
Gimana perasaan Sarah yang suaminya direbut pelakor dari pinggiran jalan. Harga diri Sarah terhempas kalah oleh seorang wanita malam. Lucia tak tahu bagaimana rasa sakit hati Sarah waktu. Sekarang saja dia merasa dunia mau runtuh.
Lucia melamun sepanjang jalan memikirkan nasib buruknya. Semua yang terjadi di dunia akan mendapat jawaban dari Tuhan. Kita buka jalan dengan awal bagus maka akan menemukan jalan licin tanpa kerikil tajam. Jalan yang dibuka dengan kekelaman berakhir tragis karena tersesat.
Lucia asal jalan tak tahu harus ke mana mencari Kevin dan Gina. Bayangan kedua orang itu lenyap seperti ditelan oleh bumi. Bahkan bayangan pak Julio juga tidak tampak di sekitar rumah sakit. Lama Lucia edarkan mata berputar mencari orang yang dia tuju namun hasilnya nihil. Lucia tak punya bayangan Gina akan bawa Kevin ke mana. Harusnya Lucia yang berada di sisi Kevin saat lelaki itu memerlukan pegangan.
Lucia melangkah dengan langkah gontai kembali ke ruang rawat Subrata. Lucia memang marah pada Subrata berkesan berpihak pada Gina tapi Lucia juga tak mungkin abaikan kesehatan papanya. Baik buruk itu adalah papanya.
Lucia melihat Subrata sudah tertidur pulas setelah mengalami syok jantung. Mungkin ini yang terbaik untuk orang sakit. Lucia keluar dari ruangan mencari udara segar biar otak tidak makin sumpek. Gadis ini teringat pada Angela yang sekarang tidak tahu sedang melakukan apa.
Lucia mengeluarkan ponsel lalu klik di salah satu kontak di layar ponsel itu. Lucia berharap orang yang dia tuju akan angkat panggilan darinya. Lucia duduk di salah satu bangku panjang yang tersedia di depan kamar pasien khusus untuk pengunjung yang ingin jenguk keluarga sakit. Lucia mau cari kekuatan dari sandaran bangku agar tidak drop bicara dengan orang paling dicari saat ini.
"Halo...ada apa?" terdengar suara berat seperti orang masih ngantuk. Nada suara nyaris tak jelas mirip orang sedang sakit gigi.
"Belum puas lampiaskan nafsu bejat anda nyonya Angela?" tanya Lucia dengan nada dingin.
"Apa maksudmu Cia?" seru Angela bagai disengat kalajengking sangat kaget Lucia tahu apa yang dia lakukan saat ini.
"Aku anak paling sial terlahir dari perempuan tak tahu malu. Kenapa tak kau bunuh aku saja biar tidak tanggung malu atas dosamu?" kata Lucia hilang respek pada mamanya.
"Cia..aku ini mamamu..jangan kurang ajar ya!"
"Kurang ajar? Yang kurang ajar siapa? Kau bangga bisa tidur dengan laki muda? Asal kamu tahu papa terbaring di rumah sakit karena ulahmu berselingkuh. Kuharap kamu jangan pernah muncul di hadapan kami lagi!" Lucia bersikap makin kurang ajar pada Angela. Tak ada lagi panggilan mama selain kamu sebagai ekspresi amarah Lucia.
"Ya ampun...papamu sakit karena ditinggal mama satu malam? Tuhlah apa kata mama! Papamu tak bisa hidup tanpa mama." Angela masih pede abaikan tuduhan selingkuh dari Lucia. Sedikitpun tak ada rasa bersalah di suara yang mulai hilang suara ngantuk.
"Hebat..sudah berzina masih bisa sok penting. Asal kau tahu papaku kena serangan jantung karena video dan foto kamu dengan laki di hotel. Sungguh memalukan!"
Tak ada jawaban dari amarah Lucia. Angela cukup kaget di sana tak tahu dari mana bocor rahasia dia dan berondong muda habiskan malam penuh sensasi di ranjang. Angela serasa kembali muda kena rayuan gombal pemuda tampan. Segala pujian dilontarkan pemuda tampan itu sampai dia lupa diri.
"Tak bisa jawab? Jangan pernah kembali ke rumah agar aku tak makin malu punya mama tukang selingkuh. Papa akan gugat cerai kamu. Silahkan lanjutkan pekerjaan maksiat kamu." Lucia langsung mematikan ponsel tak beri kesempatan buat Angela bela diri.
Lucia malas mendengar semua omong kosong Angela, Takutnya dia terpancing sehingga keluarkan kata-kata makin kurang ajar pada Angela. Hati Lucia sedang terbakar rasa cemburu dan amarah pada Gina. Wanita ini merasa Gina telah merampas semua yang menjadi haknya. Perhatian Subrata dan cinta Kevin sudah dilimpahkan seluruh kepada seorang Gina.
Di tempat lain Angela termenung mendengar semua percakapan dengan Lucia. Siapa yang telah bocorkan hari bahagia dia bersama berondong muda. Selama ini Angela aman saja salurkan hasrat pada anak muda untuk tutupi gairah yang kadang muncul. Subrata sudah tak bisa imbangi permainan ranjang Angela maka wanita ini sering keluar cari pelampiasan nafsunya.
Angela menjambak rambut sendiri kesal permainan dia telah terbongkar. Sekarang bagaimana mau bela diri di depan Subrata untuk bersihkan namanya dari maksiat. Angela teringat pada laki setengah bule yang telah membuatnya lupa daratan. Laki itu sungguh perkasa mampu layani nafsu gila Angela.
Mata Angela mencari sosok bertubuh atletis yang semalaman mendekap dirinya. Bayangan laki itu hilang begitu saja tanpa tinggalkan jejak. Tak ada sedikitpun bekas laki itu tertinggal di kamar hotel. Angela benar-benar sendirian dalam kamar.
__ADS_1
Angela merutuk kebodohan sendiri terpesona pada laki muda yang baru dia kenal. Laki itu pandai merayu sampai dia terlena lupa segalanya.
Angela bangkit untuk bersihkan diri dari sisa kotoran bercinta semalaman. Dia harus segera temukan Subrata untuk meraih perhatian laki itu lagi walau tak yakin Subrata akan maafkan dia. Dia terlalu pede hendak ancam Subrata dengan pura-pura minggat mencari kesenangan sesaat. Kali ini Angela kena batunya. Menurut pepatah orang tua sering keluar malam suatu saat pasti akan ketemu hantu. Angela telah sukses mengundang hantu dalam hidupnya.
Wanita ini segera berpakaian hendak cari informasi di mana Subrata di rawat. Wanita ini bersiap meluncur mencari info. Angela tahu kalau dia meneleponi Lucia menanyakan keberadaan papanya pasti tidak akan diberitahu. Maka itu Angela mengambil inisiatif mencari melalui perusahaan.
Setelah berpakaian rapi Angela kaget melihat kalung dsn cincin berlian sudah raib dari meja kecil samping tempat tidur. Masih untung dompet masih utuh tergeletak di atas meja. Secepat kilat Angela menyambar dompet itu memeriksa isinya apa semua ikut raib.
Wajah Angela agak lega karena kartu ATM masih terselip dalam dompet cuma uangnya juga sudah kandas. Dompet itu jadi kosong melompong sisakan satu kartu. Orang yang menjadi partner ranjang Angela masih tersisa sedikit rasa kemanusiaan tidak mengosongkan Angela hingga ludes.
Angela mengutuk lelaki yang yang baru dia kenal semalam itu. Ternyata lelaki itu bukan orang baik-baik mengambil keuntungan dari wanita kesepian yang membutuhkan belaian lelaki macho. Salah Angela sendiri masuk perangkap cowok tak punya moral. Namun Angela pantas mendapatkan semua kesialan ini karena telah berkhianat dari suami.
Angela tak punya waktu untuk memikirkan barang yang telah hilang karena dia harus segera menemui Subrata untuk menjelaskan kalau dia sedang difitnah orang. Angela harus pintar bersandiwara untuk menyakinkan Lucia dan Subrata bahwa itu semua hanyalah fitnahan orang yang membencinya. Angela harus menjadi ratu akting kelas Wahid agar bisa merebut kembali cinta Subrata.
Tanpa membuang waktu Angela segera bertindak mencari keberadaan suaminya. Wanita ini mencoba telepon ke kantor untuk cari info sayang hasilnya nihil. Orang kantor bahkan tak tahu menahu Subrata masuk rumah sakit. Mereka hanya tahu hari ini Subrata tidak masuk kantor.
Angela tidak putus asa berusaha lacak keberadaan Subrata melalui aplikasi mencari posisi pasangan melalui ponsel. Ternyata otak Angela tidak sebodoh keledai. Otaknya masih bisa digunakan saat genting. Keberadaan Subrata tertangkap di layar ponsel Angela berada di suatu tempat yang merupakan rumah sakit. Tanpa ragu Angela mengendarai mobilnya menuju ke tempat yang tertera dalam layar ponsel.
Angela bukannya tidak ngeri jumpa Subrata setelah apa yang terjadi. Angela belum ngerti dari mana Subrata tahu dia telah selingkuh. Siapa yang telah bongkar perselingkuhan dia. Kepala Angela auto pusing memikirkan jalan yang harus dia lalui bila jumpa Lucia dan Subrata.
Kita tinggalkan Subrata menuju ke kediaman Kevin. Gina membawa Kevin pulang ke rumah untuk beri ketenangan pada laki ini. Gina mengira trauma Kevin mulai hilang ternyata masih utuh dalam tubuh laki ini. Kalau semua persoalan Gina telah selesai dia akan mencari cara untuk menyembuhkan secara permanen. Tak mungkin juga Kevin hidup dalam ketakutan terhadap wanita.
Cukup lama Pak Julio menghubungi Gina namun tidak diangkat. Di sini pak Julio mengambil kesimpulan kalau kondisi Kevin sangat buruk sehingga Gina mengabaikan panggilannya. Gina tidak pernah kurang ajar tidak menerima panggilan dari Pak Julio kalau tidak ada halangan.
Gina masih memeluk suaminya di atas ranjang setelah mereka tiba di rumah. Gina langsung membawa Kevin masuk ke dalam kamar untuk menenangkan diri. Perlahan tubuh Kevin kembali normal tidak gemetaran lagi. Cuma wajah dan nafasnya belum sepenuhnya kembali seperti biasanya.
Gina tidak mau memberi Kevin obat penenang karena ini akan membawa efek yang buruk. Kevin sudah berhasil meninggalkan setelah obat-obatan tak mungkin memberinya lagi. Dan lagi obat-obatan dari dokter Clara dan Peter belum tentu terjamin keampuhannya. Gina menduga Peter dan dokter Clara telah manipulasi obat yang dikonsumsi oleh Kevin sehingga lelaki ini menjadi ketergantungan.
Gina menepuk-nepuk punggung Kevin supaya lelaki ini kembali normal seperti biasa. Dina memang membutuhkan waktu dan kesabaran untuk mengembalikan Kevin seperti biasa.
"Abang tidur ya!" bujuk Gina hendak melepaskan pelukan lakinya.
Kevin tidak jawab malah menyusupkan kepala ke bahu Gina. Gerakan ini mengingatkan Gina tingkah Gani bila kena bogem mentah darinya. Menangis lalu menyusupkan kepala ke bahu sang ibu. Kini Kevin hampir mirip dengan Gani bila mendapat masalah.
Gina mendengar ada panggilan telepon masuk di ponselnya namun tidak leluasa mengaktifkan ponsel karena pelukan Kevin yang sangat erat. Kevin tidak mau tahu apa yang akan dilakukan oleh Gina yang penting adalah dia berada dalam pelukan orang yang dia sayangi. Perlahan Kevin menemukan jati dirinya menepi semua mimpi buruk yang pernah menimpanya.
"Bang...ada panggilan telepon. Gina angkat dulu ya! Siapa tahu itu panggilan penting yang harus kita jawab." Gina kembali membujuk Kevin agar memberinya ruang untuk mengangkat panggilan telepon.
Kevin mengundurkan tubuhnya ke belakang memberi kesempatan pada Gina untuk mengambil ponsel di dalam saku celana. Kevin hanya memberi sedikit jarak pada Gina untuk mengambil ponsel tanpa berniat melepaskan Gina. Kevin merasa sangat damai di dalam pelukan wanita yang dia cintai.
__ADS_1
Akhirnya Gina bisa mengangkat panggilan masuk dari pak Julio. Gina melihat panggilan tak terjawab tertera di layar ponsel lumayan banyaknya. Ternyata pak Julio telah memanggil Gina namun tidak terjawab. Gina segera bulatan warna hijau untuk menerima panggilan dari Pak Julio.
"Assalamualaikum pak... maaf ya Pak tidak dapat menerima panggilan masuk karena bang Kevin mengalami sedikit guncangan batin."
"Waalaikumsalam... sekarang gimana kondisi nak Kevin?"
"Kami sudah di rumah. Kondisinya sudah mulai membaik dan tidak gemetaran lagi."
"Apa yang sedang terjadi? Mengapa nak Kevin mendadak bisa mengalami syok berat setelah dipeluk oleh Lucia?"
Gina menatap ke arah Kevin yang menunduk menekuni gambar sprei di atas ranjang. Ada rasa iba terselip di hati Gina melihat kondisi Kevin mendadak drop lagi.
"Ceritanya panjang pak! Ini akibat dari masa lalu yang kelam telah membuat seluruh hidup Kevin menjadi gelap gulita. Suatu saat nanti Kevin sendiri akan cerita pada bapak. Gina tak berhak mengumbar aib keluarga bang Kevin."
Pak Julio diam sesaat memikirkan makna kalimat Gina. Apa yang terjadi menyebabkan seorang lelaki yang gagah perkasa menjadi seperti orang hilang akal sehat. Kelihatannya Gina sangat memahami Kevin maka dia bisa langsung bertindak begitu melihat Kevin mendadak seperti orang kesurupan.
"Baiklah nak! Yang penting Kevin dalam kondisi baik bapak sudah sangat senang. Untuk hari ini kamu tidak perlu ke kantor cukup menemani Kevin di rumah saja. Cuma kamu harus memberi kabar kepada Gani untuk menghandle semua masalah kantor Kevin. Dan kamu sendiri juga harus memberi kabar kepada sekretaris kamu bahwa kamu tidak masuk kantor. Kalau ada apa-apa segera hubung bapak ya!"
"Iya pak! Gina janji.. terima kasih semua perhatian bapak."
"Terima kasih apa? Aku ini orang tua kalian. Bapak sudah berjanji kepada ibu kamu untuk menjaga kalian semua."
"Iya pak... assalamualaikum."
"Waalaikumsalam..."
Gina meletakkan ponsel di atas ranjang lantas mengelus rambut Kevin lembut. Jarang-jarang Gina berbuat manis pada orang sehingga berkesan sangat kaku. Untuk hari ini Gina buat pengecualian khusus buat Kevin.
"Sudah enakan bang?"
Kevin mengangguk tanpa angkat kepala. Kepalanya terasa berat untuk disejajarkan dengan wajah Gina yang menatapnya penuh rasa iba. Sampai kapan akan begini?
"Tidurlah!"
"Kalau aku tidur kamu akan pergi!" kata Kevin belum percaya diri.
"Tidur di atas paha aku ya! Biar Abang yakin aku tak pergi." Gina langsung beri solusi usir keraguan Kevin. Apapun cara Gina harus pulihkan rasa percaya diri Kevin.
Perlahan Kevin memindahkan kepala ke atas paha Gina. Permintaan ini tak perlu diulang dua kali. Walau lagi kurang waras namun naluri rasa cinta Kevin tak pudar. Gina adalah yang terbaik.
__ADS_1