
Tidak di duga oleh Rara dan Anya kalau Nevan dan Rafa malah membeli semua tiket untuk jadwal menonton saat ini.
"Sayang kenapa di beli semua? Nanti di dalam kita hanya berempat dong. Kan gak seru" protes Rara
Nevan menatap tajam kekasihnya itu "Apa maksudnya gak seru? Kau mau menonton dengan para pria lain gitu? Jangan harap akan ku biarkan"
"Hah?" Rara hanya menlongo mendengar alasan dari Nevan barusan.
Kenapa makin kesini sifat posesifnya makin parah si.
"Sayang, bukan gitu lagian yang mau nonton kan kebanyakan para pasangan juga. Jarang yang single" jelas Rara masih mencoba membujuk kekasihnya
Fikiran Rara tidak akan seru kalau menonton tapi hanya berempat di dalam bioskop. Tidak seperti orang pacaran pada umumnya.
"Ohh. Jadi kau berharap kalau banyak yang single yang menonton di sini" kata Nevan menatap tajam pada Rara
Ya ampun kenapa Dia jadi gila kaya gini si.
"Bukan gitu sayang " Rara malah bingung menjelaskan
"Apa? Ya sudah kita pulang saja" kata Nevan ketus
Heh. Kenapa makin runyam si.
"Ya udah ayo, gak papa aku gak akan protes lagi" kata Rara
Mengalah lebih baik dari pada enggak sama sekali.
"Hmmm" Nevan hanya berdehem dan langsung pergi tanpa mengiraukan Rara yang masih terbengong melihat tingkahnya.
Gini amat kalo punya pacar posesif nya minta ampun.
Rara berjalan cepat menyusul Nevan. Tidak fokus pada jalanan membuat Rara tidak sengaja menabrak seseorang yang sedang berjalan berlawanan arah.
"Maaf" kata Rara
Mendongak dan matanya langsung terbelalak. Tangannya langsung gemetaran melihat siapa yang berdiri di depannya.
"El...Elsa" Rara tiba tiba menjadi gugup
Semua bayangan itu langsung kembali teringat di fikirannya. Setelah sekian lama tidak bertemu dengan wanita ini. Kenapa sekarang malah bertemu di tempat seperti ini.
__ADS_1
"Beraninya kau menabrak ku" teriak Elsa
Plak
Dengan penuh emosi, Elsa menampar pipi Rara dengan sangat keras. Membuat Rara tersadar dari lamunannya.
Plak
Rara yang sekarang bukan Rara yang dulu. Dia tidak akan diam jika terus di tindas. Elsa sampai terkejut melihat keberanian Rara.
"Kau sudah berani ya" Dengan kuat Elsa mendorong tubuh Rara sampai Rara terjengkang dan trduduk di lantai dengan posisi kaki yang melipat.
"Awww" Rara merasa kakinya sakit sepertinya terkilir
Nevan yang terus berjalan tanpa menghiraukan sekitar langsung tersentak kaget saat mendengar teriakan seseorang yang sangat Dia kenal.
Nevan terbelalak saat melihat Rara yang terduduk di lantai sambil memegangi kakinya. Rahangnya mengeras saat melihat wanita yang berdiri angkuh di depan Rara sambil terus memakainya.
"Dasar anak haram, tinggal di panti aja belagu. Gak tau diri" teriak Elsa
"Wahh. Ternyata Dia anak haram ya"
Begitulah bisik bisik para pengunjung. Nevan berjalan cepat ke arah kekasihnya itu. Ada rasa menyesal karna Dia berjalan cepat meninggalkan Rara karna keposesifan nya.
"Beraninya kau mengatai wanitaku" teriak Nevan dengan rahang mengeras
Elsa menoleh dan menatap takjub pada Nevan yang bisa di katakan sempurna untuk wanita normal.
"Sa..Sayang" kata Rara gelagapan. Dia takut kalau Nevan sampai tidak bisa menahan emosinya.
Benar saja Nevan langsung teralihkan saat mendengar suara dari wanitanya. Nevan berjongkok di depan Rara.
"Mana yang sakit?" tanya Nevan masih dengan tatapan dingin
Duh kenapa Dia menyeramkan begini si.
"Enggak papa kok, cuma kayanya kakiku keseleo atau terkilir" jawab Rara
Nevan tidak menjawab, Dia berdiri dan langsung mendorong kuat tubuh Elsa sampai terjungkal ke lantai.
"Awww" teriak Elsa memegang kakinya yang terasa sakit
__ADS_1
Rara sampai terbelalak melihat apa yang di lakukan Nevan pada Elsa. Dengan kaki yang sakit Rara tertatih untuk berdiri dan mencegah Nevan agar tidak melakukan kekerasan pada Elsa apalagi ini di tempat umum.
Nevan sedikit membungkukan badan nya. Menatap nyalang pada Elsa.
"Jangan pernah sekali lagi kau menyentuh wanitaku. Mengerti!" gertak Nevan
Elsa hanya mengangguk dengan air mata yang sudah mengenang di pelupuk matanya. Tidak menyangka kalau semua ini akan terjadi padanya.
"Sayang udah, aku gak papa" Rara menarik tangan kekasihnya itu dengan berdiri tertatih
Nevan menoleh dan langsung menatap Rara "Kita ke rumah sakit sekarang"
"Enggak us...Ahhh.. Sayang lepasin, aku gak papa"teriak Rara kaget saat Nevan tiba tiba menggendongnya
"Sayang aku gak papa, kakiku cuma terkilir aja. Nanti juga sembuh" kata Rara mencoba melepaskan diri dari gendongan Nevan
"Almeira Safira, kakimu sudah seperti ini masih bilang kalau kau tidak papa" kata Nevan kesal
Rara diam, memang beginilah Dia. Selalu menutupi semuanya dengan kata 'Aku tidak papa' atau 'Aku baik baik saja'.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Di tempat yang berbeda, Anya dan Rafa yang dari tadi berjalan duluan dan sekarang mereka telah sampai di depan pintu bioskop sejak tadi. Menunggu Rara dan Nevan yang tak kunjung datang.
"Coba aku telpon dulu Rara ya" kata Anya yang di jawab anggukan oleh Rafa
"Hallo, Ra Lo dimana?"
"Hallo"
"Nevan" Anya melihat ke arah Rafa saat mendengar suara yang mengangkat telpon Rara adalah Nevan.
"Kita tidak jadi nonton. Rara kecelakaan"
Tuttt
Panggilan langsung terputus membuat Anya terus berteriak memanggil Nevan. Anya sudah di buat panik dengan perkataan Nevan yang mengatakan kalau Rara kecelakaan.
Anya dan Rafa langsung menyusul Rara dan Nevan. Membatalkan acara menonton mereka.
Bersambung
__ADS_1