Istri Kedua CEO Lumpuh

Istri Kedua CEO Lumpuh
Tidak Mengerti


__ADS_3

Luna sedang membantu Jesslyn menyiapkan makan malam ketika Jordan datang untuk menjemputnya. Awalnya Jordan Berencana untuk lembur kerjaannya yang terlalu menumpuk, namun hal tersebut segera dia urungkan saat mengingat kondisi Luna saat ini. Dan akhirnya dia memutuskan untuk pulang.


Kedatangan Jordan disambut oleh Luis yang kebetulan ada di rumah. Ayah dua anak itu memutuskan untuk segera pensiun dan menyerahkan posisinya pada Nathan, putra pertamanya. Karena Luis ingin menghabiskan masa tuanya dengan bersantai tanpa harus memikirkan dokumen-dokumen menyebalkan yang selalu membuatnya sakit kepala.


"Nak, Papa dengar di kantormu terjadi masalah. Memangnya apa yang terjadi?" tanya Luis. Dia tampak cemas ketika menatap menantunya tersebut.


Jordan menggeleng. "Bukan masalah yang besar kok, Pa. Jadi Papa tidak perlu mencemaskannya karena aku sudah membereskannya." ucap Jordan.


"Bagaimana Papa tidak cemas, Jordan? Apalagi Papa dengar sempat terjadi keributan di sana. Memangnya siapa yang datang dan membuat keributan di kantormu?" tanya Luis penasaran.


"Mama, dan putra sulung dari suami keduanya. Mereka datang untuk mengambil alih posisiku, menurut mereka Evan yang lebih pantas menempati posisi itu dibandingkan diriku." Tukas Jordan.


Luis menautkan alisnya. "Mirah?" ucapnya memastikan. Jordan mengangguk, menjawab pertanyaan ayah mertuanya.


Luis menghela napas. "Papa, sendiri benar-benar tidak habis pikir dengan wanita itu. Bisa-bisanya dia tiba-tiba datang lalu meminta sebuah jabatan setelah meninggalkan kalian selama puluhan tahun. Benar kata ayahmu, jika ibumu adalah wanita yang tampak dan gila harta." ujar Luis.

__ADS_1


"Aku sendiri tidak habis pikir dengan wanita itu. Apa dia pikir karena sudah melahirkan ku, maka aku akan memberikan semua yang aku miliki padanya? Dia bermimpi terlalu tinggi," ucap Jordan dengan seringai tajam di sudut bibirnya.


Lagipula mana mungkin Jordan akan menyerahkan posisinya saat ini pada mereka. Memangnya siapa mereka? Sampai-sampai dia harus mengalah pada orang asing. Sejak Mirah memutuskan untuk meninggalkannya, sejak saat itu Jordan tidak menganggapnya sebagai ibu lagi.


"Ge..."


Perhatian dua pria berbeda usia itu teralihkan oleh seruan dari arah dapur. Terlihat Luna yang datang dengan senyum lebarnya. Tanpa peduli dengan keberadaan ayahnya, dia langsung memeluk Jordan dengan erat. "Ge, aku merindukanmu." Rengek Luna sambil membenamkan wajahnya di dada bidang Jordan.


Jordan melirik sekilas ke arah Luis yang sedang tersenyum. Dia merasa tidak enak pada ia mertuanya karena kelakuan Luna yang seperti bocah. Bisa-bisanya dia bersikap manja tanpa rasa suka sedikitpun meskipun ada Ayahnya di sana.


Wanita itu menggeleng. "Aku tidak peduli. Anggap saja Papa patung."


Sejak dinyatakan hamil oleh dokter, sikap manja Luna pada Jordan jadi berlipat-lipat ganda. Dia ingin terus menempel pada suaminya dan tidak pernah ingin jauh darinya, tapi sayangnya tidak bisa karena Jordan harus bekerja, dan Luna memahaminya.


Namun ketika Jordan berada di rumah, maka pemandangan mengesalkan yang akan terlihat karena Luna yang tidak pernah mau jauh-jauh dari Jordan. Luna selalu nempel padanya, bahkan ketika Jordan berada di kamar mandi, maka wanita itu akan menunggunya di luar.

__ADS_1


Gila memang, tapi itu adalah salah satu bawaan orang hamil muda. Untungnya Jordan memahami.


"Kalau begitu biar Papa saja yang pergi. Papa, tidak ingin menjadi obat nyamuk kalian berdua." Luis bangkit dari kursinya dan pergi begitu saja. Meninggalkan Putri dan menantunya.


Melihat Sikap mereka Luna pada Jordan membuat Luis geli sendiri, seketika dia teringat pada Jesslyn ketika hamil Luna dulu. Dia juga sangat manja dan maunya semua keinginannya harus dituruti, karena jika tidak maka Jesslyn akan marah dan ngambek sampai berhari-hari.


"Sini, biar aku bantu." Luis mengambil piring dari tangan Jesslyn lalu meletakkannya di atas meja.


"Kenapa kesini, lalu bagaimana dengan Jordan?" tanya Jesslyn.


"Tidak perlu mencemaskannya, sudah ada putrimu yang menemaninya. Melihat tingkah Luna yang begitu manja pada Jordan, membuatku teringat padamu ketika hamil Luna dulu. Kau sering sekali membuatku frustasi dan rasanya ingin bunuh diri," tukas Luis yang disambut kekehan oleh Jesslyn.


Tanpa mengatakan apapun dan menghiraukan Luis yang tampak kesal karena dia menertawakannya. Jesslyn pergi begitu saja memanggil Luna dan Jordan untuk makan malam bersama. Dan selanjutnya makan malam mereka jalani dengan tenang.


xxx

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2