Istri Kedua CEO Lumpuh

Istri Kedua CEO Lumpuh
Dasar Nenek Sihir


__ADS_3

Luna menatap Selena dengan sebal. Selalu saja dia mencari kesempatan dalam kesempitan untuk mencari perhatian Jordan. Dasar murahan, meskipun tidak ada respon, tapi dia tetap saja menempel seperti benalu.


"Tang Songsaenim." Panggil Selena. "Aku dengar kau tidak menyukai keramaian, bagaimana jika kau jalan-jalan keluar denganku?" Tawar Selena. Meskipun disini hanya ada kita bertiga, tapi suasananya sangat tidak nyaman, sangat berisik.


Hening !!


Jordan tidak memberikan jawaban apa-apa, hanya menatap Selena dengan pandangan datar. Onyx Jordan yang dingin bergulir pada lengan kirinya yang di sentuh seksual oleh Selena.


"Tidak menyangka jika kau memiliki otot sekokoh ini, dan tribal ini sangat indah." Selena mendekatkan wajahnya, mengarahkan bibir merahnya pada tribal tatto di lengan kiri Sasuke. Jika saja-----"


"DASAR NENEK SIHIR TUKANG NYARI KESEMPATAN." Selena terlonjak kaget karena teriakan itu. Dia mendengus, menoleh menatap Luna dengan tatapan membunuh.


Luna yang memang sengaja hanya menampilkan cengiranya sambil mengangkat ponselnya dan menunjukkan pada Selena, Selena mendecih. Lagi-lagi dia mengacaukan rencananya.


"Sialan kau Luna." Dengan perasaan bercampur aduk, Selena bangkit dari duduknya lalu menyambar tasnya.


Tanpa pamit pada sang empunya rumah. Selena meninggalkan kediaman Jordan, senyum kemenangan kembali menghiasi wajah manis Luna. Gadis cantik itu terkikik geli melihat ekspresi wajah Selena yang kesal bercampur marah, rasanya Ia berteriak sambil melompat-lompat.

__ADS_1


Di dalam rumah itu hanya menyisakan Jordan dan Luna berdua. Duduk bersama menonton film horor yang baru saja Jordan beli siang tadi.


Glekkk .. !!


Susah payah Luna menelan salivanya melihat pemandangan mengerikan di balik layar flat di depannya. Buru-buru menutup matanya dengan kedua tangannya saat hantunya muncul, namun juga mengintip dari sela-sela jarinya.


Jordan melirik tingkah gadis di sebelahnya melalui ekor matanya, ada rasa geli yang menggelitik melihat tingkah gadis itu "Kyyyaaaa." Luna tiba-tiba berteriak lalu menubruk dada Jordan dan menyembunyikan wajahnya saat melihat hantu menyeramkan muncul secara tiba-tiba.


Tubuh Jordan menegang karena pelukan Luna yang tiba-tiba, sebisa mungkin Ia menyembunyikan debaran jantungnya yang kian menjadi. Namun semakin lama, Jordan semakin merasa nyaman dengan tindakan gadis itu, menundukkan wajahnya menatap helaian coklat yang bersandar di dada bidangnya.


Kemudian Jordan mengangkat tangan kanannya yang kemudian Ia lingkarkan pada pinggang Luna, bibirnya mendekati telinga gadis itu lalu membisikkan sesuatu di sana.


Degg...


Mata Luna terbelalak, sontak Ia mengangkat wajahnya. Dalam jarak yang terlampau dekat, Jordan merasa waktu seakan berhenti. Kesadarannya seolah tersedot oleh keindahan sepasang Hazel milik Luna. Rasa hangat menjalari ke seluruh bagian tubuhnya. Tangan Jordan bergerak membelai helaian panjang milik gadis itu yang terurai. Hanya satu kata yang terlintas di pikirannya.


Cantik .. !!!

__ADS_1


Satu kata yang menggambarkan keindahan di depannya. Dan Jordan menyukai apa yang di lihat oleh sepasang onyx kelam miliknya. Jordan tak melewatkan pemandangan indah itu sedikitpun.


Baik Jordan maupun Luna, mereka sama-sama tidak bisa meredam detak jantungnya yang berdetak lebih cepat. Sama-sama merasakan detak jantungnya berdetak seirama, sama-sama merasakan debaran yang sama. Sama-sama saling terhipnotis oleh keindahan mata masing-masing.


Sadar atau tidak, Jordan semakin mendekatkan wajahnya dan mempersempit jarak diantara mereka. Sepasang Hazel itu perlahan terpejam, tanpa ada perlawanan. Akhirnya kedua bibir itu pun menyatu, Jordan benar-benar kehilangan kontrol atas dirinya sendiri.


Tubuh Luna mendadak kaku saat merasakan lumattan-lumattan lembut pada bibirnya. Jordan melepaskan ciumannya, mereka bertatapan dalam beberapa detik. Sebelum Jordan kembali menarik tengkuk Luna dan mencium bibirnya. Luna mulai memberanikan diri membalas ciuman Jordan, kedua tangannya bergelayut manja pada leher sang Adonis.


Mata itu sama-sama terbuka, lalu pandangan Luna bergulir pada lengan kiri Jordan di mana tribal yang sangat Ia kagumi berada. Beruntung kemeja tanpa lengan yang malam ini Jordan kenakan, hingga Luna bisa leluasa menyentuhnya. Tangannya merayap menyusuri tribal itu, merasakan tekstur lengan berotot Jordan yang kekar. Kemudian tangan itu beralih meraba permukaan pipi Jordan yang masih tertutup perban, lalu pandangannya kembali pada onyx yang masih terus menatapnya.


Bibir Luna yang sedikit terbuka membuat hasrat Jordan untuk semakin memperdalam ciumannya meningkat berkali-kali lipat. Mereka saling berpagut penuh hasrat, kepala mereka bergerak ke kanan-kiri sesuai irama. Kecapan-kecapan terdengar, bibir Jordan mengullum dan menghisap bibir Luna lalu dia membalas dengan menjillati bibir atas dan bawah milik Jordan secara bergantian.


Luna membuka bibirnya saat lidah Jordan mendesak dan memaksa untuk masuk, lidah mereka saling melilit di dalam mulut Luna, hingga terdengar bunyi 'cup'.


Ciuman panas itu membangkitkan hasrat mereka untuk melakukan lebih, pada akhirnya Sasuke melepaskan bibirnya. Bibir mereka sama-sama basah, nafas mereka sama-sama memburu. Saling berebut oksigen sebanyak-banyaknya untuk mengisi paru-paru mereka yang mulai menipis.


xxx

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2