
Sayang semua kegelapan sudah terlanjur warnai hidup Subrata. Mau dicat ulang juga kan sisakan warna gelap. Cuma kesempatan cat ulang sudah tak ada. Sudah ada tangan kejam halangi Subrata mengulang cerita kuno. Tangan kejam Gina anak tak punya hati.
Subrata dan Angela terpaksa pulang ke rumah tanpa membawa hasil. Rasa kesal dan benci kepada Gina makin memuncak di hati Angela. Kalau bisa dia ingin segera menyingkirkan anak gadis itu dari permukaan bumi biar mereka terbebas dari segala ancaman. Cuma sayang kaki Gina sudah terlanjur kuat menancap di permukaan bumi ini. Tuhan sedang berpihak kepada gadis itu sehingga melancarkan rencananya membalas dendam kepada orang-orang yang telah mendzolimi ibunya.
Gina tersenyum senang telah berhasil memukul mental Subrata. Rasa puas dan bahagia meliputi seluruh tubuh Gina karena senang melihat suprata mulai ketakutan menghadapi dirinya. Gina telah selangkah lebih maju mewujudkan semua dendam di dalam hati.
Kini giliran Lucia rasakan gimana jadi orang dipandang rendah. Gina sudah persiapkan jebakan matang untuk wanita penipu itu. Hari ini Gina membuka email dari Lucia untuk lihat apa yang dikatakan wanita itu untuk membeli design dia.
Gina tertawa sendiri melihat segitu banyak surat email dari Lucia membujuknya jual gambar design perhiasan. Kelihatannya Lucia sudah tidak sabar untuk mendapatkan gambar darinya. Bahkan uang yang ditawarkan oleh Lucia cukup fantastis. Gina tidak tahu seberapa banyak kekayaan Subrata sampai anaknya berfoya-foya hanya untuk satu gambar. Tujuan Lucia tak lain hanya ingin menarik perhatian Kevin. Gina berjanji akan membantu Lucia menarik perhatian Kevin sampai mati pun Kevin tidak akan melupakan Lucia.
Gina membalas email Lucia mengatakan kalau dia sudah tak ingin jual design karena dia mau tampil sendiri. Gina berbuat seolah dia akan mulai bekerja untuk perusahaan design atas nama sendiri. Dan Gina lampirkan gambar design barunya yang akan dia luncurkan nama sendiri. Design pamungkas untuk hancurkan Lucia. Di situ Gina meminta pendapat Lucia mengenai gambarnya sebelum diluncurkan ke pasaran.
Gina mengirim email itu sambil menunggu respon Lucia. Gina hanya bisa menunggu aksi Lucia setelah dapat gambar dari Gina. Apa mungkin Lucia masuk perangkap dia? Gina masih harus sabar menunggu. Selanjutnya Gina pelajari semua kegiatan perusahaan ini sampai sedetailnya agar benaran bisa duduk di bangku Komisaris ini. Gina tak mau jadi komisaris dalam nama doang. Dia harus kuasai seluruh roda pergerakan perusahaan ini agar tak ada tikus pengerat bergerak bebas.
Gina sudah persiapan satu tong racun tikus untuk racun ini semua pengerat yang menggerogoti uang perusahaan. Gina tidak takut dibilang kejam karena menghadapi orang-orang licik itu kadang memang kita harus menjadi raja tega.
Hari ini Gina berniat habiskan waktunya di perusahaan Opa untuk menelusuri semua kecurangan di dalam tubuh perusahaan ini. Gina tak bisa datang ke kantor Kevin sehubung rencana dia kupas seluruh isi dalam perusahaan.
Kita tinggalkan Gina yang lagi giat belajar menjadi seorang pengusaha. Di kantor Kevin tampak senyum Lucia merekah tatkala melihat email masuk. Penjual design memang tak jual gambar tapi Lucia mana mau tahu. Dia sudah pegang design Gina maka dia segera transfer sejumlah uang untuk beli design itu. Lucia mengira penjual lagi jual mahal minta harga tinggi. Lucia tak segan kucurkan dana cukup besar untuk gambar Gina. Yang penting dia sudah beli.
Lucia tak tahu itu hanya jebakan Gina untuk bongkar semua penipuan yang dilakukan oleh wanita muda itu. sebelum mengirim gambar ini ke Lucia Gina telah membuat persiapan posting gambar itu ke media sosial dan klaim itu adalah karya aslinya. Siapapun yang memiliki gambar itu akan dituntut karena plagiat mencuri design orang.
Kalau Lucia berani memberikan design itu kepada Kevin maka dia telah masuk perangkap Gina. Di sini Gina akan membongkar semua penipuan yang telah dilakukan oleh wanita ini selama bertahun. Gina dengan senang hati membongkar semua kebusukan Lucia di hadapan Kevin dengan cara yang sangat manis.
Lucia sudah tak sabar ingin beritahu Kevin kalau dia sudah sukses merancang satu gambar cukup indah. Ini adalah design terakhir Lucia karena dia akan mengundurkan diri sebagai perancang. Lucia merasa tidak sanggup lagi melanjutkan sandiwara ini karena suatu saat pasti akan segera terbongkar. Makanya sebelum segalanya memburuk dia harus segera mengambil langkah mundur.
Lucia segera print out design dari Gina untuk berikan kepada Kevin sekaligus mengharapkan pujian dari laki itu. Kalaupun dia mengundurkan diri tetap mendapatkan tempat di hati Kevin. Selanjutnya Lucia akan bekerja sebagai pengamat designer muda di kantor ini. Semua ini hanya gaya biar dipikir ngerti soal dunia perhiasan. Padahal isi otak Lucia kosong melompong.
Gina belum tahu kalau jebakannya telah membawa korban. Lucia yang naif tidak tahu kalau Gina telah menjebaknya masuk ke dalam lubang kehancuran. Gina si otak jenius telah menghitung langkah Lucia sedemikian rupa tahu kalau Lucia kepepet harus ada design dalam waktu dekat ini.
Di tempat lain Lucia dengan bangga membawa gambar kepada Kevin untuk tunjukkan dia adalah seorang perancang profesional. Lucia melewati meja kerja Gina yang tampak kosong. Di samping meja Gina sudah ada meja lain di tempati oleh seorang pemuda lain. Orang itu adalah Jay pengganti Gina bantu Kevin mengurus perusahaan.
Gina cukup disibukkan oleh kegiatan di perusahaan barunya maka meminta Jay menangani masalah di kantor Kevin. Jay cukup bisa diandalkan walaupun mantan montir. Dasarnya Jay adalah seorang sarjana maka tak sulit gunakan ilmu yang sudah dia serap dari kampus.
Lucia mengetok pintu ruang kerja Kevin sambil tersenyum senang. Dalam kelopak mata Lucia sudah terbayang betapa senangnya Kevin kalau Lucia sudah mulai berkarya lagi. Design Lucia cukup spesial karena memang tertuang cukup detail sebagai perhiasan andalan produk terbaru.
Lucia menunggu jawaban Kevin izinkan dia masuk. Hati Lucia demikian bahagia tak sadar bahaya besar sedang mengintai dirinya. Kalau Lucia pakai otak sedikit tentu takkan masuk perangkap Gina. Lucia tak sabar mau terbebas dari kebohongan panjang. Dia mau akhiri semuanya dengan manis.
"Masuk..." akhirnya jawaban yang dinanti Lucia datang juga.
Lucia membuka pintu ruang kerja Kevin dengan pede. Wajah tercantik Lucia persembahkan pada sang pujaan hati. Rona ceria tergantung di wajah cantik itu.
"Lucia...ayok duduk! Ada kabar baik?" Kevin menyambut baik kehadiran Lucia. Kevin tinggalkan pekerjaan melihat misi apa dibawa oleh putri tuan Subrata.
__ADS_1
"Ada dong! Akhirnya aku bisa selesaikan permintaan kamu!" Lucia membentang sehelai kertas putih berisi gambar perhiasan warna hijau daun berbentuk segi lima. Rancangan cukup detail paparkan semua pernak-pernik sampai ke kunci kalung.
Kevin bersiul puji hasil karya Lucia cukup menarik untuk diproduksi. Warna yang sangat berani namun adem di mata. Warna alam yang tak lekang dimakan waktu. Kevin mengambil hasil rancangan Lucia melihat lebih teliti lantas manggut-manggut suka. Kevin tak pungkiri orang yang gambar karya ini sangat berbakat.
"Kau hebat...sekali berkarya membanggakan. Aku terima gambarmu. Semoga kau akan hasilkan yang lebih hebat."
Hidung Lucia mencuat lima senti dipuji oleh pujaan hati. Gadis mana tak bahagia dipandang demikian tinggi oleh pujaan hati. Taman hati Lucia langsung berbunga-bunga mekaran. Jutaan kupu-kupu cinta berdendang di atas kuntum bunga cinta. Rasanya Lucia tak ingin waktu berlalu seketika karena akan hilangkan semua ucapan Kevin.
"Apa hadiahmu untukku?" tanya Lucia manja.
"Aku traktir makan malam?" tawar Kevin tak berniat kucilkan hasil kerja keras gadis itu.
"Deal...kau jemput aku ya!"
"Ok...jumpa nanti malam! Oya...terima kasih hasil karyanya." Kevin tak lupa ucapkan terimakasih walaupun itu memang tugas Lucia hasilkan karya sebagai perancang di perusahaan ini.
"Sama-sama...itu tugasku kok! Ok...aku mau pulang duluan." Lucia tinggalkan ruang kerja Kevin dengan gaya anggun. Sepatu high heels berdetak penuh irama ceria tinggalkan jejak di lantai granit lantai ruang kerja Kevin.
Sepeninggalan Lucia Kevin kembali perhatikan rancangan Lucia. Kevin tak bisa ingkari kalau Lucia terlalu berbakat di bidang ini. Tidak rugi dia pekerjakan wanita itu. Setiap karya Lucia selalu mendapat pasaran sangat bagus. Kevin yakin rancangan yang satu ini akan menambah pundi-pundi emasnya.
Kevin tak mau hanya pergi berduaan dengan Lucia karena takut nanti terjadi interaksi intim buka penyakitnya di hadapan Lucia. Hancur harga diri Kevin bila ketahuan mengidap penyakit aneh. Hanya Gina yang tahu ini jadi biarlah tetap jadi rahasia umum.
Kevin memaksa diri meneleponi Gina untuk minta gadis itu cepat pulang temani dia makan malam bersama Lucia. Gina adalah pengawal pribadi Kevin maka wajar Kevin minta Gina temani dia walau ini bukan harapan Lucia. Kevin mana sempat pikir panjang tentang penolakan Lucia terhadap Gina.
"Halo..." kata Kevin begitu tersambung.
Kevin menelan air ludah kena hajar Gina pakai salam sopan. Kevin sudah terbiasa main koboi menyapa orang dalam percakapan mana ingat harus beri salam sopan dulu.
"Waalaikumsalam...kamu di mana?"
"Masih jadi komisaris. Kenapa? Ada masalah perlu kutangani?"
"Sombong amat! Kau cepat pulang ya! Kita akan keluar makan malam di luar bersama Lucia."
"Ogah lihat kalian pacaran! Emang aku ini cicak di dinding tungguin nyamuk berdengung bising?"
"Yang pacaran siapa nona manis? Aku cuma mau traktir dia makan malam sebagai penghargaan dia telah beri rancangan baru."
Gina bersorak dalam hati ikan sudah makan umpan yang dia tebar. Cepat amat Lucia bergerak mengakui rancangan yang diberikan Gina adalah hasil karya dia. Lucia boleh tertawa senang malam ini. Gina takkan bongkar borok Lucia malam ini. Biarlah wanita itu tidur nyenyak satu malam dulu. Bermimpi indah terbang ke surga berkumpul dengan para bidadari. Besok baru Gina akan bongkar semua kebohongan wanita itu.
Gina mau lihat air mata apa mengalir dari kelopak mata wanita itu. Darah segar atau darah hitam saking sedihnya terbuka kebohongan dia.
"Ok...tapi aku tak mau ikut kalian makan di meja sama. Aku tunggu di parkiran saja."
__ADS_1
"Ya ampun...aku mana berani perbudak seorang komisaris kaya raya."
"Ngejek ya?"
"Kok ngejek? Itu fakta kamu ini menjabat presiden komisaris. Cuma komisarisnya rasa songong. Gimana ceritamu dengan Subrata?"
"Biasa...meminta keringanan. Aku akan ambil alih saham Mahabarata bila dia tak mampu bayar. Sudah kutaksir mungkin aku akan ambil sekitar 60 % saham mereka. Itu buat ayah dan ibuku. Mau bilang aku ini kejam ya terserah!"
Kevin menangkap nada cuek Gina pada semua hujatan yang akan diarahkan kepada-nya. Tekad Gina sudah bulat persulit Subrata sampai dia tak mampu berdiri.
"Gin...kau ini menakutkan! Dia itu ayah biologis kamu lho!"
"Pak Kevin mau bela calon mertua dan jadi musuh aku?"
"Aku tak mau jadi musuhmu tapi mau jadi bayangan kamu."
"Ciiss...gombalan zaman pak Flinstone! Aku tak terima gombalan recehan. Fokus cepat sembuh dan cari gadis yang mampu obral Abrik jendela hatimu. Sudahan ya! Nanti kita jumpa di rumah."
Kevin mau bilang kalau Gina yang telah obrak Abrik seluruh hidupnya dengan segala keangkuhan dan kekonyolan gadis itu. Tapi Gina tak pernah beri Kevin kesempatan ekspresikan rasa sayang tulus dari sanubari. Gadis bagai es abadi di kutub selatan. Dingin membeku.
"Aku jemput kamu pulang kerja nanti. Masa komisaris pulang pergi sama motor."
"Emang kenapa motor? Tepat guna...bebas macet. Sudah tak usah cerewet... assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam.."
Kevin benar-benar kehilangan akal untuk menaklukkan gadis dingin ini. Dari luar penampilan gadis ini selalu hangat kepadanya tetapi bila sudah menyangkut perasaan dia akan berubah beku. Kevin tak tahu apa yang membuat dinagi benar-benar ingin menutup diri dari segala persoalan asmara. Apa mungkin masa lalu Bu Sarah telah mengukir trauma di dalam hati gadis ini. Gina sudah tidak percaya dengan segala ***** bengek masalah cinta.
Kevin memanggil Jay masuk ke dalam untuk membeli sesuatu buat Gina. Kevin yakin kalau komisaris baru itu masih berpegang teguh kepada ponselnya yang jadul itu. Kevin harus bisa mengubah penampilan Gina agar mendapat penghargaan di mata para pegawainya. Gina harus bisa menjaga wibawanya sebagai seorang pemimpin agar anak buahnya menjadi segan. Bukan bergaya sesuka hati tak menyadari kalau seorang pemimpin harus mempunyai wibawa dan kharisma.
Jay segera masuk dipanggil oleh Kevin. Jay berubah lebih jinak setelah bekerja sebagai orang kantoran. Sikap kasar seorang preman telah terkikis dari penampilan Jay. Jay malah lebih dari Gina bisa kontrol diri berubah penampilan lebih alim.
"Pak Kevin panggil aku?" Jay membungkuk sopan layak seorang pegawai biasa.
"Kau tolong beli ponsel terbaru!"
"Merek apa pak? Ada beberapa merek memang sedang meluncurkan produk baru. Yang android atau yang IOS?"
"Yang lebih mudah digunakan. Aku beli untuk bos kalian yang aneh itu."
Jay tersenyum sendiri ingat ponsel kebanggaan Gina yang tak pernah punah dimakan waktu. Gadis itu menolak kecanggihan teknologi kekinian. Jay ragu kalau Gina mau terima hadiah Kevin. Jay mengenal Gina bukan gadis matre suka dibanjiri hadiah.
"Kusarankan beli android saja pak! Lebih mudah digunakan. Bos kami itu agak kuper."
__ADS_1
"Itu saja. Produk terakhir ya! Tak masalah soal dana."
"Iya pak!"