
Keluarga Nevan dan Rafa telah sampai di tempat tujuan. Celin, Tiara dan yang lainnya merasa terkejut saat melihat plang yang ada di depan bangunan itu.
"Van, Rafa jadi Anya dan Rara tinggal disini?" tanya Celin
Nevan dan Rafa menoleh "Iya Ma, mereka memang tinggal disini. Gak papa kan Ma?" tanya Nevan
"Kenapa kalian tidak bilang kalau mereka tinggal di panti asuhan?" tanya Tiara
Nevan dan Rafa tiba tiba gelisah, takut kalau keluarganya tidak menyetujui hubungan nya dengan Rara dan Anya.
"Kalau kalian bilang dari dulu, mungkin Mami akan segera melamar Rara dan Anya untuk menikah dengan kalian" lanjut Tiara lagi
Nevan dan Rafa bernafas lega, mereka tersenyum. Seorang anak laki laki di perkirakan umurnya sekitar 15 tahunan datang menghampiri mereka dan membuka pintu pagar.
"Silahkan masuk, Tuan dan Nyonya" katanya
"Assalamualaikum"
Keluarga Nevan dan Rafa masuk ke dalam pekarangan panti asuhan Ceria itu. Terlihat banyak anak anak yang sedang bermain di pekarangan panti asuhan itu.
"Waalaikumsalam" jawab anak laki laki itu
"Silahkan duduk Nyonya dan Tuan. Saya panggilkan Bunda dan Kakak dulu" katanya yang langsung pergi
Tiara dan yang lainnya langsung duduk di kursi sederhana yang ada di sana. Faiha yang ikut serta untuk melamar cucu kesayangan nya merasa bahagia.
Walaupun Salwa dan Satya juga Opa Fernan tidak bisa ikut karna faktor usia mereka yang sudah tidak memungkinkan. Begitupun dengan Opa Gio dan Syaida.
Tak lama kemudian Bunda, Rara dan Anya datang di sertai dengan anak laki laki tadi.
"Assalamualaikum" kata mereka seraya menghampiri mereka
Tiara menoleh dan terbelalak kaget saat melihat siapa yang datang. Begitupun dengan Celin, meski sudah lama tidak bertemu tapi Tiara ataupun Celin masih mengingat jelas wajah wanita di depannya ini.
__ADS_1
"Meta"
"Mbak Meta"
Tiara dan Celin langsung berdiri dan menghampiri Bunda Meta yang sama terkejutnya dengan mereka.
"Celin, Tia" Meta langsung memeluk kedua teman nya itu.
Walaupun dulu Meta tidak terlalu dekat dengan mereka. Tapi Meta tidak punya masalah dengan mereka, walaupun dulu sempat terfikir oleh Meta untuk memisahakan Tiara dan Ditya.
Tapi Dia tidak melakukan nya karna sejatinya Meta bukanlah orang seperti itu. Meta hanya kurang bersyukur saja dulu dengan apa yang Dia punya.
"Ini beneran kamu Met? Aku gak nyangka, kamu berubah banget sekarang " kata Celin tersenyum bahagia
"Iya. Mbak Meta makin cantik dengan hijabnya" kata Tiara
Meta tersenyum "Alhamdulillah Tia, Celin akhirnya aku bisa menutup auratku"
"Alhamdulillah" kata mereka serempak
"Jadi kalian adalah orang tua Nevan dan Rafa ?" tanya Meta
"Iya. Rafa adalah anak ku dan Nevan adalah anaknya Tia dan Ditya" jelas Celin
"Gak nyangka ya anak anak kalian akan melamar anak anak asuhku" kata Meta
Tiara dan Celin tersenyum, mereka duduk kembali di kursi. Rara dan Anya berdiri di samping Bundanya yang duduk di kursi tunggal.
"Rizal, tolong suruh Kak Lea buat bawakan minum kesini" perintah Bunda pada anak laki laki tadi
"Iya Bun" Rizal pun berlalu ke belakang
Tak lama kemudian Alea datang membawakan minuman dan cemilan seadanya untuk tamu yang datang.
__ADS_1
"Silahkan di minum Nyonya dan Tuan" kata Alea sambil meletakan minuman di atas meja
Loh Diakan gadis yang aku temui waktu di kampus itu. Hitta
"Terimakasih Nak" kata Tiara lembut
"Ayo Zal, kita kebelakang" Alea merangkul tangan Rizal dan mengajaknya ke belakang.
"Jadi begini, mungkin Ibunya Rara dan Anya sudah tahu kalau maksud kedatangan kami kesini untuk melamar Rara dan Anya untuk menjadi istri dari anak anak kami" kata Ditya memulai pembicaraan
"Kami ingin melamar Rara untuk Nevan dan Anya untuk Rafa" jelas Alvin menambahkan
Bunda tersenyum "Saya selaku orang tua asuh dari mereka hanya bisa menyerahkan keputusan pada mereka"
"Jadi apa jawaban kalian? Rara, Anya?" kata Bunda lagi
Anya dan Rara saling pandang, sudah dari tadi mereka merasa gugup juga gelisah. Tapi mereka mencoba menetralkan perasaannya. Merasa tidak menyangka kalau mereka benar benar akan di lamar oleh pria yang mereka cintainya.
"Bismillah. Rara menerima lamaran Nevan" kata Rara tersenyum
"Bismillah. Anya juga menerima lamaran Rafa" kata Anya terenyum
"Alhamdulillah"
Semua yang ada di sana mengucap syukur. Nevan dan Rafa terlihat begitu bahagia. Mereka langsung berdiri dan menghampiri para gadisnya untuk memasangkan cincin yang telah di siapkan.
"Terimakasih karna telah menerima kami" kata Nevan mewakili Rafa
Nevan dan Rafa mengeluarkan kotak cincin yang telah mereka siapkan. Membukanya dan memasangkan cicin itu di jari manis gadisnya.
Rafa memasangkan cincin di jari manis Anya dan Nevan memasngkan cincin di jari manis Rara.
"Alhamdulillah" Sekali lagi mereka mengucapkan syukur atas kelancaran acara lamaran ini.
__ADS_1
Bersambung