Istri Kedua CEO Lumpuh

Istri Kedua CEO Lumpuh
Susu Beracun


__ADS_3

Luna mencium aroma tidak sedap pada susu yang disiapkan oleh pembantu untuknya. Ada bau menyengat di dalam susu tersebut, yang membuatnya ragu untuk meminumnya. Hingga Luna berpikir ada racun di dalam susu tersebut.


Derap langkah kaki seseorang yang datang menyita perhatiannya. Luna menoleh dan mendapati Jordan yang sedang menuruni tangga. Jordan memicingkan matanya dan menatap Luna dengan bingung, cara meminum susu yang ada di tangannya malah berkali-kali menciumnya.


"Kenapa tidak kau minum susunya?" tanya Jordan setibanya ia di depan Luna.


Alih-alih menjawabnya, Luna malah menyerahkan susu itu pada Jordan. "Ge, ini hanya perasaanku saja atau memang benar adanya, aku mencium aroma menyengat dari susu ini, mungkinkah di dalam susu ini Ada racunnya? Coba kau cium," pintanya.


Jordan mengambil gelas susu itu dari tangan Luna dan mulai mencium aromanya. Benar yang Luna katakan, dia juga mencium aroma tidak sedap menyengat dari susu tersebut. Tanpa basa-basi Jordan menuangkan susu itu ke lantai, beberapa ekor semut langsung terkapar setelah meminum tumpahan susu tersebut. Yang menandakan jika memang ada racun di dalam susu itu.


"Di dalam susu ini benar-benar ada racunnya. Sepertinya ada orang yang memang sengaja ingin meracuni mu, orang itu berusaha untuk menghabisi mu." Ucap Jordan.


Sontak Luna menoleh dan menatap pembantu mereka yang tampak panik dan gugup. Di rumah ini hanya ada mereka bertiga. Sudah bisa dipastikan jika Jordan bukanlah pelakunya, karena tidak mungkin dia meracuninya dan juga janin di dalam perutnya. Satu-satunya orang yang kemungkinan besar menjadi tersangka utamanya adalah si pembantu.

__ADS_1


Luna bangkit dari duduknya dan menghampiri wanita itu yang tanpa ketakutan. Sekujur tubuhnya berkeringat dingin, dia tidak tahu bagaimana nasibnya setelah ini, karena kejahatannya telah terbongkar.


Itu perbuatanmu kan? "Kau memasukkan racun ke dalam susu itu dan berusaha membunuh kami berdua, aku dan calon anakku. Sebelum aku hilang kesabaran dan melakukan sesuatu yang buruk padamu, sebaiknya katakan dengan jujur siapa yang telah memerintah dirimu untuk memasukkan racun ke dalam susu itu?" tanya Jessica. Dia memaksa wanita itu untuk mengakui perbuatannya dan mengatakan sejujur-jujurnya Siapa dalang dari balik kejadian tersebut.


Menyaksikan hal tersebut, tak lantas membuat Jordan diam begitu saja. Pria itu bangkit dari kursinya lalu menghampiri mereka berdua, Luna dan pembantu tersebut.


"Sebelum aku hilang kesabaran dan lepas kendali, katakan siapa yang menyuruhmu dan kenapa kau ingin meracuni Luna?" tanya Jordan, nada bicaranya penuh penekanan dan sorot matanya tajam berbahaya.


Pembantu itu tidak berani menjawab, dia terus diam sambil menundukkan kepalanya dan mengindari tatapan tajan.lemuh intimidasi tersebut. "JAWAB!!" bentak Jordan dengan suara meninggi.


"Oh, jadi ini perbuatannya dan kau adalah orang suruhannya? Bagus sekali, berani sekali kau masuk ke dalam kandang singa, apa kau sudah siap untuk mati?" Jordan melemparkan sebuah pertanyaan pada wanita itu, dia benar-benar diliputi amarah karena perbuatannya. Bisa-bisanya dia hendak mencelakai istri dan calon anaknya.


Pembantu itu menggeleng, dia mundur beberapa langkah ke belakang saat melihat Jordan melangkah menghampirinya. "Tu..Tuan, tolong jangan apa-apakan saya. Saya tidak bersalah, saya hanya orang suruhan saja. Kalau Anda ingin membuat perhitungan, sebaiknya pada orang yang menyuruh saya saja. Saya masih ingin hidup." Wanita itu memohon supaya dia tidak dihabisi oleh Jordan. Kesalahannya sangatlah fatal, dan sulit bagi Jordan untuk mengampuninya.

__ADS_1


"Kau melakukan sebuah kesalahan yang tidak termaafkan. Jika sekarang aku membiarkanmu tetap hidup, itu tidak menjamin kau tidak akan mengulangi perbuatanmu lagi. Kau, harus mati!!" Jordan berbicara dengan suara rendah namun terdengar berbahaya.


Wanita itu menggeleng. Dia terus memohon supaya Jordan mau memaafkannya, dia benar-benar menyesali perbuatannya. Dan wanita itu tidak akan berbuat nekat jika tidak terpaksa, dia butuh uang dan Boy menawarkannya. Jadi mana mungkin dia menolaknya.


"Bunuh dia, Ge. Aku tidak ingin wanita ini membunuh anakku!!" seru Luna.


Jordan menoleh. Dia tidak memprediksikan jika Luna akan meminta dirinya supaya menghabisi wanita ini. Tapi bagus juga, dengan begitu Jordan bisa lebih leluasa melakukannya.


"Dengan senang hati, Sayang. Sesuai permintaanmu. Aku akan segara mengirimnya ke Neraka." ucap Jordan dengan seringai terpatri disudut bibirnya.


Wanita itu terus menggeleng. Memohon supaya Jordan mau memaafkan kesalahannya. Dia tidak mau mati, dia masih ingin hidup. Melihat wanita itu yang terus memohon lama-lama membuat Luna merasa tidak tega juga. Apalagi hatinya mudah tersentuh dan tidak tegaan


"Ge, aku berubah pikiran. tidak perlu menghabisinya lebih baik buang saja ke pulau terpencil di Afrika Selatan."

__ADS_1


xxx


Bersambung


__ADS_2