
Kebahagian orang tua adalah melihat anak-anaknya tumbuh dewasa dan sukses. Melihat putra pertamanya telah menikah dan memiliki keluarga yang bahagia membuat Jesslyn dan Luis merasa tenang. Apalagi Nathan sudah ada yang menjaga dan merawatnya. Jesslyn tak perlu lagi memikirkan apalagi mencemaskan keadaannya.
Diusianya yang tak lagi muda. Baik Jesslyn maupun Luis ingin menikmati hidupnya dengan tenang dan damai. Pergi berlibur ke luar negeri tanpa beban dan selama yang mereka mau.
Dan mereka berdua berencana merayakan ulang tahun pernikahannya di luar negeri, berdua saja tanpa anak-anaknya. Lagipula Lovely juga sudah cukup dewasa untuk ditinggal bepergian jauh, ada si kembar yang bisa menjaganya selama mereka tidak ada.
"Mi, berapa lama kau dan Daddy akan pergi?" Lovely menghampiri sang ibu yang sedang bersiap di kamarnya.
"Em, mungkin sepanjang musim dingin. Kenapa, Princess?"
"Lalu bagaimana jika aku sampai merindukan kalian?"
"Kan bisa video call, lagipula kau belum waktunya libur sekolah. Jadi Daddy dan Mami tidak bisa membawamu ikut," jelas Luis.
"Hao, aku tidak masalah. Tapi saat musim semi nanti kalian harus membawaku berlibur ke Jepang," ucap gadis cantik itu menuntut.
Jesslyn mengangguk. "Baiklah, Sayang. Jika itu yang kau inginkan. Nanti saat liburan musim semi kita pergi ke Jepang selama yang kau mau." Ia menepuk kepala putrinya sambil tersenyum lebar.
Impian Lovely adalah pergi berlibur ke Jepang. Melihat bunga sakura yang sedang bermekaran secara langsung di-sana. Dan beruntungnya lagi, orang tuanya setuju untuk membawanya berlibur ke sana saat musim semi nanti.
-
-
Luis dan Jesslyn masuk ke dalam jet pribadi yang hendak membawa mereka ke luar negeri. Nathan dan Vivian tidak datang untuk mengantar kepergian mereka berdua, karena memang Jesslyn dan Luis tidak memberitahu mereka berdua jika akan pergi berlibur ke luar negeri.
Pesawat mulai lepas landas, yang semakin lama semakin tinggi menuju angkasa luas. Terbang menuju sebuah benua yang masuk ke dalam 5 benua terbesar dunia.
Burung besi terbang tinggi. Dari atas awan putih yang menggumpal di langit, Jesslyn dan Luis dapat melihat daratan berwarna hijau kekuningan dan sekelebat perairan.
__ADS_1
Jesslyn mendekatkan wajah pada permukaan kaca pesawat, mencoba mengamati lebih lekat kontur geografis yang ada di bawah sana. Semuanya terlihat jelas, walau hanya sekadar memberi bayang-bayang awal.
Ia penasaran, apakah daratan Eropa di bawah sana akan sama seperti yang ia bayangkan dari ketinggian. Dan tujuan kepergian mereka kali ini adalah Yunani. Negara yang dikenal sebagai negara para Dewa karena di sanalah mitologi dan para Dewa berasal.
Sudah sejak beberapa tahun yang lalu. Jesslyn ingin sekali pergi ke Yunani, terutama pulau Santorini. Pulau yang di nobatkan sebagai tempat bulan madu paling romantis sedunia karena keindahan pulaunya. Itulah yang membuat pasangan pengantin baru berbondong-bodong pergi ke pulau cantik satu ini.
"Jika lelah sebaiknya kau tidur saja karena perjalanan kita masih panjang." Ucap Luis namun ditolak oleh Jesslyn.
"Tidak, aku ingin menikmati pemandangan dunia dari atas ketinggian. Jadi bagaimana mungkin aku bisa tidur sekarang." Jawabnya.
"Baiklah jika itu maumu. Aku saja yang tidur." Luis menyamankan posisinya sebelum menutup matanya dan pergi ke alam mimpi. Sedangkan Jesslyn tetap menikmati keindahan di bawah sana dari ketinggian.
Meskipun ini bukan pertama kalinya Jesslyn datang ke dataran Eropa, akan tetapi ini pertama kali baginya pergi ke pulau Santorini, Yunani. Dan rute yang dilewati pun berbeda, itulah yang membuatnya tidak ingin menyia-nyiakan perjalanannya kali ini.
-
Setelah menempuh perjalanan panjang dan melelahkan. Akhirnya mereka tiba di Yunani. Saat ini Luis dan Jesslyn tiba di rumah pribadi yang sengaja Luis beli sebelum pergi ke Pulau cantik ini.
Jesslyn membuka jendela kamar dan melihat matahari yang hampir terbenam di barat sana. Sangat indah dan menawan. Sungguh perjalanan panjang yang tak sia-sia.
"Mandilah dulu. Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu. Pasti kau lelah setelah menempuh perjalanan jauh. Setelah ini aku akan membawamu keluar untuk makan malam." Ucap Luis yang kemudian dibalas anggukan oleh Jesslyn.
Kebetulan sekali Jesslyn memang sudah sangat lapar, sejak pagi dia hanya memakan dua potong roti dan segelas susu saja. Dan kebetulan juga ia ingin merasakan makanan khas Yunani seperti Tzatziki, Souvlaki, Moussaka dan Spanakopita. Jesslyn memang sudah pernah memakannya, tetapi dia ingin merasakannya di negara asalnya secara langsung.
-
-
Usai makan malam. Luis membawa Jesslyn pergi jalan-jalan menikmati suasana malam di pulau Santorini. Begitu banyak tempat yang bisa di kunjungi saat malam hari. Keindahan Santorini memang tidak perlu di ragukan lagi, itulah yang membuat banyak pasangan mendambakan bulan madu di pulau cantik satu ini.
__ADS_1
"Benar-benar tempat yang sangat memukau. Rasa lelahku terbayar lunas setelah tiba disini." Ucap Jesslyn sembari melihat hamparan pasir pantai yang membentang luas dihadapannya.
"Sepertinya kita perlu menyarankan supaya Nathan dan Vivian pergi ke sini untuk berbulan madu." Ucap Luis seraya memeluk Jesslyn dari belakang.
Ibu dua anak itu mengangguk setuju. "Itu adalah ide yang sangat bagus. Dan sekarang ini, aku ingin menikmati kebersamaan romantis kita disini.",
Luis melepas pelukannya kemudian memutar tubuh Jesslyn. Posisi mereka saling berhadapan. Luis tersenyum lebar. Diraihnya tengkuk Jesslyn dan sebuah ciuman manis mendarat mulus di bibirnya. Disusul lum*tan dan pagutan pada bibir ranum tipis itu.
"Bagaimana kalau kita bekerja keras memberikan adik untuk Nathan dan Lovely?" Usul Luis sesaat setelah melepaskan tautan bibirnya.
Jesslyn menggeleng. "Aku belum kepikiran untuk memiliki anak lagi. Lagipula tujuanku datang kemari adalah untuk berlibur, bukan untuk membuat anak lagi." Ucapnya.
Luis menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Betul juga yang Jesslyn katakan. Lagipula memiliki bayi diusia mereka yang sekarang ini pasti tidak mudah, jadi memang harus merencanakan matang-matang jika memang ingin memiliki anak lagi.
"Betul juga yang kau katakan. Aku tidak akan memintamu untuk memiliki anak lagi sekarang. Tunggu sampai kau siap dan kita merencanakannya dengan matang. Baru kita pikirkan untuk memiliki anak lagi." Ujar Luis panjang lebar.
Jesslyn mengangguk. Dia setuju dengan pemikiran Luis. Semua memang harus direncanakan dengan matang dan perlu pertimbangan, tidak grusa-grusu asal jadi saja.
"Sudah malam. Sebaiknya ayo kita pulang."
Jesslyn mengangguk. "Ayo, kebetulan aku juga sangat lelah. Perjalanan kali ini cukup menguras tenaga juga," ujarnya. Jesslyn sudah sangat merindukan kasur empuknya.
-
-
The End
Hai riders, author kembali di novel ini untuk bawa satu ekstra part. Ada lagi chat dari pembaca untuk kasih part special Jesslyn-Luis. Semoga kakaknya puas ya. Dan terimakasih untuk semua pendukung cerita ini dari awal sampai akhir.
__ADS_1
Dan Author ingin mengucapkan banyak-banyak kata maaf bila banyak kata yang salah, typo bertebaran dimana-mana. Karena author hanyalah manusia biasa yang jauh dari kata sempurna!!