Istri Kedua CEO Lumpuh

Istri Kedua CEO Lumpuh
Kedatangan Selena


__ADS_3

Luna sudah jauh lebih segar dari sebelumnya. Tampak anggun dengan black dress sepanjang sikut yang mengikuti lekuk tubuhnya dan sedikit mengembang di bagian bawahnya. Rambut panjang sepinggangnya di gulung keatas menampilkan leher putih jenjangnya.


Di sampingnya ada Jordan yang sibuk dengan ponselnya, sedangkan Luna sibuk mengatur detak jantungnya yang tidak bisa di ajak berkompromi. Sebagai pengalihan, Luna memainkan ponselnya.


Tok .. Tokk .. Tok ..


Ketukan pada pintu mengalihkan perhatian mereka berdua. Jordan meletakkan ponselnya di atas meja lalu berjalan kearah pintu, Luna mendongak menatap punggung lebar lelaki itu kemudian kembali pada ponselnya.


Selang beberapa saat, Sasuke Jordan dengan seorang wanita cantik dan sexy bermata sipit berkulit sedikit eksotis dan bersurai pirang pendek berjalan di sampingnya.


"Duduklah, akan ku buatkan minuman untukmu." Luna mengangkat wajahnya. Mata Hazel-nya membelalak mendapati sosok Selena berdiri tak jauh darinya.


"Selena Songsaenim," seru Luna tertahan.


"Kau? Bukankah kau adalah Luna, Sedang apa di sini?" Tanya Selena penuh selidik. Dia benar-benar penasaran dengan hubungan mereka berdua.


"Aku---"


"Dia tinggal di sini bersamaku." Sahut Jordan tiba-tiba.


Dosen tampan itu kembali dengan sebuah nampan berisi 3. Mencoba menarik perhatian Jordan, Selena bangkit dari duduknya dan mengambil nampan itu dari tangan tangan sang dosen tampan.


"Tang Songsaenim, biar aku saja." Selena memamerkan senyum manisnya yang hanya di sikapi tatapan datar oleh si bungsu Tang tersebut. Sedangkan Luna yang melihat sikap Selena mendelikan mata, menatapnya tidak suka.


"Cihh, trik lama." Ucapnya pelan, tapi masih dapat di dengar jelas oleh Jordan. Jordan melirik Luna melalui ekor matanya, terlihat jelas wajah kesal gadis itu.

__ADS_1


Selena membawa minuman itu dan meletakkan di atas meja "Rumahmu sangat bersih dan rapi ya Tang Songsaenim, aku kagum padamu." Lagi-lagi Selena tersenyum manis padanya.


"Hm, biasa saja." Jawab Jordan datar.


"Oh astaga, apa yang terjadi pada wajahmu Tang Songsaenim? Kenapa sampai di perban seperti ini? Pasti sakit ya." Ucap Selena memastikan.


Selena mengangkat tangannya lalu mengarahkan pada permukaan perban yang membalut tulang pipi Jordan, tapi di tepis segera oleh sang empunya wajah. Terlihat jelas, jika dia tidak suka saat wanita itu menyentuhnya. Terlihat dari sorot matanya yang tajam dan kelewat dingin.


Wanita 25 tahun itu pun segera sadar. "Maaf, Tang Songsaenim. Aku hanya merasa cemas." Ucapnya.


Luna tidak dapat menyembunyikan kekesalannya melihat tingkah menyebalkan Selena yang mencoba menarik perhatian Jordan "Sial, dasar ****** murahan." Suara keras Luna mengalihkan perhatian mereka berdua. Keduanya menoleh serempak.


"Ada apa, Luna?" Luna menoleh, mengangkat ponselnya dan menunjukkannya pada Jordan. Ternyata gadis cantik itu sedang menyaksikan drama Korea.


"Kedua orang tuaku yang menitipkanku di sini." Jawabnya ketus.


"Lho, memangnya mereka pergi kemana?" Tanya Selena lagi.


"Luar negeri." Lagi-lagi Luna menjawab pertanyaan Selena dengan ketus.


"Tapi Luna, sangat tidak baik tinggal bersama satu atap dengan seorang pria. Bukankah kau memiliki banyak teman perempuan? Seharusnya kau meminta pada kedua orang tuamu itu agar mengijinkanmu untuk tinggal bersama salah satu dari mereka. Bukannya disini. Kau sangat murahan, Luna. Aku benar kan Tang Songsaenim?" Selena mengalihkan tatapannya pada Jordan.


" ... " Tidak ada sahutan, Jordan mengabaikan ucapan Selena dan kembali fokus pada ponselnya.


"Idihh, Gege saja tidak keberatan aku tinggal di sini kenapa jadi kau yang sewot." Ketus Luna dengan tatapan kesalnya. Sontak Jordan menoleh, memangnya sejak kapan Luna memanggilnya dengan sebutan Gege? Tapi dia tidak mau ambil pusing.

__ADS_1


"Bukan begitu, Luna. Aku hanya~"


"Ahhh, aku ingat, bukankah Selena Songsaenim juga pernah tinggal 1 atap dengan beberapa pria yang berbeda. Lalu apa bedanya kau dan aku." Lanjutnya dengan senyum penuh kemenangan. Mata Selena terbelalak, menatap Luna penuh kemarahan.


"Luna kau~" Selena mengelus dada, mencoba untuk bersabar. Ia tidak ingin terlihat buruk di mata Jordan.


Jordan sedikit terusik dengan perdebatan Luna dan Selena. Namun Ia tidak mau berkomentar apalagi menegur keduanya. Jordan memilih bersikap acuh, decakan kesal Luna yang duduk di sebelahnya terdengar sampai ke telinga dosen muda nan tampan tersebut. Melirik gadis itu melalui ekor matanya.


Gadis itu mendumal tidak jelas, ekspresi wajahnya terus berubah-ubah membuat Jordan yang melihatnya menjadi geli sendiri.


"Tang Songsaenim, kau memiliki tatto yang sangat indah. Lenganmu kokoh dan berotot, boleh aku menyentuhnya??" Tanya Selena penuh harap, pandangannya tertuju pada lengan kiri Jordan. Wajahnya terangkat, dia pasang mata itu bertemu. Jordan menatap Selena dengan tidak suka, sepasang onyx hitamnya menatap wanita itu dingin.


"Tidak." Jawab Jordan datar.


Di saat bersamaan, terdengar ketukan keras pada pintu. Joran berdiri dan mengabaikan Selena yang menatapnya kecewa. Sedangkan Luna menatap wanita itu penuh kemenangan. Secantik dan semenarik apa pun Selena, toh Ia jauh lebih beruntung darinya. Tidak hanya satu kali, sudah berkali-kali Luna menyentuh tribal tatto di lengan kiri Jordan dan dia tidak keberatan sama sekali.


"Tenyata aku jauh lebih beruntung darimu Songsaenim, Dan Ge tidak pernah keberatan saat aku menyentuh tribal itu. Dan apa kau tau? dia bahkan menikmati sentuhanku." Luna mengumbar senyum penuh kemenangan, tangan kirinya mengambil cemilan yang kemudian Ia masukkan kedalam mulutnya. Wajahnya berseri, merasa puas melihat wajah memerah Selena karna kesal dan mungkin juga? Cemburu.


Ingin sekali Selena menampar wajah itu, wajah yang memandang remeh padanya . Tapi Ia menahannya, Ia tidak ingin Jordan berfikiran buruk mengenai dirinya. Ia tidak ingin terlihat buruk di mata Jordan, karena itu akan menghancurkan citranya sebagai seorang wanita anggun.


Selena harus bisa bersikap sebaik mungkin, karena Ia ingin menarik perhatian Jordan. Demi Jordan, Selana sampai rela membatalkan semua kencannya dan meninggalkan semua pria tampan-kaya yang menjadi kekasihnya. Itu semua dia lakukan semata-mata untuk mendapatkan cinta sang Adonis.


xxx


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2