
Hartono dan Dinda kini ngerti mengapa pak Mul alihkan semua saham atas nama Gina. Gadis muda yang tampak lemah ternyata gadis kejam tanpa rasa iba. Orang sekelas Subrata sudah memohon namun tak ada respon baik dari gadis itu. Malah Gina berkesan menekan Subrata sampai tak mampu berdiri. Kesan kejam dan arogan melekat dalam diri wanita muda itu. Gina punya hak berbuat gitu karena banyak sekali penyimpangan dalam tubuh perusahaan.
Subrata menekan emosi agar jangan terpancing semua tindak tanduk Gina. Subrata tahu tujuan Gina hanya ingin buat dia hidup menderita. Merampas semua kebahagiaan keluarganya.
"Bolehkah kita bicara sebentar lagi secara pribadi?" pinta Subrata gunakan jurus terakhir bicara dari hati ke hati. Mungkin dengan cara ini Subrata bisa lunakkan hati Gina yang sekeras batu.
Gina mau tahu apa yang akan diumbar oleh keluarga setan ini. Mau mengemis minta keringanan pembayaran? Itu takkan terjadi karena Gina sudah bertekad mengantar keluarga Mahabarata ke jurang penderitaan.
"Kalian berdua keluar dulu!" Gina meminta Hartono dan Dinda keluar dari ruang kerjanya untuk mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Subrata.
Subrata menghela nafas lega mendapatkan kesempatan bicara dengan anak keras ini. Subrata harus gunakan kesempatan ini dengan baik untuk cari simpati Gina. Siapa tahu hatinya lumer mau berdamai.
Kini ruangan tinggal mereka bertiga. Belum ada tanda-tanda Subrata mau utarakan isi hati saat itu. Keheningan masih membungkus ruang kerja Gina. Hanya terdengar helaan nafas Subrata yang berat. Subrata harus pandai merangkai kata bujuk Gina menyerah biarkan dia mengumpulkan uang baru bayar hutang. Disuruh bayar saat ini juga sama menutup perusahaan itu.
"Gina...kau boleh mengelak kalau aku ini papa kandung kamu tapi fakta aku ini papa kamu. Apa kau tega lihat kami hidup susah?" tanya Subrata.
Gina memutar kursinya kembali menghadap pasangan yang paling dia benci di dunia ini. Hati Gina makin sakit Subrata minta dia pahami arti hidup susah. Pernahkah dia ingat betapa susah hidup seorang wanita bernama Sarah karena ulah dua setan ini.
"Seharusnya pertanyaan ini aku kembalikan pada anda saudara Subrata. Pernahkah terpikir olehmu seorang wanita muda tak punya apa-apa hidup seorang diri di dunia yang maha luas ini? Celakanya dia mengandung anak dari manusia setan. Mengapa kau rak pikir itu?" bentak Gina tak bisaa kontrol diri untuk tetap sabar.
Perkataan Subrata bukannya mendatangkan rasa iba namun justru memancing amarah Gina makin memuncak. Angela meringsut ketakutan mendengar nada suara Gina meninggi. Angela mencekal tangan Subrata mencari rasa aman.
"Itu hanya masa lalu. Waktu kami semua masih muda mudah terbawa arus emosi. Aku akui aku khilaf saat itu. Tapi semua sudah terjadi apa bisa kita balikkan waktu?"
"Khilaf? Kau punya anak dari wanita ini sebelum nikahi ibuku. Bukankah kau bangga bisa nikahi wanita sejuta umat, primadona daerah pelacuran." Gina tak segan hina Angela sebagai sampah masyarakat. Mulut Gina memang terlalu tajam.
Angela merasa terhina Gina buka kekelaman masa lalunya. Kalau bisa Angela juga tak ingin menjadi kupu-kupu malam namun kondisi memaksanya harus berbuat begitu untuk bertahan hidup di dunia yang keras ini. Gaya hidup mewah serta tergiur segala keglamoran membuat Angela lupa daratan.
"Jaga mulutmu anak kecil! Kau tak pantas bicara begitu dengan aku karena aku ini adalah istri bapak kamu."
"Kamu ini mau istri siapapun tidak ada hubungan dengan aku apalagi mengaku istri dari tuan Subrata. Aku tak ada hubungan dengan tuan Subrata selain dalam berbisnis. Dan satu lagi yang harus kamu catat. Sejarah tak berubah walau ratusan tahun ke depan. Sampai kapanpun kamu ini bidadari dari lokalisasi yang merebut suami orang. Mengapa tuan Subrata tidak tes DNA anak yang dikandung oleh wanita ini. Bisa jadi itu bibit dari para pelanggan lain. Dia kan wanita sejuta lelaki." Gina makin berani mengorek keburukan Angela untuk tuntaskan dendam dalam dada.
Angela ingin sekali gampar mulut lancang Gina namun apa daya. Mereka berada di daerah kekuasaan orang. Berbuat anarkis makin kacaukan keadaan.
Subrata menutup mata tak ingin dengar semua ocehan kasar Gina. Perkataan Gina memang sudah kelewatan hina Angela tapi Subrata tak bisa ingkari kalau dia memang bersalah pada anak isteri. Terpesona oleh seorang perempuan malam.
"Kau kurang ajar. Apa ibumu tak pernah ajar kamu bersikap sopan pada orang tua?" teriak Angela sangat marah.
__ADS_1
"Aku kurang ajar? Aku hanya bela hak ibuku? Dan kau juga apa orang tuamu tak ajar kamu kalau merebut suami orang itu salah? Tak usah sok ngerti. Kau justru harus dikembalikan ke rahim ibumu biar terlahir punya hati nurani. Jangan bicara ,oral dengan aku!" Gina tak mau kalah membentak Angela yang memang sudah dia anggap biang kesedihan ibunya.
Wajah Angela berubah pucat kena sekak mat dari Gina. memang Gina berkesan sangat kurang ajar tetapi apa yang dia katakan itu adalah fakta. Angela dengan teganya merusak kebahagiaan orang lain demi keegoisan sendiri. Apa Angela tak tahu perbuatannya telah membuat kehidupan orang lain sangat menderita.
Subrata berusaha menahan diri untuk tidak ikutan gila seperti Gina. Saling menghujat takkan selesaikan masalah. Subrata harus bisa mencuri kasih sayang Gina biar masalahnya tertangani. Gina tak kejar hutang dia lagi.
"Gina...papa tak tahu gimana baru dapat maaf darimu. Kau bunuh papa juga tak bisa balikkan waktu berlalu. Papa sudah tua, cepat atau lambat perusahaan pasti jadi milik kalian kakak beradik. Lucia tidak memiliki bakat di dunia bisnis maka harapan papa hanya tergantung kepada kamu. Jadi kita saling membantu membangun Mahabarata agar lebih besar lagi. Kelak semuanya jadi milik kamu jadi beri waktu pada papa menata perusahaan lebih baik."
Gina tersenyum sinis tak termakan rayuan gombal Subrata. Janji manis ingin dapatkan maaf darinya. Gina tak semudah itu termakan segala bujuk rayu Subrata. Gina sudah tutup semua pintu maaf untuk keluarga laki itu.
"Tuang Subrata...tak ada alasan bagi aku untuk menerima perusahaan anda kecuali aku eksekusi perusahaan anda. Aku bukan siapa-siapa anda jadi tak mungkin aku tebalkan muka ambil sesuatu yang bukan hak aku. Aku bukan keturunan pencuri."
Gina berkata begitu malah Angela yang merasa tersindir. Secara tak langsung Gina jabarkan kelakuan wanita itu sebagai pencuri kebahagiaan orang lain.
Subrata mengakui sifat keras kepala Gina menurun darinya. Sarah orangnya lembut tak memiliki sifat keras. Sifat Gina persis sifatnya. Subrata harus gembira atau bersedih punya anak warisi sebagian sifatnya.
Gina tetap pasang wajah tak bersahabat walaupun Subrata sudah tundukan kepala kepada Gina. Subrata pasti akan dapat cibiran dari para pengusaha dikalahkan oleh seorang anak kemarin.
Nama Mahabarata akan hancur seketika. Siapa lagi yang berani bekerja dengan sama dengan perusahaan yang dikalahkan oleh seorang pebisnis muda. Subrata bukannya tidak mengetahui efek dari kekejaman Gina. Dia pasti akan segera dikucilkan oleh rekanan bisnis.
"Katakan dengan syarat apa kau baru mau bebaskan papa?"
"Tak mungkin...sebagian saham sudah kulepas ke pasaran. Kalau kau kuasai sebagian maka bagian kami tinggal sedikit." sahut Subrata cepat supaya Gina urungkan niat kuasai Mahabarata. Itu adalah nyawa Subrata yang sudah dia perjuangkan bertahun-tahun. Hilang begitu saja sangatlah menyakitkan.
"Kalau gitu tak ada yang perlu dibincangkan lagi. Silahkan! Aku tunggu anda tiga hari lagi. Hari keempat kita jumpa di kantor polisi." ujar Gina keraskan hati tak terpengaruh oleh wajah memelas Subrata. Gina tak boleh lemah hanya karena seraut wajah sedih. Wajah sedih penuh kemunafikan.
Subrata juga merasa tidak ada yang bisa dibincangkan lagi karena Gina terlalu keras mempertahankan apa yang dia inginkan. Paling Subrata adu nasib semoga saja ini hanya gertakan Gina memaksanya menyerahkan saham dan uang yang dia janjikan.
"Baik...kami permisi! Papa siap menerima kamu bila ingin bergabung di perusahaan." Subrata angkat pantat dari kursi ruang kerja Gina disusul Angela.
Pertemuan hari ini tidak membuahkan hasil malah mengacaukan pikiran Subrata. Gina tetapkan tidak akan memberi kelonggaran kepada lelaki itu biar dapat merasakan apa yang dirasakan oleh ibunya dulu. Rasa sedih dan rasa sakit hati yang mendalam diabaikan oleh orang lain.
Kini giliran Gina yang mengabaikan keberadaan Subrata walaupun dia orang tua. Gina tak banyak pikir rasa sakit hati Subrata dihina oleh anak kemarin sore. Lebih menyakitkan lagi anak itu adalah anak kandungnya sendiri.
Subrata dan Angela pergi tanpa beri salam maupun pamitan. Mereka pergi gitu saja saling geram pada Gina yang angkuh itu. Subrata marah dan kesal diperdaya oleh Gina.
Mungkin saat ini Subrata baru tahu arti marah dan sakit hati. Dia lupa gimana dia perlakukan Bu Sarah tempo dulu.
__ADS_1
Dinda menatap kepergian Subrata dengan hati gundah. Seorang Subrata tak ada harga di mata Gina apalagi mereka yang hanya setitik debu. Sangat mudah bagi Gina sapu mereka hingga bersih.
Angela dan Subrata keluar dari kantor Gina dengan wajah merah padam. Sepanjang jalan Subrata mengutuk keangkuhan Gina. Dalam hati laki ini bertanya-tanya terbuat dari apa hati anaknya itu. Mungkinkah terbuat dari baja paling keras mau ataupun batu meteor dari planet lain.
Subrata memandangi gedung yang menjulang tinggi setelah mereka berada di dalam mobil. Andai saja dulu dia tidak melakukan kesalahan maka betapa bangganya dia memiliki seorang anak yang memimpin gedung pencakar langit ini. Sayang ceritanya berbalik arah malahan dia yang dapat tekanan daripada pemilik gedung ini.
"Anak setan...betapa sombongnya dia! Dia pikir dia itu apa? Baru diangkat jadi komisaris sudah sombong selangit." Angela merepet dalam mobil. Maunya Angela Gina itu terima mereka sebagai orang tua sehingga pamor Mahabarata makin kinclong.
"Dia berhak sombong karena semua ini miliknya. Aku tak tahu dari mana asal dia bisa duduki jabatan demikian tinggi. Dia sengaja tekan kita karena perbuatan kita pada ibunya. Tuhan telah tunjukkan jalan buat dia balas semua kesedihan ibunya." gumam Subrata menyadari keinginan Gina.
Gina ingin menguasai Mahabarata pasti bukan karena masalah uang. Kalau dia bisa duduk di jabatan sebagai komisaris masalah keuangan pasti bukan jadi topik utama. Gina memang sengaja ingin menghancurkan Mahabarata lebih tepatnya menghancurkan Subrata sekeluarga.
"Anak kemarin sore saja tak mampu kau tangani. Biar aku yang turun tangan singkirkan dia. Siapa tahu malah kita yang keciprat untung. Kita klaim Gina anak kandung kamu maka seluruh hartanya bisa kau kuasai. Coba papa pikir perusahaan Gina jadi milik kita." Angela lambungkan angan kosong dengan tujuan akan celakai Gina.
Subrata tak jawab malah mendelik marah pada rencana buruk Angela. Sejahatnya Subrata tak mungkin dia celakai darah daging sendiri. Subrata menyayangi anak-anaknya walaupun yang diakui cuma Lucia.
"Kuingatkan jangan coba-coba sentuh dia! Ini semua gara-gara kamu. Kalau bukan kamu asyik menyodorkan diri tak mungkin aku terpuruk sampai begini. Buang pikiran kotor di kepala kamu."
Angela meringis mendapat ancaman Subrata. Dalam hati Angela tak terima kalau Subrata menyalahkan dia atas semua lika liku hidup mereka. Coba kalau Subrata laki beriman tentu saja tak tergoda oleh seorang perempuan malam. Bahkan mereka sudah hubungan jauh hari sebelum Subrata menikah dengan Sarah.
Subrata piara dia karena Angela katakan punya anak dari Subrata. Mau tak mau Subrata menyimpan dia sampai Angela berontak tak mau jadi simpanan lagi.
Tentu saja Sarah yang harus jadi tumbal dari semua keserakahan Angela. Angela berhasil singkirkan Sarah. Kini terbersit niat Angela hendak singkirkan Gina agar mereka hidup tenang.
"Memangnya papa punya cara hadapi anak setan itu?"
Subrata melototi Angela tak suka perempuan anggap Gina anak setan. Kalau Gina anak setan berarti Subrata juga setan karena Gina jelas anak kandungnya.
"Jaga mulutmu!" Subrata starter mobil majikan mobil tinggalkan gedung kantor Gina. Subrata belum punya bayangan hadapi Gina. Mungkin dia harus jumpai Sarah bantu dia bujuk Gina.
Masalahnya apa Subrata tak punya harga diri dan rasa malu minta bantuan mantan isteri urus anak sendiri. Andai dulu Subrata ada itikat baik mungkin akan gampang buatnya berdekatan dengan putra putrinya.
Subrata harus bergerak secepat mungkin cari Sarah. Waktu dari Gina sangat singkat. Gina berani menggertak pasti berani berbuat. Subrata harus selamatkan Mahabarata dari kekejaman Gina.
"Aku akan temui Sarah. Dia lah pengharapan kita saat ini. Mungkin dia bisa bujuk Gina." ujar Subrata setelah mobilnya bergabung dengan mobil lain.
"Sarah??? Apa dia mau bantu kamu? Bukankah Gina bilang dia sudah menikah dengan Sabri? Untuk apa papa hubungan lagi dengan dia? Ini merendahkan martabat kita."
__ADS_1
"Apa kau masih punya martabat? Orang-orang pada bergunjing tentang masa lalu kamu. Perempuan malam perayu laki orang. Itulah yang mau kamu pertahankan?"
Angela menahan nafas kesal suaminya mulai memandang rendah padanya. Angela menyalahkan Gina yang sangat sombong. Coba kalau anak itu bersedia kerja sama. Dunia langsung jadi milik mereka dibayar kontan.