
Waktu berjalan dengan begitu cepat. Rasanya baru kemarin Aster melahirkan Lovely, namun siapa yang menduga jika sekarang dia telah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan penuh pesona. Usia lovely di tahun ini genap 20 tahun, dan rencananya Luis serta Jesslyn akan membuat perayaan ulang tahun untuk putrinya tersebut. Namun itu baru rencana dan belum final.
Ketukan pada pintu mengalihkan perhatian Lovely yang sedang berias di kamarnya. Gadis cantik itu menoleh dan mendapati sang ibu menghampirinya.
"Lovely Sayang, Kau sudah mau berangkat?" tanya Jesslyn dan di balas anggukan oleh Lovely.
"Mi, aku memiliki satu permintaan untukmu dan kau harus mengabulkannya." Lovely menatap sang ibu dengan serius.
Jesslyn memicingkan matanya dan menatap Lovely dengan penasaran. Memangnya permintaan apa sampai-sampai dia harus memasang ekspresi yang begitu serius. "Katakan saja, Sayang. Jika permintaanmu tidak aneh-aneh pasti Mami akan mengabulkannya," jawab Jesslyn.
"Mi, jangan memanggilku dengan sebutan Lovely lagi! Sekarang Aku sudah besar, dan panggilan itu terlalu mengerikan untuk gadis seusiaku." Ujar Lovely mengeluh.
__ADS_1
'Lalu kau ingin Mami memanggilmu dengan sebutan apa?" tanya Jesslyn memastikan.
"Tentu saja panggil aku dengan nama asli, bukan panggilan sayang!?" jawab Lovely menegaskan.
Ya, Lovely adalah panggilan sayang yang di berikan oleh Jesslyn pada Lovely ketika dia masih bayi dulu. Dan nama Asli Lovely adalah Luna, sekarang Lovely ingin di panggil dengan nama aslinya, bukan nama panggilan masa kecilnya.
Jesslyn menghela napas. Rupanya putrinya sudah dewasa, Jesslyn putrinya masih anak-anak. bisanya begitu cepat waktu ini berlalu. Sepertinya baru kemarin dia melahirkan Lovely , bukan...tapi Luna. Tapi sekarang dia sudah dewasa dan usianya hampir dua puluh tahun.
"Nah, begitu dong. Kan lebih enak di dengar." Ucap Lovely sambil tersenyum lebar. Akhirnya dia di panggil dengan nama aslinya , bulan nama panggilan kecil. Dan memang itu yang Luna harapkan. "Oya, Ma. Ini sudah siang, aku pergi dulu ya." Luna mencium pipi Jesslyn dan pergi begitu saja.
Luna tidak ingin terlambat di hari pertamanya kuliah. Dia datang sebagai mahasiswi baru, atas desakan Jesslyn akhirnya Luis setuju untuk memindahkan Luna ke Korea. Satu tahun dia berada di luar negeri dan itu membuat Jesslyn sangat merindukannya.
__ADS_1
"Setidaknya minum susumu dulu!!" seru Jesslyn dengan suara sedikit meninggi.
Luna menggeleng. "Maaf, Mi. Sudah tidak sempat, bisa terlambat tiba di kampus jika menundanya lagi." Jawab Luna di tengah langkahnya. Dia sudah menunda banyak waktu dan Luna tidak bisa menundanya lagi.
Jesslyn hanya bisa menghela napas. dan menggelengkan kepala melihat tingkah putri bungsunya. Yang dewasa hanya usianya, bukan sikapnya. Karena sikap Luna masih saja kenakalan seperti itu. Dan di mata Jesslyn, Luna tetaplah gadis kecilnya yang sangat imut dan menggemaskan.
"Ada apa dengan ekspresimu itu? Apa Lovely membuatmu kesulitan lagi?" tanya Luis melihat wajah murung istrinya.
Jesslyn menggeleng. "Aku hanya masih belum percaya jika putri kita telah tumbuh dewasa dan menjadi gadis yang sangat cantik. Satu hal lagi, membaginya dengan sebutan Lovely karena dia tidak suka. Dia ingin di panggil dengan nama aslinya, yakni Luna..."
xxx
__ADS_1
Bersambung