Istri Kedua CEO Lumpuh

Istri Kedua CEO Lumpuh
Special Part Jesslyn-Luis


__ADS_3

Jika kebanyakan pria menjadikan pekerjaannya sebagai prioritas utamanya, maka hal tersebut tidak berlaku bagi Luis. karena Luis selalu menjadikan keluarga dan istrinya sebagai prioritas utamanya.


Bagi seorang Luis Qin, tak ada yang lebih penting dari keluarga kecilnya. Mereka adalah segala-galanya baginya, dan lebih berharga daripada apapun di dunia ini termasuk uang dan berlian. Terutama Jesslyn, wanita yang sudah menemaninya dengan Setia selama puluhan tahun dalam keadaan suka maupun duka.


Besarnya cinta Luis pada Jesslyn memang bukan rahasia lagi. Semua orang sudah tahu seberapa besar cinta yang Luis miliki untuk Jesslyn, dan apapun akan dia lakukan untuk sang istri tercinta.


Hari ini contohnya, Luis rela melepaskan sebuah kerjasama yang jumlah keuntungannya tentu tidak sedikit. Tiba-tiba Jesslyn kurang enak badan, dan Luis melewatkan pertemuan pentingnya dengan salah satu koleganya hanya untuk menemani sang istri di rumah.


"Lu, kenapa kau masih di rumah? Bukankah kau bilang ada pertemuan penting dengan salah satu kolega mu," ucap Jesslyn melihat Luis masih dengan pakaian santainya. Celana panjang hitam dan sweater abu-abu berleher tinggi.


"Memang, tapi aku sudah membatalkan pertemuan itu." Jawabnya.


Jesslyn terkejut. "Kenapa harus dibatalkan? Bukankah kau bilang itu adalah sebuah pertemuan yang penting, dan kau sudah menunggu begitu lama untuk kerja sama ini. Kenapa saat kesempatan itu datang kau malah melewatkannya?" Jesslyn menatap suaminya penasaran.


Luis mengangguk, membenarkan apa yang Jesslyn katakan. "Ya, itu memang benar. Pertemuan itu memang sangat penting, tetapi bagiku tidak ada yang lebih penting darimu. Dan jika aku pergi, siapa yang akan merawatmu disini?" ujar Luis sambil mengunci sepasang biner Hazel istrinya.


"Tapi kau bisa mengalami rugi besar, Lu. Lagi pula keadaanku tidaklah separah itu, aku hanya kurang enak badan biasa. Istirahat sebentar juga pasti akan membaik. Pergilah, dan jangan sia-siakan kesempatan emas ini." Pinta Jesslyn.


Luis menggeleng. "Aku tidak akan pergi kemanapun, titik!!"


Jesslyn menghela nafas panjang. Kenapa suaminya ini begitu keras kepala, dia tahu niat baik Luis. Tetapi kerjasama itu juga sangat penting bagi suaminya, dan sepertinya Jesslyn harus melakukan sesuatu agar Luis mau pergi bertemu dengan koleganya.


"Pergi atau aku akan mendiamimu selama tujuh hari tujuh malam?! Jangan hanya memikirkan satu sisi saja, Luis!! Jika kau mengalami kerugian, lalu bagaimana nasib para karyawanmu?! Bukankah jika kerjasama ini berhasil, bukan hanya kau saja yang untung, tapi semua orang bisa merasakan hasilnya. Jadi jangan egois, dan berpikirlah secara dewasa!!"


Dengar ucapan dan ancaman Jesslyn membuat Luis terdiam. Memang benar apa yang wanita itu katakan, dia memang tidak boleh egois dan melihat dari satu sudut pandang saja.


"Baiklah kalau begitu, aku akan pergi sekarang. Setelah selesai, aku akan langsung pulang."


Jesslyn tersenyum lebar. "Nah, ini baru suamiku. Aku sudah menyiapkan baju kerjamu," ucap Jesslyn yang kemudian di balas anggukan oleh Luis.

__ADS_1


Setelah berganti pakaian, Luis pun langsung pergi menuju tempat pertemuan. Iya juga sudah menghubungi kembali koleganya, dan mereka sepakat untuk bertemu. Untung saja dia tidak marah apalagi kecewa, karena Luis sempat membatalkan pertemuan penting mereka.


"Ya sudah, aku pergi dulu. Baik-baik di rumah, aku akan segera kembali. Kalau pusing ataupun mual lagi, segera hubungi aku." Pinta Luis.


Jesslyn mengangguk. "Baiklah, aku mengerti."


-


-


"Senang kerjasama dengan Anda tuan, Qin!!"


Mereka berdua saling berjabat tangan setelah menyetujui kerjasama tersebut. Jika proyek yang mereka kerjakan berhasil, maka kedua belah pihak bisa mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Dan proyek itu baru dimulai bulan depan.


"Senang juga bekerjasama dengan anda, Tuan Mayer." Luis tersenyum membalas uluran tangan rekan kerjanya tersebut.


Setelah pertemuan itu selesai. Luis memutuskan untuk langsung pulang. Dia hanya mampir sebentar ke restoran untuk membeli makanan untuk Jesslyn. Ini sudah waktunya makan siang, Jesslyn sedang sakit jadi dia pasti tidak ada waktu untuk memasak.


Setelah mengganti pakaiannya dengan yang lebih santai. Luis meninggalkan kamarnya dan pergi ke ruang kerjanya untuk memeriksa beberapa email yang masuk hari ini. Dia juga harus melihat bagaimana perkembangan proyeknya yang ada di Korea. Ternyata putranya itu memang bisa diandalkan, semua berjalan seperti yang Luis harapkan.


Berbeda dengan Lovely yang lebih banyak mewarisi sifat Jesslyn, Nathan justru sebaliknya. Dia lebih banyak mewarisi sifatnya, baik itu keahliannya dalam dunia bisnis maupun sifat dinginnya. Nathan adalah Luis versi muda.


Perhatian Luis teralihkan oleh suara dering pada ponselnya. Nama Nathan terlihat menghiasi layar ponselnya yang menyala terang. Luis pun segera menerima panggilan tersebut.


"Halo, Nathan. Ada apa, Nak? Tumben sekali kau menghubungi Daddy di jam segini, apa ada masalah?" tanya Luis memastikan.


"Tidak ada, Dad. Aku hanya ingin bertanya kapan kalian berdua kembali ke Korea? Kasihan Lovely, dia sangat merindukan mami. Kalian berdua baik-baik saja kan di sana?" tanya Nathan.


"Ya, hanya saja dari semalam mamimu kurang enak badan. Cuaca di sini lebih dingin daripada di Korea, jadi mamimu terkena flu ringan." Jawab Luis.

__ADS_1


"Lalu Bagaimana keadaan bumi saat ini? Apa dia sudah baikan, perlu aku dan Vivian menyusul ke sana?"


"Tidak perlu, mamimu sudah tidak apa-apa. Daddy juga sudah membawanya ke dokter, dan sekarang mamimu sedang istirahat. Sebaiknya hal ini jangan beritahu Lovely, Daddy tidak ingin membuatnya khawatir."


"Aku tau, Dad. Nanti aku telfon lagi, masih banyak pekerjaan yang harus segera kuselesaikan." Ucap Nathan lalu memutuskan sambungan teleponnya.


Pandangan Luis selalu bergulir pada jam yang menggantung di dinding, dan waktu menunjukkan pukul 11.50 siang. Pria itu bangkit dari duduknya dan melenggang pergi meninggalkan ruang kerjanya.


Luis untuk membangunkan Jesslyn untuk makan siang. Istrinya itu sedang sakit, jadi dia tidak boleh sampai telat makan. Apalagi Jesslyn juga memiliki riwayat penyakit lambung.


"Sayang, bangun dulu ayo makan siang." Luis mengguncang pelan lengan istrinya. Membuat mata Jesslyn terbuka perlahan.


Wanita itu mencoba untuk duduk, namun gagal karena rasa pusing yang mendarat kepalanya. Dan Luis pun tak tinggal diam, iya segera membantu Jesslyn untuk duduk.


"Kau sudah pulang?" ucap Wanita itu sambil menatap suaminya.


"Aku sudah pulang dari tadi, tapi aku tidak tega untuk membangunkanmu. Jadi aku membiarkanmu istirahat. Aku sedang membelikanmu bubur kesukaanmu, kita makan siang sama-sama. Kemudian minum obatmu supaya kau segera membaik." Ucap Luis yang kemudian dibalas anggukan oleh Jesslyn.


"Baiklah,"


Jesslyn tersenyum tipis. Betapa Dia sangat beruntung memiliki suami seperti Luis, dia selalu menjadikannya dan anak-anak sebagai prioritas utamanya. Dan Luis akan memberikan perhatian lebih, ketika dirinya sedang kurang enak badan.


Sungguh, Luis adalah sosok suami idaman. Dan Jesslyn adalah wanita yang sangat beruntung karena memiliki suami sepertinya. Tak ada apapun lagi yang Jesslyn inginkan di dunia ini. Karena apa yang dia inginkan telah ia dapatkan.


-


-


Bersambung.

__ADS_1


Halo selamat sore riders, pasti banyak yang bertanya-tanya kenapa beberapa bab special ini cuma ada Jesslyn dan Luis. Karena ini adalah ekstra part khusus mereka berdua. Pembaca banyak yang rindu kemesraan mereka, dan ada beberapa yang Chat secara pribadi supaya dibuatkan ekstra part khusus mereka. Jadi Author mengabulkannya.


__ADS_2