Istri Kedua CEO Lumpuh

Istri Kedua CEO Lumpuh
Hukuman Untuk Tao


__ADS_3

Luis tidak bisa mendefinisikan kebahagiaannya saat ini. Kembalinya Jesslyn ke sisinya ditambah hadirnya Nathan membuat hidupnya yang semula biasa-biasa saja menjadi sempurna. Luis pikir dia telah kehilangan Jesslyn untuk selama-lamanya, tapi takdir baik masih berpihak padanya.


Setelah 7 tahun berpisah, ia dipertemukan kembali dengan Jesslyn. Wanita yang dulu pergi sambil membawa kunci hatinya, dan Luis merasakan kebahagiaan yang berlipat-lipat ganda saat ia tau jika ternyata dia telah menjadi seorang ayah.


Nathan, seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun. Orang misterius yang memintanya untuk datang ke London.


Dan disini mereka sekarang. Luis membawa Jesslyn dan Nathan pergi ke Lotte World. Sedewasa apapun sikap Nathan, dia tetaplah anak-anak. Buktinya dia sangat antusias ketika Luis mengajaknya ke taman bermain. Saat ini Nathan sedang menaiki salah satu wahana permainan di Lotte World.


Nathan menaiki rollercoaster bersama si kembar. Dari semua wahana yang ada, dia memilih menaiki wahana ekstrem tersebut. Mereka takut ketinggian.


Awalnya Rio dan Marcell menolaknya, tapi Nathan malah mencibirnya habis-habisan dan menyebut mereka berdua pengecut. Tak ingin diremehkan oleh bocah berusia 6 tahun, akhirnya mereka berdua setuju untuk naik wahana tersebut.


"Daddy, Mami." Seru Nathan setelah dia turun dari wahana.


Bocah itu dalam keadaan baik-baik saja, berbanding balik dengan si kembar yang saat ini tengah mengeluarkan semua isi perutnya disemak-semak. "Sayang, kau tidak apa-apakan?" Tanya Jesslyn memastikan. Dia takut jika Nathan merasa pusing apalagi mual.


Nathan menggeleng. "Aku tidak apa-apa, Mi. Tapi mereka berdua yang tidak baik-baik saja." Jawabnya sambil menunjuk Rio dan Marcell. Keduanya berjalan sedikit sempoyongan seperti orang mabuk.


"Hahaha... Dasar Cemen, masa kalah sama anak kecil!!" Cibir Tao melihat kondisi mereka yang begitu mengenaskan.


"Diam kau, Panda!! Kita berdua masih lebih baik darimu, kami tidak kabur meskipun berakhir mengenaskan. Kau pura-pura sakit perut supaya tidak diajak naik wahana gila itu kan?!" Tebak Rio 100% benar.


"Mana ada, aku sakit perut beneran kok. Dan anggap saja itu sebagai karma karena kalian selalu menistakanku. Tuhan bersikap adil dengan memberikan hukuman pada kalian melalui orang lain," Tutur Tao.


"Ngomong-ngomong soal hukuman. Sepertinya kau belum memberinya hukuman, Lu." Tiba-tiba Jesslyn menyinggung soal hukuman untuk Tao.


Jesslyn ingat saat Luis mengatakan akan memberikan hukuman pada Tao, tapi hukuman itu belum juga dia berikan sampai detik ini. Dan Jesslyn bermaksud mengingatkan Luis akan hukuman tersebut.


"Hn, kau benar juga. Aku hampir lupa karena banyak hal yang sedang aku urus akhir-akhir ini. Naik salah satu wahana ekstrem disini, masuk rumah hantu atau potong gaji+bonus bulan ini+tidur dikamar mandi. Kau bisa memilih salah satunya."


Wajah Tao langsung memucat. Dia paling takut dengan yang namanya hantu dan wahana ekstrim, tentu saja dia tidak akan pilih keduanya. Tapi kalau dia pilih potong gaji+bonus+tidur dikamar mandi, itu lebih mengerikan lagi. Sudah lama Tao tidak mengunjungi kucing-kucing liarnya di club' malam langganannya.

__ADS_1


Tao dirundung rasa galau saat ini. Dia bingung harus memilih hukuman yang mana, masuk rumah hantu, naik wahana ekstrim atau potong gaji+bonus+tidur di kamar mandi. Pilihan yang Luis berikan sangat sulit untuk dipilih.


"Huhuhu, apa tidak ada hukuman yang lebih ringan dari itu? Tuan, masa kau setega itu padaku. Aku ini kan anak buahmu yang paling tampan, imut dan bisa diandalkan. Yang lain saja ya," mohon Tao.


"Oh, jadi kau ingin ku kirim ke Afrika Selatan?! Tidak masalah, katakan saja kapan kau ingin pergi, akan segera kukabulkan."


"Tidak!! Aku pilih rumah hantu saja!!" Tao menjawab cepat.


"Oke, Rio dan Marcell akan menemanimu ke dalam." Putus Luis.


Marcell dan Rio tertawa puas. Sepertinya mereka belum sadar dengan apa yang baru saja Luis katakan. Sampai akhirnya..."APA?!" Mata mereka membelalak dan memekik sekencang-kencangnya. "HUAA...!! KAMI TIDAK MAU..."


"Hahahaha... Mampu kalian, ayo masuk ke dalam dan temani aku bersenang-senang dengan setan jadi-jadian di dalam sana," Tao menyeret mereka berdua masuk ke dalam rumah hantu.


Jika masuk sendirian, Tao pasti akan langsung mati berdiri, tapi dia akan pergi bersama si kembar. Dia tidak perlu uji nyali sendiri, Tao bisa balas dendam pada mereka berdua dengan menjadikan si kembar sebagai tamengnya.


"Mi, aku lapar."


"Di kedai itu saja, jika mereka sudah keluar dari rumah hantu kita bisa tau." Jawabnya yang kemudian dibalas anggukan Jesslyn dan Luis.


"Baiklah kalau begitu, ayo." Luis membawa sang putra ke dalam gendongannya.


Sebenarnya Nathan tidak ingin digendong, dia merasa malu, tapi Nathan juga tidak bisa menolaknya. Pelukan sang ayah begitu hangat dan membuatnya merasa tenang, nyaman dan terlindungi.


.


.


"KYYYAAA!!! SIAPA PUN TOLONG SELAMATKAN AKU DARI MAHLUK JADI-JADIAN INI!!"


Tao dan si kembar keluar dari rumah hantu sambil berteriak histeris. Bukan karena dikejar oleh hantu penghuni wahana tersebut, bahkan yang mengejar mereka jauh lebih mengerikan dari hantu sekalipun.

__ADS_1


Siapa yang menduga dan menyangka jika 70% penghuni rumah hantu adalah mahluk paling mengerikan di dunia. Ya, mereka adalah wanita jadi-jadian(Banc!) Pantas saja wahana itu disebut sebagai rumah hantu, karena penghuninya adalah nenek moyangnya setan.


"Ganteng, jangan lari dong. Temani Ningning, ganteng tunggu!!"


"KYYYAAA!!! Paman, Bibi, selamatkan kami dari mahluk dua alam ini, huhuhu!!" Teriak Rio histeris.


Mereka bertiga menghampiri Jesslyn, Luis dan Nathan yang saat ini berada disalah satu cafe di Lotte World. Mereka langsung menutup pintu cafe rapat-rapat setelah tiba di dalam. Sementara mahluk dua alam yang mengejar mereka tak mau menyerah.


Salah seorang karyawan cafe menghampiri ketiga laki-laki tampan itu dan meminta mereka membuka pintu, tapi mereka bertiga menolaknya.


Nathan mendengus, dia bangkit dari duduknya, sepertinya dia perlu turun tangan untuk menyelesaikan masalah mereka bertiga. Baik Jesslyn maupun Luis sama-sama tidak mengerti apa yang sedang di rencanakan oleh putra mereka.


"Minggir, biar aku yang menghadapi dia. Buka pintunya," pinta Nathan tanpa basa-basi.


"Prince, kau mau apa? Jangan macam-macam, dia itu sangat berbahaya. Bagaimana kalau mahluk dua alam itu malah mengganggumu, kau itu sangat imut dan menggemaskan!!" Tutur Marcell.


"Hn, aku bisa mengatasinya!!" Nathan membuka pintu cafe lalu menghampiri mahluk jadi-jadian itu.


Mata Tao dan si kembar memicing melihat mahluk itu langsung lari terbirit-birit setelah berbincang singkat dengan Nathan. Sebelum pergi, wanita jadi-jadian itu menatap sekilas pada ketiganya dan menunjukkan tatapan jijik.


Nathan kembali ke dalam. Tao yang penasaran langsung bertanya pada bocah laki-laki itu. "Tuan Muda, memangnya apa yang kau katakan pada mahluk dua alam itu? Kenapa dia bisa langsung pergi begitu saja?"


"Aku bilang padanya kalau kalian bertiga mengidap panu dan kurap!!" Jawab Nathan dan membuat mata ketiganya membelalak.


"APA?! PANU DAN KURAP?!"


-


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2