
Semua keluarga Ditya sedang berkumpul di meja makan. Pagi ini suasana terasa sangat ramai dan hangat. Fernan tersenyum tipis saat merasakan suasana keluarga yang begitu hangat. Apalagi dengan adanya Dea dan Tiara yang membuat suasana menjadi lebih ramai lagi.
"Kapan kalian akan mengumumkan pernikahan kalian?" tanya Seno setelah mereka selesai sarapan
"Secepatnya Pi" jawab Ditya, Tiara hanya menunduk
"Kalau bulan depan bagaimana?" tanya Seno
"Iya Pi" jawab Ditya
"Oke kita langsungkan bulan depan. Bagaimana menurut Ayah?" tanya Seno pada Fernan
"Oke terserah kalian saja" jawab Fernan acuh tak acuh
Setelah sepakat kalau bulan depan akan melaksanakan resepsi dan mengumumkan pernikahan Tiara dan Ditya. Kini semua anggota keluarga sedang berkumpul di ruang keluarga.
Tiara masih merasa asing dengan posisinya. Dia lebih banyak diam dan tersenyum saja. Berbicara jika di tanya saja.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Celin dan Alvin berjalan ke arah mereka yang sedang berkumpul. Mereka langsung ikut bergabung, memang tadi Opa Fernan menyuruh Celin dan Alvin ke rumahnya.
"Hay Tia" sapa Celin langsung duduk di samping Tiara yang sedang duduk bersama Dea.
"Mbak, apa kabar?" kata Tiara tersenyum manis
"Baik Tia, kamu gimana kabarnya?" kata Celin
__ADS_1
"Baik mbak" jawab Tiara
"Ka Celin kenal sama Ka Tia?" tanya Dea yang belum tahu ceritanya
"Haha kau tidak tahu Dea, kita ini memang sudah lama kenal. Kita ini sahabat. Iya kan Tia?" Celin merangkul bahu Tiara
"Heem" Tiara hanya mengangguk dan tersenyum
"Hah?" Dea menepuk jidat nya
"Ko bisa? Ya ampun kaka gue memang bener bener hebat. Doi bisa dapetin dua wanita cantik sekaligus" kata Dea, tidak sadar dengan ucapan nya
"Shuttt, kau ko ngomong kaya gitu si? Ini ada keluargamu De" bisik Tiara
"Hah?" Dea langsung menoleh ke arah keluarga nya
"Hehe maaf Mi, kebawa kalo lagi di sekolah" Dea menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal
"Memang kalu di sekolah bahasa kalian kaya gitu?" selidik Faiha
"Hehe maaf Mi, kan sekarang memang udah biasa kalo anak muda bahasanya kaya gitu" kata Dea
"Tapi itu gak baik, gak boleh jadi kebiasaan bicara kasar De. Apalagi ini ada orang tua" kata Faiha lembut
"Iya Mi" Dea menunduk merasa bersalah
"Sudahlah Mi, kan memang sudah lumrah kalau anak muda sekarang bahasanya seperti itu" kata Seno membela anaknya
"Iyalah, kamu kan dulu juga sama kaya gitu bahasanya. Untung saja Ditya tidak sepertimu" ketus Faiha, Seno hanya menggaruk garuk kepalanya
__ADS_1
Yang lainnya hanya tersenyum lucu melihat perdebatan Faiha dan Seno. Dea pun sudah kembali mengobrol dengan Celin dan Tiara. Ditya membicarakan masalah bisnis bersama Alvin, ayah dan kakeknya.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Tiara dan Ditya sudah kembali ke rumah mereka. Tiara masih merasa gelisah mengingat Opa Fernan yang bersikap acuh tak acuh padanya. Ditya tahu apa yang di fikirkan oleh sang istri.
"Sudahlah jangan banyak berfikir yang aneh aneh. Sekarang tugas kita hanya fokus pada permintaan Opa" kata Ditya mengecup kepala sang istri.
Tiara hanya tersenyum, jujur saja Dia merasa takut kalau Opa Fernan tidak akan memberikan restu untuk pernikahan nya.
Tiara tidak menyadari kalau Opa Fernan sudah menerimanya, hanya saja Dia sedikit gengsi mengakuinya. Dia ingin memberi persyaratan dulu untuk Tiara dan Ditya agar mereka segera mempunyai anak penerus keluarga.
"Sudah jangan di fikirkan, sekarang kita harus lebih berusaha lagi untuk memenuhi syarat dari Opa" Ditya tersenyum licik
Tiara menoleh dan mendengus kesal "Tapi gak harus tiap hari juga kali Mas. Aku bisa mati kelelahan gara gara kamu"
"Hahaha. Gak akan sayang, kau kan juga menikmatinya. Kau cukup mendesah saja biar aku yang bekerja" kata Ditya menggoda istrinya
Tiara menutup wajah dengan kedua tangannya "Ya ampun Mas"
"Apa sayanggg" Ditya tersenyum lucu melihat tingkah istrinya yang masih malu malu.
"Sudah ah, ayo kita bekerja" kata Ditya sudha mencium bibir istrinya itu.
Ya ampun, kenapa persyaratan nya seperti ini. Inikan jelas menguntungkan suamiku. Aaaa aku pasti tidak akan tidur lagi malam ini.
Ditya melu^mat halus bibir istrinya, sudah di penuhi gairah. Mereka pun kembali melakukan olah raga malam itu.
Bersambung
__ADS_1