Istri Kedua CEO Lumpuh

Istri Kedua CEO Lumpuh
Ekstra Part (Pernikahan Rio-Silvia)


__ADS_3

Silvia menatap pantulan dirinya di depan cermin. Jantungnya berdetak cepat saat melihat sebuah gaun pengantin mewah memagut tubuhnya dengan sempurna. Meskipun ini bukan pertama kalinya dia memakai gaun pengantin seperti ini. Tapi yang ini begitu luar biasa.


"Waaahh, Kak lihatlah betapa cantiknya dirimu. Aku yakin kak Rio pasti akan pangling melihat pengantinnya yang begitu cantik,"


Mendengar apa yang Vivian katakan membuat Silvia tersipu malu. "Apa yang kau katakan, mana mungkin begitu. Dia mungkin sudah sering melihat wanita yang jauh lebih cantik dariku. Ini kedua kalinya aku menikah, tapi kenapa yang sekarang rasanya aku begitu gugup." Ujarnya.


Vivian menghampiri sang kakak lalu memeluknya dengan hangat. "Mungkin karena yang ini adalah cinta sejatimu, makanya kau merasa gugup. Santai saja, semua akan baik-baik saja." Ucap Vivian menenangkan. Silvia mengangguk.


Perhatian keduanya terlaihkan oleh kedatangan Jesslyn, Rossa dan Elisabeth. Mereka bertiga tersenyum melihat sang mempelai wanita yang tampak begitu cantik dalam balutan gaun pengantinnya.


"Silvi, kau sangat cantik. Sampai-sampai Mama nyaris saja tidak mengenalimu." Ucap Rossa dengan mata berkaca-kaca.


"Keluarga Xia memang ahli dalam menciptakan bibit unggul. Tidak Vivian tidak Silvia, semua tampak begitu sempurna." Ucap Jesslyn memberi pujian. Silvia dan Vivian tersipu malu, terutama Vivian mendengar pujian ibu mertuanya.


"Mama bisa saja, padahal aku tidak secantik itu." Ucapnya.


"Siapa yang bilang, kau itu sangat cantik, Sayang. Buktinya Nathan saja bisa sampai tergila-gila padamu. Dan satu lagi, kau wanita paling Ideal untuk mendampingi Nathan." Ujarnya.


"Jangan memujinya terus, Jess. Lihat saja wajah menantumu yang sudah seperti kepiting rebus." Ucap Elisabet. Jesslyn terkekeh. Memang benar apa yang Elisabet katakan. Tapi justru itu terlihat sangat lucu dan menggemaskan.


Fokus mereka kembali pada sang mempelai wanita. Kecantikan Silvia benar-benar bisa dikatakan nyaris sempurna. Dia memiliki kulit putih dan sehalus porselen, tubuh tinggi dan wajah yang cantik. Tidak salah jika Rio bisa sampai jatuh hati dan tergila-gila padanya.


-


-


Masih di gedung yang sama tapi di-ruangan berbeda. Terlihat Rio yang sedari tadi terus saja mondar-mandir tidak jelas. Bukan apa-apa. Dia hanya berusaha menghilangkan kegugupannya. Dan bagaimana Rio tidak gugup, karena ini pertama kalinya dia menjadi seorang pengantin.


Nathan, Marcell dan Tao menghampiri Rio yang tampak seperti cacing kepanasan. Bedanya dia tidak menggeliat-geliat di tanah.

__ADS_1


Marcell merangkul Rio mencoba menenangkannya.


"Santai brother, semua akan baik-baik saja. Masa iya kau kalah dari Nathan, dia saja waktu menikahi Vivian tidak segugup dirimu ini. Dia sangat santai," ucapnya.


"Kau bisa ngoceh ini dan itu karena memang tidak berada di-posisiku. Ini sangat tidak baik-baik saja tau. Aku gugup setengah mati, aku rasanya ingin terkencing di celana saking gugupnya. Atau mungkin aku mandi lagi saja supaya tidak gugup begini?"


"Ngaco, kalau kau mandi lagi. Memangnya berapa jam lagi acaranya harus ditunda? Makan ini saja, supaya kau tidak gugup." Tao memberikan sepotong coklat pada Rio, Tao selalu memakan coklat saat sedang gugup, dan itu mungkin juga bisa berguna untuk Rio.


Rio menerima coklat itu lalu menggigitnya sedikit. Kemudian dia mengikuti intrupsi Tao untuk mengambil dan membuang napas. Dan benar sugesti Tao, memakan coklat benar-benar bisa membuatnya agak lebih tenang.


"Bagaimana, sudah merasa baikan?" Rio mengangguk.


"Ya, ini lebih baik." Jawabnya.


Luis datang bersama Kris, senyum dibibir Luis mengembang lebar manakala dia melihat bagaimana gagah dan tampannya Rio dalam balutan baju pengantinnya. Dan hal itu mengingatkan Luis pada saat dia menikahi Jesslyn puluhan tahun yang lalu.


Rio mengambil napas panjang dan menghelanya. Dia mencoba untuk membuang rasa gugupnya. Dengan langkah mantap penuh keyakinan, Rio membuka pintu di depannya dan melenggang keluar. Dia adalah mempelai sekarang. Yang artinya tidak boleh gugup meskipun sebenarnya dia sangatlah gugup.


-


-


Kedua mempelai sudah berdiri diatas altar untuk saling mengucap janji sehidup semati. Rossa dan Vivian sama-sama meneteskan air matanya melihat Silvia yang akhirnya menemukan cinta sejatinya.


Nathan yang duduk disamping Vivian menggenggam tangan istrinya. Senyum lembut terukir di bibirnya. Membuat Vivian ikut tersenyum juga. Memang tidak seharusnya dia menangis di acara penting seperti ini. Tapi air matanya jatuh sendiri tanpa mampu dia cegah.


Bergulir pada Marcell, dia adalah satu-satunya pria yang menangis di acara sakral tersebut. Bukan hanya karena terharu karena saudaranya menikah, tetapi juga karena dia sedih karena belum mendapatkan pasangan juga. Rio mendahuluinya, dan itu membuatnya merasa bersedih.


Tao menepuk punggung Marcell dan keduanya kemudian berpelukan. Karena memang hanya mereka berdua yang belum memiliki pasangan. Yang lain sudah semua. Keduanya saling menguatkan agar tidak rapuh satu sama lain.

__ADS_1


"Mi, lihatlah Paman Tao dan Kak Marcell. Mereka berdua seperti Teletubbies saja,saling berpelukan dan menangis seperti bocah, sangat menggelikan."


Jesslyn terkekeh. "Mereka sedang berusaha saling menguatkan sayang, karena sampai sekarang belum memiliki pasangan. Mungkin saja mereka sedih karena kak Rio sudah menemukan pasangan hidupnya, menikah dan hidup berbahagia. Sementara mereka berdua belum." Tutur Jesslyn.


"Huhuhu, sebenarnya kasian juga. Tapi bagaimana lagi, Tuhan belum mempercayai mereka untuk berkeluarga, karena Tuhan tau bagaimana sifat mereka berdua yang seperti bocah." Balas Lovely menimpali.


Jesslyn kembali terkekeh dan mengangguk mendengar ucapan putrinya itu.


Acara pun berlangsung dengan lancar tanpa hambatan. Setelah saling mengucap janji setia sehidup semati. Mereka berdua pun kini dinyatakan sebagai suami-istri.


Rio sudah tidak terlihat gugup, dia justru terlihat begitu bersemangat untuk unboxing malam ini. Rio sudah tidak sabar untuk segera belah duren dengan sang istri tercinta.


"Kawan, ini untukmu. Aku membelinya ketika diluar negeri dan obat ini dipercaya bisa membangkitkan stamina saat malam pertama. Kau tidak boleh sampai mengecewakan istrimu. Jadi kau harus meminum ini sebelum bercocok tanam." Tao memberikan sebuah obat kuat pada Rio. Dan Rio menerimanya dengan senang hati.


Dan disaat mereka sedang asik mengobrol. Tiba-tiba terdengar suara Marcell yang meminta semuanya untuk berkumpul untuk berfoto.


Tao menepuk bahu Rio lalu mereka berjalan beriringan menuju tempat berfoto. Kedua mempelai berdiri dengan diapit oleh keluarga besar Qin dan Xia. Wajah Rio begitu sumringah. Ini adalah hari bahagianya dan paling bersejarah yang akan menjadi cerita dimasa depannya.


Jesslyn menatap semuanya dengan senyum penuh kebahagiaan. Setelah semua yang telah terlewati dengan berat dan penuh rintangan. Akhirnya semua menemukan kebahagiaan, meskipun beberapa diantaranya belum menemukan pasangan hidupnya. Tetapi Tuhan maha adil, karena telah menyempurnakan kebahagiaan seluruh keluarganya.


-


-


The End


Hai riders, author kembali di novel ini untuk bawa satu ekstra part. Sesuai reques pembaca yang DM author secara langsung untuk kasih special part pernikahan Rio dan Silvia. Semoga kakaknya puas ya. Dan terimakasih untuk semua pendukung cerita ini dari awal sampai akhir.


Dan Author ingin mengucapkan banyak-banyak kata maaf bila banyak kata yang salah, typo bertebaran dimana-mana. Karena author hanyalah manusia biasa yang jauh dari kata sempurna!!

__ADS_1


__ADS_2