
Nessa berjalan mengelilingi mall bersama dengan kedua teman nya. Dia terlihat begitu bahagia karna ini pertama kalinya bisa jalan jalan tanpa Nevan ataupun Rafa.
Setelah puas jalan jalan mereka pun keluar dari mall dan masuk ke mobil Nadia.
"Gimana Ness? Lo suka kan kalau jalan sama kita " kata Jeslyn
"Iya Jes, aku sangat senang. Ini pertama kali aku bisa jalan jalan tanpa saudaraku dan Rafa sahabatku " kata Nessa tersenyum bahagia
"Kalo gitu kita pergi ke satu tempat lagi ya Ness" kata Nadia masih fokus menyetir
Nessa mengerutkan keningnya "Kemana? Inikan sudah malam, aku juga belum shalat magrib "
Nadia dan Jeslyn saling pandang lalu tertawa terbahak bahak. Nessa semakin bingung dengan kedua teman nya ini.
"Kenapa kalian tertawa? Apa ada yang salah?" tanya Nessa bingung
"Lo memang anak rumahan ya Ness, sayang banget padahal lo kaya tapi gak bisa nikmatin masa masa muda lo. Hari ini gak papalah gak shalat juga, kan bisa di kido" kata Nadia
"Khodo kali bukan kido" jelas Nessa
" What ever, udah lo diem aja ikutin aja kemana kita pergi. Pasti lo bakal seneng " kata Jeslyn
Nessa diam, ada rasa tidak nyaman dalam hatinya. Dia merasa akan ada sesuatu yang terjadi. Tapi Nessa juga tidak bisa menolak, Dia sudah terlanjur ikut dengan mereka.
"Kenapa kita kesini?" tanya Nessa mulai was was.
Mereka telah turun dari mobil, Nessa menatap pada bangunan yang begitu banyak pengunjung nya. Kebanyakan adalah para pria hidung belang dan wanita wanita cantik dan berpakaian minim.
__ADS_1
"Ayo masuk, kenapa malah bengong" Nadia merangkul tangan Nessa
"Tap..tapi kenapa kita kesini Nad?" tanya Nessa semakin merasa ada yang tidak beres
"Haha. Lo pasti pertama kali ke club malam kan? Ayo kita masuk, di dalam itu sangat menyenangkan "
Jeslyin dan Nadia menarik paksa tangan Nessa dan membawanya masuk ke dalam tempat terlarang itu.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Angga menendang kesal ban mobilnya "Kenapa harus bocor si, inikan jauh dari bengkel. Arghh"
Angga melirik ke kanan dan kiri "Gak ada orang lagi, kenapa ini jalan sepi amat ya"
Angga membalikan tubuhnya, melihat sebuah bangunan yang tak jauh dari jalan. Terlihat lampu kerlap kerlip di sana.
"Ini jalanan sepi bener, tapi ada tempat itu? Seperti club malam" gumam Angga lalu kembali melihat ke sekililing nya.
Entah kenapa Angga ingin melalui jalanan ini, karna menurut teman nya kalau jalan kesini lebih cepat sampai menuju tujuan nya yang ingin bertemu dengan teman teman nya.
Karna tidak mau berlama lama di tempat ini, Angga pun menelpon seseorang dan menyuruh menjemputnya. Angga pun mengirimkan lokasinya pada supir rumah nya.
"Tolonggg, ku mohon lepaskan!! Tolongg.. Siapapun tolong aku"
Sayup sayup Angga mendengar suara seseorang meminta tolong. Angga melirik kesana kemari mencari sumber suara itu.
"Siapa ya?" Angga mengusap tengkuknya, tiba tiba merasa merinding.
__ADS_1
"Akhhh. Tolongg jangan lakukan itu, aku mohon.. Hiks hiks"
Kembali Angga mendengar teriakan itu lagi "Hallo, ada orang disana? Siapa?" teriak Angga sambil berjalan ke ara pohon besar yang ada di pinggir jalan
"Ya Allah tolong aku, JANGAN! Ku mohon jangan lakukan itu"
Angga berjalan semakin mendekat ke arah pohon besar itu, suara teriakan itu semakin jelas terdengar.
Brakk
Seorang gadis berlari dari balik pohon besar itu dan menabrak Angga.
"Hei kau siapa? Ada apa?" tanya Angga yang terkejut dengan kedatangan nya yang tiba tiba
Nessa mendongak dan langsung bangun dan memeluk Angga. Nessa menangis sejadi jadinya di pelukan Angga. Tubuhnya bergetar menandakan kalau Dia sedang dalam keadaan tidak baik baik saja.
Cahaya lampun yang temaram membuat Angga tidak bisa melihat dengan jelas wajah gadis yang memeluknya ini.
"Kau kenapa? Tenanglah" kata Angga mengelus punggung Nessa
"Tolong aku, ku mohon tolong bantu aku" kata Nessa lirih
Angga menjadi tidak tega dengan gadis ini, Dia langsung memapah Nessa menuju mobilnya. Angga sedang menunggu jemputan dari orang rumah nya.
Tak lama kemudian mobil datang menghampiri mereka. Angga langsung membantu Nessa untuk masuk ke dalam mobil itu.
Mobil melaju, Angga melihat ke arah wanita yang masih bergetar ketakutan itu. Barulah Angga bisa melihat jelas wanita itu.
__ADS_1
Inikan gadis yang tadi siang di kampus.
Bersambung