
Berdiam diri di rumah mewah bukanlah kebiasaan Tiara. Dia sudah biasa hidup susah tanpa bergelimang harta dan tinggal di rumah sederhana. Tiara sudah biasa dengan pahit nya hidup dan kejamnya dunia.
"Bosen ihh dari tadi cuma diem aja"
Tiara berguling kesana kemari di tempat tidur yang sangat mewah itu. Ditya terpaksa harus pergi karna ada miting yang tidak bisa di wakilkan oleh Alvin. Dengan brralasan ada urusan penting pada sang istri.
Ditya juga tidak mau menambah curiga para karyawan kantor yang melihat Ditya tidak masuk kantor saat ada miting penting karna itu bukanlah Ditya. Dia selalu menepati janjinya tidak pernah membatalkan miting apapun. Tapi semuanya akan berubah setelah Ditya mempunyai istri.
Tiara keluar dari kamarnya dan berjalan halaman belakang sambil memeluk boneka kesayangan nya. Melihat tingkah Tiara saat ini persis seperti anak kecil yang sedang bosan. Sangat menggemaskan dengan bibir pink alami yang mengerucut.
Tiara duduk di ayunan yang ada di taman itu. Menatap indah bunga bunga di sore hari.
"Emon aku ko merasa aneh ya sama Mas Ditya. Masa iya Dia bisa mempunyai rumah yang mewah bak istana ini. Apa Dia korupsi uang kantor ya? Ahhh kalau benar bagaimana kalau ketahuan kan bisa di penjara. Terus nanti aku jadi janda muda dong"
Tiara menggelengkan kepalanya mengusir fikiran negatif tentang suaminya.
"Gak mungkin ahh, masa iya Mas Ditya korup. Dia kan baik iya kan Emon" kata Tiara seolah boneka itu bisa menjawab pertanyaan nya
Ditya tergelak tanpa suara saat mendengar ucapan sang istri yang kelewat polos itu. Entah sejak kapan Ditya sudah berada di belakang Tiara.
Sayang masa iya aku korupsi aku perusahaan ku sendiri. Kamu ini benar benar sangat menggemaskan.
"Sayang"
Tiara langsung menengok ke belakang. Dan mendapati suaminya sedang tersenyum manis padanya.
"Ngapain hmmm? Bosen ya " Ditya memeluk leher Tiara dari belakang dengan tubuhnya yang setengah merunduk
"Mas sudah pulang, iya nih aku bosen diem terus di rumah gak ngapa ngapain" kata Tiara
__ADS_1
"Maaf ya Mas tadi ada urusan bentar" Ditya mencium pipi istrinya
"Hmm gak papa ko Mas, Tia ngerti" kata Tiara menoleh dan tersenyum
"Kamu udah makan?" Ditya mengayunkan ayunan yang di duduki oleh Tiara
"Udah, Mas udah makan?" tanya Tiara
"Sudah"
Mereka pun mengobrol dan bercanda bersama dengan Ditya mengayunkan ayunan. Terlihat sangat romantis bagi yang melihatnya.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Malam harinya Tiara berada di kamar mandi setelah menyelesaikan shalat isya. Tiara mencoba menenangkan perasaan nya yang sangat gugup menghadapi malam pertama mereka.
Tiara mengelus dadanya sambil mondar mandir kesana kemari. Sesekali Dia menggigit kuku tangannya.
"Tenanglah Tiara ini sudah kewajiban mu. Sudah saatnya kau menyerahkan harta berharga itu pada suamimu"
Tiara masih saja mondar mandir, apalagi setelah Dia melihat di internet kalau malam pertama akan terasa sakit. Itulah yang membuat Tiara takut.
Tok tok tok
"Sayang, ngapain si? Lama banget kamu gak papa kan?"
Ditya yang dari tadi duduk di sofa sambil memainkan ponselnya pun merasa khawatir saat istrinya sudah satu jam di kamar mandi dab tidak keluar juga.
"Iya Mas sebentar lagi" teriak Tiara dari dalam kamar mandi
__ADS_1
Oke Tiara kamu harus melakukan nya. Ini adalah kewajiban mu.
Ceklek
Tiara pun keluar dari kamar mandi, perasaan nya semakin gugup saat Ditya langsung merangkul pinggang nya dan mencium kening Tiara.
Tiara tahu kalau suaminya sudah menginginkan malam pertama mereka. Dan Tiara akan pasrah menyerahkan mahkota nya pada sang suami.
Ditya menangkup wajah Tiara lalu dengan perlahan Dia pun mendaratkan bibirnya di bibir istrinya yang sangat menggodanya.
Ciuman itu semakin panas, Ditya menggengdong Tiara tanpa melepaskan ciuman mereka. Meskipun Tiara terasa sangat kaku saat membalas ciuam Ditya. Tapi justru itu membuat Ditya bahagia karna berarti Dialah yang pertama untuk Tiara.
Ditya merebahkan tubuh Tiara dan mengukung nya. Ditya menatap lekat wajah cantik sang istri. Tiara terus saja memalingkan wajahnya karna merasa sangat malu.
"Bolehkah aku meminta hak ku sekarang?" bisik Ditya dengan suara serak menahan hasratnya
Tiara tidak menjawab Dia hanya menganggukan kepalanya mengiyakan permintaan suaminya.
Ditya tersenyum puas dan langsung melancarlan aksinya dengan mencium kembali bibir Tiara. Ciuman itu kini berpindah ke leher dan Ditya juga memberikan tanda kepemilikan di sana.
"Aku mencintaimu" bisik Ditya sebelum melanjutkan aksinya.
Tiara pasrah karna memang ini sudah menjadi kewajiban nya untuk melayani suaminya.
Tiara memejamkan mata saat merasakan sesuatu menyentuh kewanitaan nya. Tiara mencengkram seprei hingga tangan nya memutih saat merasakan rasa sakit yang baru Dia rasakan selama ini.
Malam yang panjang baru dimulai !!!
Bersambung
__ADS_1