Leo langsung diusir keluar karena dianggap telah merugikan, bahkan dia telah di blacklist dari cafe dan tidak diperbolehkan untuk datang lagi.


-


"Bagaimana, Kris. Apa sudah ada hasilnya!"


Kris mengangguk. Kemudian dia memberikan sebuah dokumen pada Luis. "Tuan, ini sungguh di luar dugaan. Jangankan saya, Anda sendiri pasti tidak akan pernah menduganya."


"Maksudmu?!"


"Ternyata orang yang Anda cari selama ini sangat dekat. Nyonya Jesslyn adalah cucu dari orang itu, sedangkan orang yang Anda cari selama ini telah meninggal 10 tahun yang lalu. Beliau memang memiliki hubungan dekat dengan mendiang Tuan Besar. Beliau adalah orang yang telah berjasa besar bagi Qin Empire, dan membantu Tuan Besar keluar dari jurang kehancuran." Jelas Kris panjang lebar.


Luis memijit pelipisnya yang tiba-tiba pening. Sepertinya takdirnya dan Jesslyn telah ditentukan sejak lama, ada benang merah tak kasat mata yang menjadi penghubung mereka berdua.

__ADS_1


"Untuk sementara, sebaiknya biarkan saja saham itu tidak bertuan. Kita pura-pura tidak tau siapa pemilik sah dari saham itu. Nyawa Jesslyn bisa terancam jika Bram dan Elisa sampai mengetahui jika dia adalah cucu dari orang yang selama ini mereka cari. Kita harus melindunginya dari kemungkinan terburuk yang terjadi." Tutur Luis.


Kris mengangguk. Dia juga sependapat dengan Luis. Memang akan sangat berbahaya jika Bram dan Elisa sampai mengetahui jika Jesslyn adalah cucu dari pemilik saham tak bertuan itu. Mereka pasti akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.


"Lalu dimana Jesslyn sekarang?"


"Nyonya sedang pergi makan siang bersama temannya, Tuan. Tao ikut bersamanya. Dia menjalankan tugasnya dengan sangat baik,"


"Baguslah. Segera persiapkan surat perceraianku dengan Anna. Aku akan menceraikan dia dalam waktu dekat ini. Terus awasi Bram dan Elisa, mereka mungkin sedang merencanakan sesuatu dibelakang kita."


"Baik, Tuan. Saya mengerti."


"Kau boleh keluar," ucap Luis, Kris mengangguk dan melenggang pergi.


Luis mengambil ponselnya yang ada di atas meja lalu menghubungi Jesslyn. Setelah mengetahui keberadaan gadis itu dimana, Luis pun memutuskan untuk menyusulnya. Ini sudah jam makan siang, dia berencana makan malam bersama gadis itu.


-


"OMO!!"


Anna terlonjak kaget karena kemunculan si kembar yang tiba-tiba. Anna tidak tau mimpi buruk apa yang dia alami sampai-sampai harus di kunjungi oleh mereka berdua.


"Sedang apa kalian disini?! Keluar, aku tidak ingin melihat muka kalian!!"


"Jangan begitu dong, Bibi. Kami kan berniat baik ingin menjengukmu. Lagipula apa salahnya jika kami datang? Kita kan keluarga, jadi wajar jika kami berdua mencemaskanmu juga." Ujar Marcell.


Rio dengan jahilnya menekan-nekan perban yang membebat kening Anna dan perutnya bergantian. Membuat wanita itu berteriak kesakitan, akibatnya luka jahit di-pelipisnya kembali terbuka dan mengeluarkan darah.


"Yakk!! Sakit bodoh!! Ahhh, sial sepertinya jahitannya kembali terbuka." Anna menekan bagian pelipisnya dengan punggung tangannya.


"Ups, maaf Bibi. Aku pikir luka itu palsu, ternyata asli ya. Hehehe, piss!!" Rio mengangkat tangannya, jarinya membentuk huruf V.


Anna melemparkan apa pun yang ada di atas meja pada mereka berdua. Dia terus berteriak dan meminta mereka untuk keluar. Tapi memang dasarnya Badung, mereka jadi tidak menghiraukannya.

__ADS_1


Dan benda terakhir yang dia lemparkan adalah tas miliknya sendiri. Dan hal itu tentu saja si kembar manfaatkan untuk meraup keuntungan. Mereka mengambil uang cash milik Anna yang berserakan di lantai.


"Bibi, terimakasih uangnya. Kau memang yang terbaik deh, hahaha!!"


"Yakk!! Kalian, kembalikan uangku!!"


-


Luis menghentikan mobil mewahnya di sebuah cafe. Kali ini Luis datang sendiri tanpa ditemani oleh Kris. Karena Luis sudah tidak harus berpura-pura lagi dengan duduk di atas kursi roda.


Jesslyn mengukir senyum lebar di bibirnya melihat kedatangan Luis. Gadis itu melambaikan tangan padanya. "Nona Susan, ayo sebaiknya kita pergi. Sepertinya ada yang membutuhkan privasi." Ucap Tao yang kemudian di balas anggukan oleh Susan.


Susan tidak terkejut lagi saat mengetahui bila Jesslyn telah menikah dan menjadi istri muda seorang konglomerat muda. Jesslyn sudah menceritakan semua padanya, dan sebagai seorang sahabat tentu saja dia sangat bahagia.


Mereka berdua adalah sahabat lama. Jesslyn dan Susan sudah bersahabat sejak mereka duduk di bangku TK. Tiga tahun lalu Susan pergi ke luar negeri dan baru kembali Minggu lalu.


"Dia temanmu?" Luis menunjuk Susan yang baru saja pergi dengan Tao.


"Ya, kenapa? Apa kau naksir padanya?" Goda Jesslyn sambil tersenyum geli. Alhasil sebuah jitakan mendarat mulus pada kepala coklatnya. "Luis, sakit!!" Keluh gadis itu sambil mengusap kepalanya yang baru saja dijitak oleh Luis.


"Siapa suruh kau asal bicara!! Aku lapar, cepat pesankan makanan untukku,"


Jesslyn mendecih sebal. "Pesan saja sendiri, kenapa malah menyuruhku." Jawab Jesslyn sedikit ketus. Sekali lagi Luis menjitak kepala coklat Jesslyn, dia memanggil pelayan dan kemudian memesan.


"Baik, Tuan. Tunggu sebentar, pesanan Anda akan segera datang." Ucap pelayan itu lalu beranjak dari hadapan Luis.


Luis memicingkan matanya. "Kenapa menatapku seperti itu?!"


"Kau menyebalkan!!"


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2