
Bruggg...
Tubuh gadis itu tersungkur dan berkahir di tanah setelah tanpa sengaja bertabrakan dengan seseorang yang berdiri menjulang di depannya. Refleks dia mengangkat wajahnya dan seseorang dalam balutan jas hitam menatapnya datar padanya.
"Nanti aku hubungi lagi," kemudian dia mengakhiri panggilan teleponnya begitu saja tanpa mengalihkan pandangannya dari gadis itu 'Luna'
"Kau tidak punya mata, ya? Apa kau tidak lihat aku yang sebesar ini berjalan di depanmu?!" ujar Luna, dia menatap laki-laki itu dengan kesal.
"Jelas-jelas kau yang salah karena jalan tidak memakai mata!!" jawabnya tidak mau kalah.
"Kau bodoh , ya? Di mana-mana orang jalan itu menggunakan kaki bukan mata!!" ucap Luna menyalahkan perkataan lelaki tersebut.
Laki-laki itu menghela napas. Jika dia menanggapi ocehan gadis aneh di depannya ini, bisa-bisa ia terlambat sampai di kantor. Apa lagi ada rapat penting lagi ini. Tanpa mengatakan apapun, dia melenggang pergi meninggalkan Luna. Bahkan dia tidak menghiraukan teriakan wanita itu yang menghujaninya dengan berbagai sumpah serapah.
__ADS_1
Luna menghela napas. Dia tidak tahu kesialan apa yang dialami pagi ini, sampai-sampai harus bertemu dengan pria menyebalkan seperti itu.
Gadis itu bangkit dari posisinya sambil membersihkan debu-debu yang menempel di pakaiannya. Tiba-tiba sebuah tangan terulur padanya, Luna mengangkat kepalanya dan mendapati seorang lelaki tampan berdiri di hadapannya.
"Mari saya bantu. Nona, tidak apa-apa kan?" tanya laki-laki itu memastikan. Luna menggeleng meyakinkan padanya jika dia baik-baik saja. "Atas namanya, saya minta maaf. Dia memang seperti itu orangnya." Ucap laki-laki itu sambil membantu Luna untuk berdiri.
"Kau mengenalnya?" tanya Luna memastikan.
laki-laki itu menganggukkan kepala "Ya, aku mengenalnya. Dia adalah adikku, dan sifatnya memang seperti itu. Dia yang dingin, arogan dan bermulut tajam, tapi dia bukan orang jahat kok." Ucap laki-laki tersebut.
"Baik, nanti akan aku sampaikan." Jawab laki-laki itu
Tanpa menghiraukan lelaki tersebut, Luna beranjak dan meninggalkan laki-laki itu begitu saja. Dan mimpi buruk apa yang dialami semalam, sampai-sampai harus mengalami hari yang sangat buruk. Luna segara menghentikan taksi ,dia harus sampai di kampus tepat waktu. Dia tidak ingin mendapatkan masalah dari dosen barunya yang katanya super killer.
__ADS_1
xxx
Wanita-wanita itu merapikan penampilan mereka saat seorang lelaki tampan dalam balutan jas hitam rapi memasuki ruangan di mana mereka berada. Kaca mata yang bertengger di hidung mancungnya. Dia adalah dosen baru Di S.N.U.
"Selamat pagi, Tang Songsaenim. Perkenalkan saya adalah Miss Selena, salah satu dosen yang paling terkenal di kampus ini."
"Kalau saya, Miss Lusi. Dosen paling cantik dan menarik di sini."
"Jangan terkecoh oleh mereka berdua. Mereka memang cantik dan langsing, tapi aku yang paling bohay. Selamat datang dan bergabung di S.N.U, Tang Songsaenim. Saya adalah Miss Eliza, senang menyambut Anda."
Para Dosen wanita memperkenalkan diri masing-masing pada Jordan. Namun hanya di sikapi dingin olehnya. Jordan bersikap dingin dan acuh, dia hanya membungkuk singkat kemudian berjalan menuju mejanya.
Jordan Tang, adalah seorang Tuan Muda dari keluarga ternama. Dia rela melepaskan posisinya sebagai CEO hanya demi mengejar cita-citanya sebagai dosen. Sedangkan posisi CEO di tempati oleh kakak angkatnya, David Tang.
__ADS_1
xxx
Bersambung