Istri Kedua CEO Lumpuh

Istri Kedua CEO Lumpuh
Kelakuan David Tang


__ADS_3

Hari demi hari berlalu. Tidak terasa hubungan Luna dan Jordan sudah memasuki bulan kedua. Dan sampai detik ini mereka masih tinggal bersama, karena orang tua Luna masih belum kembali juga dari luar negeri.


Setiap kali dia bertanya kapan mereka akan pulang. Mereka selalu saja memberikan jawaban yang membuatnya menghela napas, karena mereka tidak pernah memberikan jawaban pasti padanya. Mereka selalu beralasan jika pekerja Luis belum selesai, dan dia bosan dengan jawaban tersebut.


Ketukan pada pintu sedikit mengalihkan perhatian Luna. Gadis itu beranjak untuk membuka pintu, ternyata yang datang adalah kakak iparnya dan beberapa orang yang kemungkinan adalah taman-taman dari pria itu.


"Sore, adik ipar." sapa David saat sosok Luna berdiri menjulang dihadapannya.


"Ge, kau datang. Masuklah, Jordan masih di kamarnya, sebentar lagi dia turun. Perlu aku panggilkan?" Luna memberi tawaran.


David menggeleng. "Boleh-boleh, katakan padanya kalau kakak tercintanya yang super tampan datang berkunjung." Pinta David dan segera dibalas anggukan oleh Luna.


Selepas kepergian Luna. David segera menjalankan rencananya. Dia dan teman-temannya berpencar dan melakukan tugas masing-masing. Entah apa yang sebenarnya dia rencanakan, sampai-sampai membawa teman-temannya datang ke rumah Jordan. Apa dia berniat mencari perkara secara terang-terangan. David sungguh berani.


"Cepat-cepat, ambil kamera itu sebelum mereka datang." Pinta David pada teman-temannya.


Mereka datang untuk mengambil camera-camera kecil yang David selipkan tiga Minggu yang lalu. Dia amat sangat penasaran bagaimana awalnya hubungan Luna dan Jordan dimulai. Dan untuk mengetahuinya, satu-satunya cara adalah mengambil camera-camera tersebut. Tapi tidak semua, ada beberapa yang David tinggalkan di sana.


Setelah menyelesaikan tugasnya. Mereka kembali berkumpul di ruang tamu. David dengan senyum konyolnya bangkit dari duduknya dan menghampiri Jordan.


"Hahahaha, adikku yang dingin seperti kutub Utara. Kakakmu yang tampan ini datang melihat keadaanmu. Oya, ini ada titipan dari Papa. Dia bilang, kau harus memberikannya pada Luna. Karena sudah tidak ada urusan lagi, Kakak pergi dulu ya." Ucap David sambil bangkit dari duduknya.


Lalu pandangan David bergulir pada Luna. "Adik ipar, Kakak iparmu yang tampan ini pergi dulu. Oya, aku hampir lupa. Kalau Jordan berani macam-macam, jangan segan-segan untuk merendamnya di air mendidih, supaya esnya mencair. Aku pergi dulu, bye-bye." David melambaikan tangannya.

__ADS_1


Jordan mendengus. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan kakaknya itu. Kenapa dia begitu konyol dan suka mempermalukan dirinya sendiri. Tapi memang begitulah sifatnya, meskipun terkadang menyebalkan, namun dia tetap kakaknya dan Jordan sangat menyayanginya. Meskipun kata sayang itu tidak pernah terucap secara langsung dari bibirnya.


"Ge, apa kau tidak merasa ada yang aneh dengan sikap, David Gege? Dia sangat mencurigakan, tidak bisanya David Ge datang bersama teman-temannya. Hanya perasaanku saja atau..."


"Aku juga merasa." Jordan menyela ucapan Luna. Dia merangkul sang kekasih lalu mengajaknya masuk ke dalam. "Tapi tidak usah terlalu dipikiran. Dia memang seperti itu. Ayo masuk," ucapnya dan dibalas anggukan oleh Luna. Jordan hendak menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.


xxx


Sekelompok pria tampan yang tergabung dalam 1 geng konyol bernama 'Balsem Geng' dan satu pria tampan yang minim eskpresi tampak serius melihat live drama romantis yang terekam di dalam laptop sang leader 'David Tang'.


Awalnya tidak ada yang special dari drama yang mereka saksikan, kecuali saat sang gadis memeluk pemeran utama pria dalam drama itu karna ketakutan saat hantu yang ada di film horror yang mereka tonton muncul secara tiba-tiba dan mengejutkan pemeran utama wanita.


Balsem Geng dan Nathan masih mengikuti alur cerita dalam live drama yang tanpa bosan mereka saksikan. Seperti menonton di bioskop, David dan Nathan cs juga menyiapkan makanan ringan dan minuman bersoda.


Dari pengamatan David, masih belum ada sesuatu yang special selain saat Jordan merawat kaki Luna yang sedang cidera. Lalu pagi harinya, Jordan membuatkan sarapan untuk gadis itu. Tapi ada 1 moment yang mereka lewatkan siang harinya, yang jika mereka melihatnya pasti akan menjerit histeris saking bahagianya.


Ya siang itu mereka melewatkan 1 moment yang paling mereka nantikan. Selain itu memang tidak ada CCTV yang David pasang di kamar Luna dengan alasan area privasi.


"David, jangan bilang jika ini adalah idemu? Memasang camera-camera itu." Nathan menatap David percaya.


David menaikkan sebelas alisnya, bibir kanannya tertarik keatas. Dia tersenyum miring. "Aku hanya tidak ingin melewatkan sesuatu yang penting." Jawabnya santai.


"Tunggu dulu." Suara Nathan kemudian mengintrupsi. Semua mata kini tertuju padanya."David, dari awal aku sangat penasaran. Apa kamar Luna kau beri kamera juga?" Nathan menatap David penuh selidik..

__ADS_1


Satu jitakan mendarat mulus di atas kepala Nathan."David, kau sudah bosan hidup ya?" geram Nathan dengan suara rendah.


"Bodoh. Kau itu jenius yang bodoh Nathan, dasar otak udang, mesum. Tentu saja tidak, tubuh Luna hanya untuk adikku seorang. Jadi mana mungkin aku memasang kamera di kamar adik iparnya. Lagipula itu area pribadinya, dan itu terlarang untuk umum." Jawab David, lalu mengambil satu batang rokok dan menyulutnya.


Leo menguap bosan. Kemudian menyandarkan tubuhnya pada sofa, menatap ogah-ogahan live drama pasangan muda itu. Sejauh ini masih tidak ada yang menarik, selain mereka yang hanya saling menatap menyelami keindahan mata masing-masing sampai akhirnya...


"KYYYYAAAAA, MEREKA BERCIUMAN." David langsung histeris dan meloncat keatas pangkuan Nathan yang kebetulan ada di sampingnya. Setelah menunggu dengan sabar selama hampir 1 jam, akhirnya scene yang mereka tunggu-tunggu akhirnya terjadi juga.


Semua orang tertegun, mata mereka membulat tak percaya. Semua menutup mulutnya, terutama Nathan. Dia tak dapat berkata apa-apa, bibirnya terkatup rapat. Berbeda dengan dewi batinnya yang berteriak kencang. 'Luna, kau sudah dewasa'. Ini memang perkembangan yang sangat mereka nantikan.


David tak dapat berkata-kata melihat serangan demi serangan yang Jordan layangkan pada Luna. Dia begitu hebat meskipun itu adalah pengalaman pertama bagi si bungsu Tang. Jangankan berciuman, dekat dengan wanita saja tidak pernah. Ciuman itu mengalir layaknya aliran sungai.


"Tidak disangka, adikku sangat lihai." David berteriak histeris melihat permainan lidah Jordan yang sangat liar.


"Panas, panas butuh oksigen." Leo mengibaskan kedua tangannya seolah-olah kegerahan.


David segera memeluk Nathan dengan penuh haru, dengan segala kealay-an-nya. Dia menitihkan air mata. "Akhirnya, kita akan berbesanan." Ucap David sambil menyeka air matanya.


Nathan hanya mengangguk, David kembali memeluk Nathan. Dia sangat terharu, karena Jordan yang dingin dan selalu menutup hatinya, akhirnya bisa jatuh cinta juga. Saking susahnya dekat dengan wanita, sampai-sampai banyak yang mengira dia tidak normal. Konyol memang, namun itulah bentuk sebuah kebahagian yang tak bisa mereka gambarkan.


xxx


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2