
Gina mulai mengganti Gani melaksanakan tugas. Pekerjaan Gani hanya butuh ketelitian karena semua adalah rangkuman dari beberapa divisi. Gina cuma cek ulang apa datanya sesuai dengan yang diberikan oleh masing-masing divisi.
Kita tinggalkan Gina dan pekerjaan barunya. Kita kembali ke rumah sakit lihat kondisi Gani. Keadaan Gani turun naik masih kurang stabil. Panasnya turun lalu naik tinggi. Menurut kata dokter gejala DBD memang begitu. Untuk membantu agar kondisi Gani lebih cepat pulih maka darah hasil donor Subrata. Namun Gani tetap semangat ingin cepat sembuh. Kursi empuk sudah menantinya. Gina bukan orang bodoh tak tahu kalau Gina di belakang layar kenaikan pangkatnya. Gani harus berterima kasih pada Gina yang telah membantunya naik pangkat.
Di sudut kamar lain di rumah sakit yang sama Subrata termangu ingat hasil test DNA antara dia dan Gani. Hasilnya 99,99 persen DNA keduanya sama. Pendek kata Gani adalah anak kandung Subrata. Sewaktu bercerai dengan Sarah wanita itu sudah hamil. Tapi mengapa Sarah tidak mengatakan apapun bahkan menolak semua fasilitas yang dia berikan. Sarah pilih tanpa bawa harta gono-gini. Angela yang kuasai semua hal Sarah. Kalau dipikir-pikir Angela sangat jahat pada Sarah. Terlepas dari fitnahan Angela kalau Sarah itu selingkuh dengan supirnya, Angela masih katakan aneka cacian pada Sarah. Sarah tak bela diri malah pilih tinggalkan Subrata yang lebih percaya pada wanita malam itu.
Semuanya berakhir karena seorang Poniyem alias Angela. Subrata tega campakkan Sarah demi seorang kupu-kupu malam. Haruskah Subrata menyesali diri telah berbuat kejam pada istri dan anaknya? Subrata harus cari tahu kehidupan Sarah sekarang ini. Kalau wanita itu hidup susah dia wajib bantu Sarah karena dalam hartanya masih ada hak Sarah. Apalagi Sarah ada anak darinya. Subrata tak bisa abaikan Sarah begitu saja.
"Pa..." panggil Lucia melihat Subrata melamun duduk di sofa. Dari raut wajah tampak jelas Subrata sedang gundah.
Lucia menduga ini ada hubungan dengan masalah mamanya yang sekarang jadi bahan gunjingan. Nyonya besar Mahabarata ternyata seorang mantan psk. Emak-emak kelebihan waktu pasti sedang sebut nama Angela beratus kali bahkan ribuan kali. Teman-teman sosialita dapat topik gosip teranyar.
"Ada apa sayang?" tanya Subrata berusaha menenangkan diri. Keluarganya sedang stress semua gara-gara orang iseng bongkar masa lalu Angela alias Poniyem.
"Aku malu pada mama."
"Lucia...dia itu mama kamu. Orang yang melahirkan kamu. Mengapa kau tega omong gitu?"
Lucia turun dari ranjang hampiri Subrata. Lucia sangat penasaran mengapa ada cerita demikian tragis dalam hidup papanya. Persis cerita dalam sinetron. Suami berselingkuh lalu campakkan anak isteri demi selingkuhan.
"Apa papa tak malu dengan kelakuan papa dan mama? Kalian berdua telah hancurkan hati seorang wanita. Aku ini juga wanita tahu bagaimana rasanya disakiti. Aku bersedih diabaikan Kevin. Kami belum apa-apa aku sudah sakit. Lalu gimana mantan isteri papa? Apa dia tak sedih diselingkuhi lalu difitnah lagi. Apa yang ada di otak papa dan mama?" ujar Lucia tajam abaikan kesopanan. Lucia tidak bela mamanya yang jelas bersalah. Merebut suami orang lalu sebar fitnah padahal wanita yang jadi isteri papanya belum tentu buruk. Justru mamanya sudah terbukti wanita rusak.
"Lucia... mengapa kamu omong gitu? Itu hanya masa lalu. Tak usah diungkit lagi. Papa sangat menyesal tapi apa waktu bisa diputar balik?" wajah Subrata berkerut-kerut diprotes anaknya. Dalam hati Subrata akui kalau dia dan Angela memang kelewatan. Mereka tak layak jadi orang tua buat Lucia. Anak mereka yang biasa manja ternyata punya hati lebih mulia dari mereka.
"Di mana mantan isteri papa? Apa dia hidup layak? Jangan bilang papa tak peduli pada hidup dia!"
Subrata makin tergugu diserang anak sendiri untuk mantan isteri. Subrata harus jawab apa supaya Lucia puas. Apa Subrata akan mengatakan bahwa dia tidak memberi apa-apa kepada mantan istrinya? Jamin Lucia akan kuliti dia sampai tampak daging.
"Dia tak minta apa-apa. Dia pergi menghilang begitu saja siap sidang perceraian."
"What? Gila ya kedua orang tuaku! Teganya papa berbuat gitu. Karma itu ada pa! Itu akan berputar kembali pada kita. Papa punya anak gadis. Gimana kelak Cia dibuat gitu oleh lelaki? Apa papa tidak sakit hati?" ucap Lucia geleng kepala tak percaya papanya yang bijak sanggup berbuat begitu. Di mana hati nurani Subrata?
Subrata seperti disiram air mendidih sampai kulitnya melepuh kena siraman amarah anak sendiri. Herannya mengapa Lucia demikian iba pada mantan isterinya? Terdorong oleh rasa keadilan sesama wanita?
"Cia...papa juga sangat menyesal. Waktu itu papa masih muda dan terbujuk oleh hawa nafsu. Sekarang papa baru sadar kalau apa yang papa lakukan itu salah. Kalau ada kesempatan papa ingin menebus rasa salah itu pada mereka."
"Mereka? Siapa lagi? Berapa banyak wanita jadi korban papa?" tanya Lucia tajam. Lucia makin geram pada Subrata yang jadi penyebar cinta palsu.
"Papa lupa nak! Bisakah kau bantu papa lupakan kenangan buruk itu? Papa juga ingin tobat."
"Kalau papa merasa malu pada diri sendiri carilah mantan istri bapak itu! Beri dia semestinya karena memang di dalam harta papa ada hak dia. Mungkin dengan demikian papa akan merasa lebih lega."
"Papa akan pertimbangkan semua omongan kamu. Beri papa waktu untuk jumpai mereka."
__ADS_1
"Papa tahu di mana dia?"
"Belum yakin sekali tapi papa akan coba. Dia mempunyai anak. Papa rasa itu adik kamu."
Mata Lucia bersinar dengar ada saudara. Dari dulu dia ingin punya saudara apalagi cowok. Pasti sangat ganteng mirip oppa Korea.
"Laki?"
"Iya...laki...sangat ganteng!"
"Sudah kuduga pasti ganteng! Om..kita cari bersama! Aku siap jadi kakak kalau dia lebih muda."
"Dia lebih muda dua tahun darimu. Kau telah dewasa nak! Papa tak sangka kau demikian bijak sikapi masa lalu papa. Papa harap kamu jangan memusuhi mamamu lagi. Mamamu juga tidak ingin mempunyai masa lalu yang suram tetapi garis hidupnya sudah begitu apa mau dikata."
"Pa...Lucia malu punya mama mantan psk. Semua orang pasti akan ejek Lucia. Gimana Cia mau hadapi mas Kevin?"
"Kalau Kevin mencintaimu pasti tidak akan peduli dengan masa lalu keluarga kamu. Yang mesti Dia peduli adalah diri kamu."
"Semoga perkataan papa benar. Cia sangat mencintai Kevin. Cia sudah lakukan segalanya agar tetap di samping Mas Kevin. Tetapi mas Kevin selalu dingin seakan tak butuh wanita. Yang dia butuhkan hanya lah rancangan gambar aku."
"Kamu yang sabar nak! Kapan rencana pulang ke rumah? Kasihan mama kamu ingin jumpa denganmu tapi dia segan keluar rumah. Itu adalah hukuman dari Tuhan akibat kita berbuat dosa."
Lucia merentangkan lebar tak punya pendapat. Untuk saat ini Lucia belum sanggup jumpa mamanya yang telah coreng mukanya dengan tinta hitam. Kini tinggal menunggu apakah tinta itu bisa dihilangkan.
"Kau pergilah istirahat di villa sampai kau tenang. Berada di rumah sakit bikin kita makin pengap."
Lucia mengangguk setuju. Dia memang sudah sehat namun tak mau ngaku sehat hanya karena ingin hindari mamanya.
"Kita pulang hari ini pa! Langsung ke villa ya!"
"Papa tak bisa antar kamu lagi. Papa sudah berapa hari tak masuk kantor karena kamu. Nanti supir akan antar kamu."
"Ok...cepat cari kabar tentang adik tiriku! Kembalikan hak dia! Dia itu pewaris yang sah karena dia itu anak laki. Aku sih dukung saja."
Subrata sangat terharu mendengar kebesaran jiwa Lucia tidak ingin merebut harta warisan. Andai saja Angela mempunyai sedikit sifat baik Lucia maka hari ini tidak ada kesedihan di wajah Sarah.
"Terima kasih nak! Sekarang juga papa pergi mengurus administrasi agar kamu bisa pulang."
"Ok..." sahut Lucia dengan hati riang karena dia mempunyai seorang saudara tiri. Lucia berjanji akan memperlakukan saudara tirinya dengan baik sekaligus untuk membayar kesalahan yang telah diperbuat oleh mamanya. Hanya dengan ini Lucia akan merasa lebih baik.
Setelah mengurus Lucia berangkat ke villa Subrata pergi mencari Kevin di kantornya. Subrata mengetahui kalau Gani bekerja di perusahaannya Kevin maka paling tepat adalah mencari Kevin. Dari Kevin Subrata bisa mengorek keterangan tentang Gani.
Untunglah sewaktu Subrata sampai di kantor Kevin orang yang paling membencinya yaitu Gina telah pulang. Kalau mereka bertemu di kantor ini tidak tahu apa yang akan terjadi. Gina sangat membenci suprata dan Angela sampai ke dasar hati. Gadis ini telah bersumpah akan menghancurkan keluarga Subrata sampai titik lebur terakhir. Gina tidak akan memaafkan Subrata dan Angela walaupun Subrata bersujud di bawah kakinya. Sekali senjata telah dikeluarkan tidak ada istilahnya mundur ke belakang. Gina akan berjuang sampai titik darah penghabisan. Tujuannya cuma satu yaitu lihat Subrata dan keluarganya remuk.
__ADS_1
Kehadiran Subrata di kantor Kevin cukup menarik perhatian orang satu kantor. Semua pegawai Kevin melihat tayangan video isteri Subrata yang konon katanya adalah wanita berpendidikan. Tak disangka hanya mantan kupu-kupu malam murahan.
Semua berbisik mengejek Subrata namun tak berani terangan karena bagaimana Subrata orang berkuku. Tajir melintir. Kaya tapi bejat.
Subrata bukannya tak tahu jadi bahan gunjingan cuma laki ini tak berdaya kunci setiap mulut orang. Semua orang berhak berkata karena fakta di depan mata.
Kevin menyambut Subrata dengan ramah karena lelaki itu telah berbuat baik pada pegawainya. Subrata telah menyumbang darah pada Gani secara rahasia. Perbuatan Subrata patut dicontoh. Berbuat kebaikan tanpa perlu digembar gembor.
"Silahkan duduk pak Brata!" Kevin menyambut Subrata langsung dalam ruangan.
Subrata mengambil tempat di depan meja kerja Kevin agar emak ngobrol. Banyak sekali cerita ingin Subrata korek dari mulut Kevin. Terutama tentang Gani dan adik kembarnya. Siapa orang tua kedua anak itu sudah tidak diragukan. Subrata sudah menerima hasil test DNA.
"Bagaimana keadaan Si Gani?"
"Oh anak itu ..sudah transfusi darah dan mulai membaik. Adiknya gantiin kerja dia sementara ini. Baru saja pulang."
"Apa adiknya anak perempuan?" tanya Subrata makin semangat korek keterangan tentang Gani dan Gina. Kalau mereka kembar sudah pasti anaknya. Darah Gani sama dengannya berarti saudara kembarnya juga sama.
"Iya namanya Gina! Gina itu anak super cerdas. Gani itu bukan apa-apa bila dibandingkan dengan Gina. Gina itu anak luar biasa dengan sejuta talenta. Gina itu serba bisa. Semua kerja dia lakoni untuk membiayai hidup keluarganya."
Subrata merasa ditampar oleh cerita Kevin. Di nilai dari kata-kata Kevin berarti kehidupan Sarah tidak bagus. Kalau mereka punya harta tak mungkin anaknya pontang panting cari nafkah.
"Apa maksudmu Gina cari nafkah?"
"Kudengar ibu mereka hanya penjaga warung nasi. Gani kerja di sini lumayan gajinya tapi anak itu agak boros. Beda dengan Gina yang pelit. Dia kerja serabutan untuk bantu keluarga. Kerja sana sini kumpul uang untuk beli rumah buat ibunya. Keduanya anak baik kok! Cuma Gina agak kasar. Aku maklum dia begitu karena dia harus jaga Gani dan ibunya."
Hati Subrata menciut dengar kedua anaknya banting tulang demi ibu mereka. Dia dan keluarganya tidur di atas tumpukkan uang sedangkan keluarganya yang lain berada di bawah kemiskinan. Apakah ini adik untuk mantan isterinya?
"Berilah mereka gaji memadai nak Kevin! Aku akan bantu kamu gaji mereka. Mereka juga berhak hidup layak."
Kevin terheran apa maksud Subrata membantunya membayar gaji Gani dan Gina. Ini hanya mempermalukan Kevin sebagai seorang atasan. Tidak mungkin lah perusahaannya meminta orang lain membayar gaji karyawannya. Ini hanya mencoreng nama perusahaannya.
"Pak Subrata...itu tak perlu. Aku masih sanggup membayar gaji mereka. Aku akan membayar mereka sesuai dengan ketentuan yang ada di perusahaan kami." sahut Kevin agak tersinggung dianggap remeh oleh Subrata.
Subrata dapat merasakan perubahan rona wajah Kevin yang tersinggung. Pak Subrata bukannya ingin menghina Kevin tak mampu memberi gaji layak pada Gani tetapi Pak Subrata ingin memberi uang kepada kedua anaknya melalui Kevin.
"Maaf nak Kevin! Bapak bukan bermaksud kecilkan nilaimu tapi bapak punya kisah tak bisa diungkap. Ini menyangkut waktu yang telah berlalu."
Kevin makin tak paham apa yang dimaksud oleh Pak Subrata. menurut Kevin bicaranya Pak Subrata sangat berbelit-belit tidak pada sasaran. Mana ada orang ingin membantu orang lain membayar gaji karyawan. Apa tujuan Pak Subrata masih menjadi pertanyaan di dalam benak Kevin.
"Bapak tidak usah khawatir kalau aku akan menahan gaji mereka. Mereka digaji sesuai dengan kemampuan mereka. Jikalau Gani telah sembuh dia akan bekerja sebagai manajer bagian logistik. Sedangkan Gina hanya bekerja sebagai asisten aku."
Pak Subrata tampak ragu untuk mengungkap kisah masa lalunya. Pak Subrata ingin membuka cerita kalau Sarah itu adalah mantan istrinya sedangkan kedua anaknya adalah putra-putrinya. Sayang sekali Pak Subrata belum mempunyai nyali untuk membuka aib di masa lalunya.
__ADS_1
Perasaan Pak Subrata makin tidak tenang setelah mengetahui cara hidup dengan tidak layak. Kedua anaknya harus banting tulang untuk mendulang pundi-pundi emas. Sangat kontras dengan kehidupan Lucia yang gelimang harta.