JALAN MENUJU CINTA

JALAN MENUJU CINTA
Terbuka Jalan


__ADS_3

"Aku mau lihat Subrata tersungkur. Keluarga mereka terlalu angkuh dengan harta mereka. Dia menekan aku agar serahkan hasil rancangan buat anak haramnya. Dia pikir kami ini gila hartanya. Bapak harus buat dia malu tak bisa berdiri lagi di dunia bisnis!"


"Apa maksudmu soal rancangan?"


"Anaknya selalu beli gambar padaku untuk diberikan kepada Kevin. Anaknya itu tak kenal siapa aku tapi aku tahu dia. Selama ini dia menipu Kevin dengan rancangan yang dia beli dari aku. Sekarang aku menutup akses transaksi kami maka dia kebingungan. Kevin menuntut karyanya namun dari mana dia luncurkan karya sementara aku tak layani dia lagi. Muncul Subrata ancam aku minta hasil karya aku untuk diakui karya anak haramnya. Apa mereka manusia atau setan? Sudah puluhan tahun abaikan kami dan muncul sok hebat minta diakui sebagai ayah. Lebih baik mati ketimbang punya orang tua kurang ajar kayak gitu!"


Pak Julio memaklumi amarah Gina. Subrata memang kelewatan kalau hanya memikirkan nasib putrinya dari selingkuhan. Anak kandung sendiri dijadikan cadangan untuk jadi kenderaan kesuksesan anak selingkuhan. Pak Julio juga tersulut emosi lihat cara Subrata perlakukan anak kakaknya.


"Bapak memang ada berbisnis dengannya di bidang onderdil perkapalan. Dia pemasok onderdil mesin kapal kita. Tapi gimana cara cari kesalahan mereka? Bapak juga tak boleh semena-mena terhadap orang lain."


"Itu sudah cukup buatku pak! Serahkan padaku semua transaksi dan file mengenai kontrak kerja bapak dan dia! Saya tak percaya tak bisa cari kesalahan mereka. Mungkin terdengar saya egois namun cukup sekali saya lepaskan dendam dalam dada. Mereka sudah lama hidup dalam gelimang harta. Apa dia ingat ada anak-anak lain yang tak punya baju lebaran sejak kecil? Apa dia tahu mantan isteri yang dia zolimi banting tulang terima cucian orang untuk besarkan anak? Saya takkan lupakan hal itu pak! Saya mau satu sen pun uang darinya. Saya cuma mau lihat dia meratapi nasib sial.


Pak Julio bisa merasakan betapa dalamnya dendam Gina kepada Subrata. Kalau tak dilampiaskan mungkin seumur hidup Gina takkan tenang. Pak Julio juga harus bijak pertimbangkan perasaan Gina yang sangat terluka. Ibarat siram minyak di atas api. Sudah sakiti anak kandung masih juga bela anak di luar nikah. Paksa anak pula harus patuh serahkan rancangan gambar untuk putri di luar nikah. Subrata bantu anak jadi pembohong.


"Bapak tak larang kamu membalas mereka tapi jangan kelewatan. Bapak akan berikan apa yang kamu minta. Setelah itu kamu harus berhenti ya! Tak boleh terusan berbuat dosa. Kita ini umat beragama dilarang menyimpan dendam."


Gina bukannya tak tahu menyimpan dendam dilarang agama tapi Gina belum puas bila tak buat Subrata ngerti arti rasa sakit. Gina mau mereka yang jahat tahu derita orang.


"Saya akan punya batasan pak! Tak mungkin juga saya terus-terusan menyakiti orang tanpa alasan."


Pak Julio menyerah biarkan Gina lampiaskan amarah yang telah berkarat dalam dada. Gina masih muda tak mungkin juga menyimpan dendam seumur hidup. Dendam itu harus segera dihapuskan dari lubuk hati anak gadis itu. Pak Julio akan memantau semua perbuatan Gina agar jangan sampai melewati batas kemanusiaan.


"Bapak pegang janjimu! Dan sekarang apa lagi? Gimana soal proyek yang tertunda? Kau tahu ditunda terus akan merugikan Kevin tak bisa selesaikan proyek tepat waktu. Dia bisa kena pinalti."


"Kevin lagi pak! Saudaranya yang bernama Peter itu sedang ingin hancurkan Kevin. Dia termasuk orang yang inginkan nyawa Kevin. Tampaknya dia bekerja sama dengan papa Kevin untuk singkirkan Kevin dari dunia agar bisa jadi pewaris harta Kevin."


Pak Julio melongo tak sangka Peter yang tampak necis dan baik punya rencana sangat jahat. Mengapa demikian banyak kisah sedih di alam ini? Tak bisakah semua orang hidup damai tanpa ada rasa dendam dan benci.


"Bapak jadi ingat kalau Peter itu pernah meminta kepada bapak agar semua dana awal dikirim ke rekeningnya tapi bapak menolak karena uang itu harus masuk ke perusahaan. Bapak tak mungkin mengirim uang itu ke rekeningnya karena ini adalah tanda tangan antara dua perusahaan. Ternyata permintaan Peter itu ada udang di balik batu. Bapak tak menyangka masih ada orang sejahat itu. Kevin begitu percaya kepadanya tapi dia menyalahgunakan kepercayaan itu. Sekarang apa rencana kamu untuk melanjutkan pembangunan proyek yang telah kalian tanda tangani."


"Bolehkah saya meminta agar bapak bantu kami sediakan seorang insinyur dari perusahaan bapak! Kami bersedia membayar gaji dia untuk hindari kerugian lebih besar. Bapak bisa katakan kalau ada sedikit perubahan yang membutuhkan insinyur bapak sendiri. Peter tetap bekerja tetapi harus bergandengan dengan insinyur yang bapak rekomendasi."


"Apa ini harapan Kevin?"


"Kevin sedang stress setelah tahu saudaranya khianati dia. Sejauh ini Kevin belum mengungkap kebusukan Peter. Dia masih berusaha sabar agar tali persaudaraan tidak hancur seketika."

__ADS_1


Pak Julio puji kebijakan Kevin menangani saudara yang curang. Julio yakin orang yang curang itu tidak akan bertahan lama karena Allah tidak akan meridhoi manusia yang berhati busuk begitu.


"Baiklah! Demi kamu bapak akan lakukan yang terbaik! Besok bapak akan rapat bersama perusahaan kalian. Bapak harap kamu dan Kevin harus ikut rapat supaya ada satu keputusan yang tepat. Jangan harapkan Peter lagi untuk menjadi pemimpin proyek."


Gina tersenyum senang yang sedang dihadapi sedang mendapat sedikit titik terang. Gina memang belum diskusikan masalah ini dengan Kevin namun lelaki itu tak punya pilihan lain selain menuruti apa yang disarankan oleh Gina. Apa mungkin Kevin masih mempunyai plan lain untuk mengucilkan posisi Peter dari proyek ini? Mungkin ini adalah jalan yang terbaik menggunakan nama besar Pak Julio untuk menekan Peter tidak bisa bergerak lebih leluasa di proyek ini. Peter juga tidak akan curiga kepada Kevin yang telah manipulasi proyek ini.


"Terima kasih pak! Saya merasa sangat terbantu."


Pak Julio menarik nafas panjang gundah lihat segitu banyak beban mental harus dipikul oleh Gina. Masalahnya sendiri dengan Subrata belum selesai kini ditambah dia harus memikul beban dari Kevin. Maunya pak Julio Gina lupakan semua dendam dan lanjutkan hidup layak anak muda berkarya.


"Janji pada bapak setelah ini kau akan berhenti mengusik Subrata. Bapak akan putuskan kontrak kerja bila masanya kontrak berakhir. Dengan ini kamu pasti akan puas!"


"Memangnya berapa lama lagi habis masa kontrak?"


"Sekitar dua bulan lagi. Biasa kami akan mulai bincang perpanjangan kontrak sebelum habis masa kontrak. Kami bekerja sama sudah hampir puluhan tahun tetapi bapak tidak mengetahui kalau dia yang telah menghancurkan hidup ibumu. Kalau tahu bapak takkan bekerjasama dengan orang yang picik model gitu."


Gina sangat bersyukur pamannya ini mengetahui apa yang tersimpan di dalam dadanya. Kesedihan dan duka mendalam akibat pengkhianatan dari manusia berhati busuk itu. Sudah saatnya Subrata membayar semua kejahatannya di masa lalu.


"Saya akan pelajari semua kontrak kerja mereka. Saya akan tenggelamkan Mahabarata sampai ke dasar jurang sampai tak mampu berdiri lagi. Bapak jangan kira aku kejam! Waktu yang telah ajar saya berjuang melawan kezaliman Subrata."


"Nak...ingat ajaran agama ya!" Pak Julio mengingatkan Gina agar punya batasan.


"Insyaallah saya punya batasan pak!"


Asisten pak Julio balik dengan membawa minuman dan kue basah yang seperti baru beliau beli. Untuk sementara ini Gina tidak begitu tertarik dengan makanan karena hatinya penuh dengan rasa dendam dan emosi. Rasanya ingin secepat mungkin menuntaskan masalah suprata dan pintar agar hidup mereka bisa tenang dan tentram.


Pak Amir meletakkan semua makanan di atas meja sambil melontarkan senyum ramah kepada Gina. Pak Amir mengetahui kalau Gina merupakan orang yang sangat penting buat Pak Julio. Jarang sekali Pak Julio demikian perhatian kepada anak muda bila tak ada potensi dan hubungan keluarga.


"Ayok sekarang minum dulu biar hatinya adem! Oya pak Amir! Tolong siapkan semua data tentang kontrak kerja dengan Mahabarata serta semua kegiatan. Copy dalam flashdisk biar dipelajari oleh keponakan aku ini! Gina ini anak kakak aku! Jadi pak Amir harus layani dia seperti keluarga aku sendiri. Ada satu lagi bernama Gani! Mereka adalah keponakan kandung aku!" Pak Julio perkenalkan Gina supaya tak ada salah paham di antara orang di kantor.


"Oh nona Gina...bapak akan ingat kepada kamu!"


"Iya pak! Terima kasih sudah antar makanan!"


"Kamu adalah keponakan pak Julio berarti keponakan bapak juga. Tak usah sungkan! Ayok diminum kopi murni ini! Bisa tenangkan pikiran! Bapak permisi dulu ya! Bapak siapkan file yang kau mau!"

__ADS_1


"Terima kasih.."


Pak Amir pergi lagi laksanakan perintah Pak Julio. Sebenarnya pak Julio sangat keberatan Gina balas dendam dengan cara tidak gentle. Harusnya Gina hadapi langsung Subrata lalu tumpahkan unek-unek hati yang tersimpan selama puluhan tahun. Tapi Gina telah pilih cara ini hukum ayahnya yang tak punya hati. Pak Julio tak tahu apa yang akan gadis ini lakukan pada ayah kandungnya itu.


Subrata harus menuai buah yang dia tanam sendiri. Sudah begini masih mau intimidasi anak untuk lindungi putri sendiri. Apa ini tak memicu emosi Gina yang memang benci setengah mati kepada Subrata. Kali ini pak Julio tak bisa bantu Subrata redakan emosi Gina.


Pak Julio kesal juga Subrata terlantarkan anak isteri demi seorang perempuan malam. Binatang buas saja tak tega habisin anak sendiri. Ini manusia punya akal sehat namun bertingkah seperti seorang setan dari neraka. Setan yang tak sengaja terlepas dari kurungan api neraka.


"Ayo minum biar tak terbawa emosi!"


Gina tersenyum tipis, "Emosi saya sudah kudu naik ke ubun pak! Takkan turun sebelum Mahabarata turun panggung. Anaknya juga rasakan akibat dari perbuatan orang tuanya."


"Gin...apapun cerita dia itu kakak kamu satu bapak! Jangan membuat dia kehilangan segalanya! Kau boleh balas Subrata tapi jangan pada anaknya. Dia itu tak tahu apa-apa."


Gina paham maksud Pak Julio. Lucia memang tak tahu semua perbuatan orang tuanya namun hati Gina terlanjur dendam kepada mereka maka tak ada kata iba lagi dalam hati Gina. Gina akan beri Lucia pil pahit untuk jadi kenangan seumur hidup.


"Saya tahu pak!" Gina belum juga gerakan tangan ambil cangkir berisi cairan hitam wangi itu. Kepala Gina masih memikirkan cara terbaik buat Subrata tergelincir jatuh ke jurang putus asa.


"Bagus...kapan kau mau ke sini?"


"Saya harus selesaikan misi selamatkan Kevin serta tundukkan Subrata. Saya janji akan bantu bapak bilamana bapak perlu tenaga saya."


Pak Julio tersenyum senang Gina punya rencana seberang ke kantornya. Di sini Gina pasti akan makin berkibar memasuki dunia bisnis. Otak gadis ini cukup encer untuk melatih keahlian di bidang bisnis. Pak Julio akan didik Gina masuki era baru menjadi pemimpin salah satu cabang perusahaan.


"Bapak akan pegang janji kamu! Ayok dimakan kue dan minum kopinya! Kau tak mau kecewakan Pak Amir kan?"


Kali ini Gina tak menolak lagi. Sambil menunggu Pak Amir bawa semua data kontrak mendingan dia isi perut dengan kue tersedia. Tak baik juga menolak rezeki.


Pak Julio ikutan cicipi kue yang dibeli oleh pak Amir. Untuk sesaat suasana jadi adem tak ada percikan api kebencian di mata Gina. Mata Gina kembali bening tanpa ada amarah. Pak Julio yakin kalau dasarnya Gina adalah anak baik. Cuma Subrata telah sulut api kebencian dalam diri anak gadis itu. Gina menjadi keras karena mendidik diri sendiri mandiri. Dia harus melindungi ibu dan saudaranya yang agak gemulai itu. Kalau tak andalkan sendiri siapa bisa diharapkan lagi. Masih untung jumpa paman yang punya kuku bisa bantu dia wujudkan balas dendam.


Pak Amir datang bawa flashdisk copian untuk Gina. Semua data perjanjian lengkap tertera di situ. Gina akan pelajari semuanya untuk cari celah kesalahan Subrata agar dia bisa bertindak buat orang itu rugi besar. Gina tak peduli Mahabarata mau bangkrut atau tidak. Yang penting dia telah tuntaskan dendam di hati.


Gina pamitan karena masih banyak pekerjaan di kantor Kevin. Kini Gina tenang proyek Kevin akan mulai jalan tanpa mendepak Peter. Peter tak bisa berbuat sesuka hati lagi karena ada pendamping. Dia harus koordinasi dengan insinyur pak Julio baru bisa bergerak. Gina akan kontrol insinyur dari perusahaan pak Julio yang juga kontrol Peter.


Pak Julio tak bisa menahan Gina lebih lama karena keponakannya masih bekerja pada perusahaan Kevin. Loyalitas seorang karyawan akan jadi acuan harga karyawan tersebut. Pak Julio mau didik Gina jadi pebisnis handal untuk gantiin dia bila kelak dia mengundurkan diri dari bisnis. Kedua anaknya belum bisa diajak bertarung di dunia bisnis. Harapan pak Julio digantungkan ke pundak Gina. Gani belum bisa diajak bertarung karena nyalinya sangat kecil.

__ADS_1


Gina kembali ke kantor Kevin gunakan motor matic yang tak muda lagi. Orang sudah beli produk baru namun Gina masih setia didampingi motor matic tersebut.


__ADS_2