
Semua yang melihat kondisi Kevin merasa prihatin. Seorang Sum mampu menjatuhkan mental Kevin yang sedang labil.
Bibik segera ambil air minum sedangkan Mia bergerak mengambil pembersih lantai. Kedua orang itu bergerak cepat mengingat semua ini berawal dari ketololan Sum. Sum tak sadar kalau perbuatannya bawa dampak sangat buruk pada Kevin.
Amarah Gina sudah capai ubun kepala karena kebaikan dia dianggap sebagai kelemahan. Namun untuk saat ini Gina tak bisa memberi pelajaran pada Sum. Dia harus fokus dulu pada kondisi Kevin yang makin buruk. Baru saja lepas dari Lucia muncul pula orang gila pembawa bencana.
Gina mengelus kepala Kevin seperti seorang ibu sedang lindungi anaknya. Jiwa Kevin main terguncang kena tingkah brutal Sum. Gina merasa untuk sementara Kevin tidak bisa berada di rumah ini karena mengalami trauma kedua kali. Gina berencana membawa Kevin pulang ke rumahnya untuk sementara waktu.
"Bik... malam ini juga keponakan bibik harus meninggalkan rumah ini. Dan lagi aku nasehati bibik agar jangan menempatkan Sum bekerja di manapun! Dia jadi sumber masalah buat bibik." kata Gina tegas setelah lihat Kevin mulai tenang.
"Malam gini mau dibawa ke mana nak? Besok pagi aku akan kirim dia pulang kampung. Mai harus kawani dia biar yakin dia pulang sampai kampung." kata Bibik takut-takut karena perbuatan Sum sudah keterlaluan. Bibik bukan tak sadar hal itu namun apa mau dikata punya keponakan stress.
Gina merasa perkataan bibik ada benarnya karena Sum memiliki jiwa yang sangat bobrok. Jangan-jangan nanti dia tidak pulang kampung melainkan keluyuran di kota membuat masalah untuk bibik.
"Aku tak mau pulang. Aku mau tetap di sini. Sudah kubilang kalau jadi istri kedua juga tak apa. Aku sudah pernah jadi istri siri dari majikan dulu tapi aku tinggalkan karena dia jatuh miskin." ujar Sum rilex tanpa beban.
Mata Gina makin terbuka melihat kenyataan di depan mata. Ternyata beginilah sifat perempuan yang tidak tahu malu merebut suami orang. Gina makin paham bagaimana tingkah Angela dan Mince menggoda suami orang. Tidak tahu malu dan murahkan diri demi mencapai tujuan yang dia harapkan. Lelaki yang tidak memiliki iman tebal langsung runtuh oleh godaan wanita-wanita yang lebih tepat disebut pelacur buka praktek secara mandiri itu.
Mungkin dengan cara inilah Angela menggoda Subrata. kalau prakteknya begini Subrata tidak dapat disalahkan 100% karena jumpa dengan wanita yang tidak tahu malu. Contohnya sum yang sedang berada di depan mata Gina. Tahu salah tetapi masih ngotot ingin merebut suami orang. Beginilah realita hati seorang pelakor yang tidak tahu malu dan menyesali kesalahan sendiri.
Makin mengingat nasib yang menimpa Bu Sarah hati Gina makin gemes. Kejadian yang menimpa Bu Sarah nyaris terulang kepada dirinya. Gina tidak akan membiarkan wanita tak tahu malu berdiri tegak di bumi ini tanpa mendapat pelajaran berharga.
Gina bangkit dari sisi Kevin hampiri Sum yang masih cengar-cengir merasa di atas angin punya kartu paksa Kevin nikahi dia. Gani dan Jay ikut bangkit takut Gina kelepasan menghajar Sum. Sum bukan lah lawan Gina kalau sudah kumat. Gina akan mengamuk bak banteng betina seruduk semua yang ada di depan halangi jalannya.
"Kau wanita tak punya harga diri sama sekali. kamu tak pantas berada di atas bumi ini karena mengotori lantai rumah tangga orang lain. Kamu pantasnya merasakan betapa dinginnya lantai penjara. Aku akan kirim kamu ke penjara agar otak busuk kamu bisa disembuhkan oleh kerangkeng besi." ujar Gina sambil menggigit bibir saking geramnya. Kalau tidak mengingat kehadiran bibik di situ mungkin tangan Gina sudah akan meratakan kepala sum sejajar dengan leher.
Sum terkesima mendengar ancaman Gina yang tampak nyata. Sum menyangka kalau Gina akan semarah ini. Gina yang nampaknya adem ayem ternyata memiliki hawa panas melebihi magma di gunung berapi.
"Nak Gina...bibik mohon kamu maafkan Sum! Mungkin saja jiwanya sedang terganggu sehingga terpikir yang bukan-bukan. Malam ini juga bibik akan mengantarnya pulang ke kampung. Bibik berjanji kalau Sum tidak akan muncul di sini untuk selamanya." Bibik segera memohon ampun pada Gina untuk beri kesempatan pada Sum untuk bertobat.
"Bik... keponakan bibik ini cukup luar biasa. Biasanya anak gadis yang berasal dari kampung memiliki akhlak dan jiwa yang lugu. Mengapa yang satu ini seperti hewan tak punya adab?" Gina sudah tidak bisa menahan diri untuk mengeluarkan kata-kata yang kasar. Manusia model sum Angela dan Mince sama sekali tidak pantas berada di atas permukaan bumi ini.
__ADS_1
Teganya mereka menyakiti sesama wanita hanya untuk mencari kesenangan sendiri. Pernahkah mereka berpikir akibat dari perbuatan mereka membuat satu keluarga hancur lebur. Contoh akibat perbuatan Angela Gina dan sekeluarga merasakan penderitaan cukup panjang. Kegenitan Mince telah menghancurkan seluruh hidup Kevin sampai detik ini. Kini muncul contoh lain yang berniat menghancurkan seluruh hidup Kevin dan Gina. Gina tak tahu bagaimana kehidupan lelaki yang pernah digoda oleh Sum. Tentu saja tidak ada cerita yang berakhir manis bila telah hadir orang ketiga di dalam keluarga.
"Nak...bibik tak tahu harus berkata apa lagi. Bibik sama sekali tidak tahu kalau kelakuan Sum begini. Sudah lama bibi tidak pernah pulang kampung sehingga tidak mengetahui tingkah laku keponakan bibik. Bibik akan bertanggungjawab membawanya pergi sekarang juga." Bibik takut sekali melihat kemarahan Gina.
Bibik tak dapat salahkan Gina kalau beri reaksi luar biasa. Kedua pasangan itu adalah korban dari kejahatan asmara. Kini baru saja bangun fondasi keluarga sudah datang gangguan. Wajar kalau Gina tak terima kelakuan Sum.
"Sudah Gin...ini sudah malam! Bedok saja minta Sum pergi. Kita nginap di hotel saja." Ujar Kevin mulia bisa kuasai diri. Kevin mana tega memaksa Bibik yang mulai renta pergi dari rumah jelang tengah malam. Mau melangkah ke mana kedua wanita ini. Keduanya jarang keliaran di kota terutama bibik. Kalau Sum mungkin pernah keliaran. Itu Kevin tak ngerti.
"Iya bang! Kita pulang ke rumah saja ya daripada nginap di hotel. Kita masih ada rumah kok! Pokoknya besok aku tak mau lihat ada Sum di rumah ini. Pelakor tanggung macam kamu belum pantas injak lantai rumah ini lebih lama."
Sum masih tenang tak begitu terpengaruh oleh perkataan Gina. Mental Sum patut dapat piala smack down. Tahan banting. Dia tak tahu kalau Mai dan Bibik sudah ketar ketir diusir malam ini juga. Mau berteduh di mana keluar dari rumah jam segini.
"Terima kasih nak Gina. Bibik jamin besok Sum sudah pergi. Sekali lagi bibik minta maaf."
Gina menarik nafas isi paru-paru dengan bergalon udara biar tidak sesak. Gina tak boleh terpancing berbuat anarkis lagi. Dia sudah punya kedudukan dan juga telah berstatus istri orang. Banyak sikap harus dia ubah agar mendapatkan perhatian Kevin.
"Baiklah bik! Aku ijinkan demi bibik. Aku dan Kevin tidur di rumah lama dulu. Kami langsung ke kantor dari sana. Kalian dua berangkat dari sini. Oya Jay...suruh Sam dan Noah ke kantor aku jam sebelas siang. Aku bersihkan diri dulu." Gina melangkah pergi masuk kamar karena terkena kotoran muntah Kevin.
Tak ada yang buka mulut selain mengikuti bayangan Gina menghilang di balik pintu kamar. Kevin memejamkan berusaha menguasai diri tidak mudah terpengaruh oleh trauma. Sejujurnya Kevin mual lihat tampang Sum. Wanita itu sama saja dengan Mince dan Angela. Sama-sama sampah masyarakat.
"Biar kubersihkan mas." Sum masih berusaha sodorkan diri ingin dekat Kevin. Mai menggeleng segera menarik saudaranya ke belakang untuk hilangkan pemandangan buruk di mata Kevin. Mai tak habis pikir mengapa di dunia ini ada manusia tak malu seperti Sum. Apa urat malu sudah putus semua?
Kevin tak berkata apa-apa langsung bangkit menyusul Gina ke kamar. Keadaan mulai kondusif setelah Sum ke belakang. Pelakor memang perusak kenyamanan orang. Pantas saja pelakor dimusuhi semua orang.Ternyata pelakor memang menjengkelkan.
Kevin masuk kamar mencari Gina. Gina tak ada dalam kamar namun Kevin mendengar suara percikan air di kamar mandi. Kevin menduga Gina sedang bersihkan badan dari kotoran muntah. Kevin mencoba buka pintu kamar mandi cari kesempatan dari trauma dia. Mana tahu Gina bisa maafkan dia bila terobos wilayah larangan Gina.
Kevin yakin Gina tak berani berbuat kasar karena dia dala kondisi labil. Dewa keberuntungan sedang berpihak pada Kevin. Sekali putar pintu kaca terbuka lebar menyajikan pemandangan luar biasa menggoda imam Kevin. Laki mana sanggup menahan diri melihat sesuatu yang begitu mengguncang batin. Untuk wanita tercinta Kevin punya sekuat gairah yang harus disalurkan.
Kevin beranikan diri maju sampai ke depan Gina yang terpaku tak sangka Kevin punya nyali ikut dia masuk ke kamar mandi. Gina seperti bayi baru terlahir kedua tanpa bawa busana. Tak ada seutas benangpun lindungi tubuh Gina dari tatap liar Kevin.
Mata Kevin memerah menahan gejolak nafsu yang seharusnya telah terlepas beberapa waktu lalu. Sayang Gina pelit tak mau berbagi kehangatan sehingga sering Kevin menahan gairah. Kekecewaan demi kekecewaan berlalu dalam hati laki ini.
__ADS_1
Kevin meraih dagu Kevin agar menatap matanya. Dari mata turun ke hidung lantas jatuh ke bibir yang terbuka sedikit memancing Kevin menyusuri isi dalam bibir itu. Kevin menundukkan kepala memulai sesuatu yang baru untuk hidup mereka. Gina terpaku kaku tak tahu harus buat apa selain terima cinta persembahan Kevin.
Kevin dan Gina sama-sama masih lugu soal percintaan hanya bisa ikuti naluri alam. Lama mereka ciuman membuat gejolak nafsu Kevin makin membara. Tanpa siapkan kesempatan Kevin menyusul Gina menjadi bayi. Keduanya sama-sama telanjang bagai dua anak baru saja terlahir ke dunia.
Kevin membopong Gina keluar kamar mandi tak peduli gadis itu sudah siap mandi atau belum. Kevin tak boleh menunda lagi karena lama-lama dia bisa impoten sebab sering menahan gairah. Gairah itu harus tersalurkan pada tempat halal semestinya.
Gina dan Kevin lupa kalau tempat tidur itu pernah ditiduri wanita lain. Gairah yang membara membuat keduanya lupa ingatan. Gina tak menolak Kevin lagi karena di sendiri terbakar oleh setiap sentuhan Kevin. Ntah siapa yang ajar siapa pokoknya acara belah durian telah berjalan sukses. Rencana pindah tidur di rumah Gina batal tanpa ada kompromi. Keduanya tenggelam dalam lautan gairah tak bertepi. Terus mengambang di lautan yang tak pernah surut. Malah makin tinggi ombak makin melambung segala keindahan.
Ntah berapa lama berlalu keduanya terlempar kembali ke daratan. Kevin mengecup ubun-ubun kepala Gina berkali-kali sebagai tanda ucapan terima kasih. Gina telah memberinya sesuatu yang belum pernah dia rasakan sebagai seorang lelaki. Kevin merasa jadi lelaki sejati bisa beri nafkah lahir batin pada Gina.
"Terima kasih sayang..." bisik Kevin lembut persis di daun telinga Gina.
"Tidur..." Gina tak bisa berkata lain selain pura-pura tegas. Sejujurnya Gina bahagia juga malu telah takluk pada Kevin. Monster ganas telah jinak di bawah ketiak Kevin.
Kevin memeluk Gina yang masih tak berpakaian. Kevin makin betah berada di ranjang berkat kenikmatan bercinta. Badan Kevin terasa makin segar setelah lepaskan gejolak yang sering datang. Kevin harus berterimakasih pada Sum. Andai kata Sum tidak bikin ulah maka Kevin belum tentu akan mendapatkan kenikmatan yang telah dia mimpikan selama ini. Biasa bencana membawa sengsara tapi bencana Kevin justru datangkan kebahagiaan.
Kevin takkan marah pada Sum lagi. Biarlah wanita itu pulang kampung tanpa perlu dapat hukuman. Sum telah berjasa membantu Kevin mendapatkan haknya sebagai suami. Harusnya Sum dapat hadiah dari Kevin namun mengingat niat jahat Sum maka hadiahnya itu menguap gantinya Sum terbebas dari segala tuntutan. Kevin tak masalahkan Sum lagi asal tak muncul di hadapan laki ini.
"Selamat malam sayang. Mimpi indah ya!"
Gina tak jawab malah menyembunyikan wajah dibalik bantal malu bicara panjang lebar dengan Kevin. Malu-malu kucing. Wajar seorang gadis muda baru melepaskan gelar perawan tingting pastilah malu. Gina gadis punya adab tak murahkan diri. Sama suami sendiri masih malu tanda Gina bukan wanita yang gampang menyerah pada lelaki. Tidak seperti wanita yang tebal muka lempar ****** ***** pada setiap lelaki.
Kevin tersenyum melihat Gina diam saja. Kevin maklumi perasaan Gina saat ini. Pasti sedang kacau antara rasa nikmat dan malu. Ini yang pertama buat Gina pastilah ada rasa sakit mendera tatkala Kevin menerobos liang pusaka Gina. Teringat itu Kevin menepuk dada menyesal tak beri perhatian pada rasa sakit Gina.
"Apa aku menyakitimu?" tanya Kevin hati-hati takut Gina makin malu.
"Masih tanya..." gumam Gina tak jelas.
"Pasti ada yang pertama. Aku bangga miliki kamu. Kau adalah milik aku selamanya. Tak boleh laki lain sentuh kamu."
"Termasuk ayah?"
__ADS_1
Kevin menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ayahnya mana masuk buku. Sampai kapanpun seorang ayah tak bisa terganti walau Gina sudah ada suami.
"Ayahmu tentu saja lebih berhak dari aku. Aku maksud laki lain lho! Cowok genit yang melirik kamu gitu lho!"