Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Part 52


__ADS_3

Maaf ya buat kalian yang merasa kecewa dengan alur ceritanya. Tapi inilah imajinasi saya, jika semuanya mulus mulus aja mungkin episode 55 aja udah End.


Saya sengaja membuat Tiara berjuang dua garis biru. Sekarang biarlah mereka menikmati waktu berdua dulu. Sebelum kehadiran sang buah hati.


Jadi jika kalian tidak siap dengan alurnya. Silahkan berhenti disini. Terimakasih 🤗🤗🤗


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Ditya keluar dari ruang ganti, baru saja Dia selesai bersih bersih dan sekarang ingin langsung tidur karna mengingat sang istri masih datang bulan. Tentu saja Ditya harud menahan hasratnya.


"Ko belum tidur?" Ditya berjalan ke arah Tiara yang duduk di tempat tidur sambil memegang sebuah kertas.


"Ada apa?" tanya Ditya melihat raut cemas di wajah istrinya


Aduh kalo sampe suamiku menikah lagi gimana? Atau keluarganya menyuruh menceraikan ku gimana? Ahhh itukan hanya di film film.


"Mas, tadi aku.." Tiara mendadak ragu untuk mengatakan nya


Ditya menatap istrinya "Kenapa? Ada apa?"


Tiara menghela nafas "Mas tadi aku ke rumah sakit untuk periksa karna perutku terasa snagat sakit"


Ditya menatap cemas dan khawatir pada istrinya "Terus kamu gak papa kan? Apa kata dokter?"


"Aku....ak..aku.."


"Aku apa Yank? Cepetan ih jangan membuatku makin cemas" kata Ditya tidak sabar


"Aku akan sulit memikil keturunan Mas" Tiara memejamkan matanya saat mengatakan itu. Sudah siap menerima apa yang akan di lakukan oleh suaminya.


Dia gak akan pergi kan? Gak akan meneceraikan ku kan?


Ditya diam mematung, bingung harus bicara apa. Kecewa? Sedih? Tentu saja, apalagi mengingat keluarganya yang sangat mengharapkan seorang anak dari Ditya.


Tapi Ditya sadar, Dia bukanlah Tuhan yang bisa merubah semuanya. Sekarang yang harus Ditya fikirkan adalah perasaan istrinya itu.

__ADS_1


Tiara menunduk karna melihat suaminya hanya diam saja "Maaf Mas"


Ditya tersadar saat mendengar suara lirih istrinya. Dia menoleh dan melihat istrinya menunduk dengan bahu bergetar.


"Sayang jangan nangis hey, aku gak papa. Kita usaha sama sama ya" Ditya memeluk istrinya


"Hiks..Hiks.. Maaf Mas, Tia gak bisa buat Mas bahagia" kata Tira masih dengan tangisan nya


"Sayang hey, dengarkan aku! Jangan pernah berfikir kalau aku tidak bahagia denganmu. Aku akan selalu bahagia saat bersamamu sayang. Yakinlah Tuhan akan memberi kita keturunan tapi bukan sekarang saat nya. Mungkin nanti"


Ditya mencoba menghibur istrinya agar tidak terus berlarut larut dalam kesedihan.


Tiara mendongak dan menatap wajah suaminya dengan mata basah. Dia melihat kesungguhan dan cinta yang sangat besar dari sorot mata itu. Kini Tiara merasa lega karna suaminya tidak akan meninggalkan nya.


Cup Cup Cup Cup


Ditya mencium seluruh bagian wajah istrinya. Dia menyatukan keningnya dan kening sang istri.


"Sayang sulit, bukan berarti tidak bisa. Kita akan terus berusaha dan berdoa. Kita berjuang sama sama. Itulah janji pernikahan kita. Akan selalu bersama dan menghadapi semua cobaan ini bersama sama" kata Ditya


Tiara kembali memeluk suaminya.Ditya mengelus kepala sang istri. Mengecupnya beberapa kali.


"Mas"


"Apa sayang?"


"Mas gak akan nikah lagi kan? Kaya di sinetron sinetron?"


Memang Tiara sangat terpengaruh dengan sinetron dan beberapa film yang selalu Dia tonton. Tiara takut kalau suaminya akan seperti di film itu.


"Hahaaha"


Ditya mencubit gemas hidung Tiara dan mencium pipi Tiara. Uyel uyel pipi sang istri yang selalu membuat gemas dengan tingkahnya.


"Kamu kebanyakan nonton TV. Sayang di dunia ini gak mungkinlah aku menikah lagi kalo istriku saja sudah sebaik dan secantik ini. Makanya jangan kebanyakan nonton TV" kata Ditya tersenyum gemas

__ADS_1


"Ya kan kalau di film mah, nanti mertuanya maksa buat nikah lagi si anaknya kalo istrinya sulit hamil" kata Tiara polos


Cup Cup


"Gemes aku sama kamu Yank, mana ada kaya gitu. Papi sama Mami gak mungkin melakukan itulah. Kamu ada ada aja deh" kata Ditys gemas


"Kalo Opa kamu gimana?" tanya Tiara


Ditya diam, benar juga bagaimana dengan Opa nya? Ah sudahlah, Ditya tidak akan memikirkan lagi Opa nya yang egois dan mau menang sendiri.


"Tenang saja Sayang, Opa gak akan menyuruh aku menikah lagi walau kau belum bisa memberikan keturunan untuk ku. Peracyalah" kata Ditya meyakinkan istrinya


Tiara hanya mengangguk, mencoba berfikir positif. Tiara tidak akan menyerah, Dia akan terus berjuang agar bisa mempunyai keturunan. Pengobatan apapun akan Tiara lakukan meski akan menyakitinya.


Percayalah Tia, Tuhan akan memberikan yang terbaik untukmu.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Besok siangnya, Tiara bertemu dengan Celin di Cafe Apple. Saat ini Tiara perlu sharing kepada sesama perempuan. Tiara sudah menceritakan semuanya, tentang penyakitnya.


Tiara percaya kalau Celin orang yang bisa di percaya dan selalu membuat Tiara tenang kalau bercerita padanya.


"Jadi gamana dong mbak?" tanya Tiara, terlihat bingung dan gelisah.


"Tenang aja Tia, banyak ko kasus kaya kamu yang pernah di periksa di rumah sakit ku. Kebanyakan semuanya sembuh total dan bisa mempunyai keturunan. Saat ini kau hanya perlu berusaha, berdoa dan terus menjalani pengobatan" kata Celin memberikan pencerahan pada sahabatnya itu.


"Yang penting kau harus tetap semangat untuk sembuh. Oke" Celin menggenggam tangan Tiara di atas meja


"Oke mbak, Tia akan terus semangat untuk sembuh. Aku akan terus berobat mbak" kata Tiara tersenyum penuh semangat


"Gitu dong, ini baru Tia yang aku kenal. Selalu penuh semangat. Aku akan bantu kamu, akan aku berikan perawatan terbaik untukmu" kata Celin tersenyum


"Terimakasih mbak"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2