Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 68}


__ADS_3

Saat jam makan siang tiba Rara terburu buru untuk ke ruangan Nevan. Dia merasa bersalah atas ucapannya yang membuat Nevan merasa tersinggung.


Jujur Rara tidak bisa membohongi perasaan nya. Dia mamang sudah jatuh cinta pada Nevan sejak dulu. Saat Nevan bahkan tidak menyadari perasaan nya sendiri.


Ting


Rara langsung berjalan keluar dari lif sambil menenteng paper bag yang berisi makan siang untuknya dan Nevan.


Rara melihat meja sekertaris Nevan sudah kosong. Mungkin Melly sudah pergi makan siang. Rara langsung berjalan ke arah pintu ruangan CEO Fendra.Corp


Tok tok tok


"Masuk"


Rara langsung masuk ke ruangan Nevan saat mendengar suara Nevan. Rara berjalan ke arah meja kerja Nevan dan berdiri di sana.


"Ra, ayo kita makan siang"


Nevan berdiri dan berjalan ke arah sofa diikuti Rara. Mereka duduk berdampingan di sofa. Rara mulai menyiapkan makan siang yang di bawanya.


Keduanya makan dengan tenang tanpa ada yang berbicara. Nevan masih sibuk dengan fikirannya dan Rara juga masih sibuk menyusun kata untuk meminta maaf pada Nevan atas ucapannya tadi.


Selesai makan Rara langsung merapikan kotak makan dan memasukan ke dalam paper bag.


"Hmmm. Pak" panggil Rara pelan


Nevan menoleh "Apa Ra?"


Kenapa wajahnya jadi sendu kaya gitu sih.


"Saya minta maaf Pak jika tadi perkataan saya menyinggung perasaan Bapak. Saya benar benar tidak bermaksud menyinggung perasaan Bapak" jelas Rara

__ADS_1


Nevan tersenyum tipis "Kamu gak salah kok. Apa yang kamu katakan adalah kebenaran. Aku sadar kok apa yang telah aku lakukan padamu Ra. Tapi.."


Nevan menghela nafas dalam dalam "Aku sudah berubah Ra, aku sudah menyesali semua kesalahanku. Aku ingin kita memulai semuanya dari awal Ra. Apa kau masih punya kesempatan untuk aku Ra?"


Nevan sudah tidak mau menunda lagi. Cukup selama dua minggu setelah Rara pergi dan tidak ada kabar. Nevan menahan segala rasa di dadanya. Kali ini Nevan ingin segera mendapatkan Rara sebagai miliknya, seutuhnya.


Sebenarnya aku juga masih sangat mencintai mu. Bahkan semakin hari cintaku padamu malah semakin bertambah. Apa ini waktunya aku kembali bersama Nevan dan memulai semuanya dari awal.


"Sebenarnya aku emang sudah jatuh cinta padamu sejak kau mengajak ku makan siang bersama. Setiap hari kita selalu bartemu dan makan siang bersma membuat cinta itu tumbuh dengan sendirinya" jelas Rara


Nevan tersenyum mendengar pernyataan Rara. Kini Dia sangat percaya diri kalau Rara akan kembali menjadi miliknya yang seutuhnya.


"Jika boleh jujur. Sampai saat ini aku belum bisa menghilangkan perasaan itu padamu. Tapi aku masih takut kecewa lagi, aku takut kau hanya mempermainkan ku lagi" kata Rara


Nevan meraih kedua tangan Rara dan menggenggamnya. Menciumnya membut Rara terkejut.


"Aku janji Ra, aku tidak akan membuatmu kecewa lagi. Aku akan membuatmu bahagia. Aku janji Ra, aku janji" kata Nevan menatap wajah Rara


Semoga saja Rara. Semoga ini yang terbaik untukmu. Ridhai keputusanku ini Ya Allah.


Dengan segenap perasaannya Rara mengangguk. Apa salahnya mencoba menerima Nevan kembali dan memulai smeuanya dari awal.


Nevan yang bahagia langsung menarik Rara ke dalam pelukan nya. Pelukan pertama yang Rara rasakan dari Nevan. Terasa hangat dan nyaman.


"Terimakasih. Terimakasih karna sudah mau kembali padaku dan menerimaku" kata Nevan lembut dan mencium puncak kepala Rara


Rara hanya mengangguk dalam pelukan Nevan. Detak jantungnya terasa sangat cepat membuat Rara tidak mampu berkata kata. Yang Dia rasakan saat ini hanyalah kebahagiaan.


Semoga kita akan selalu bahagia. Semoga kau tidak akan mencampakan ku setelah tahu siapa aku.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...

__ADS_1


Jam kerja telah selesai, saatnya oara karyawan pulang ke rumah masing masing. Mengistirahatkan tubuh yang lelah dengan aktifitas seharian ini.


Anya dan Rara berjalan sambil bergendengan tangan keluar dari ruang kerja mereka. Berjalan menuju lif karyawan yang sudah banyak orang berkerumun di sana untuk masuk ke dalam lif.


Saat Rara dan Anya sudah dekat dengan para karyawan yang lain. Tiba tiba pintu lif khusus di sebelah mereka terbuka. Dengan gerakan cepat tangan Anya di tarik ke dalam lif itu.


Anya yang menggandeng tangan Rara tentu saja ikut menarik tangan Rara sampai ikut masuk ke dalam lif khusus CEO dan asisten nya itu.


Pintu lif tertutup kembali. Rara dan Anya masih mengatur nafasnya yang tak beraturan karna terlalu terkejut dengan apa yang barusan terjadi.


"Lo tuh ya, ngapain narik narik tangan Gue si Nya" kata Rara kesal. Dia belum menyadari apa yang sebenarnya terjadi


"Ck. Bukan Gue yang narik tanga Lo. Tangan Gue juga ditarik....."


Keduanya terdiam, baru menyadari apa yang telah terjadi. Perlahan Anya dan Rara menoleh ke belakang.


Nevan dan Rafa hanya tersenyum tipis melihat wajah mereka yang bingung juga terkejut. Terlihat begitu menggemaskan.


"Gue kira hantu loh Nya yang narik tangan Lo" kata Rara


Anya menoyor kepala Rara "Ehh Lo fikir pacar Gue hantu apa?"


"Hehe. Jadi Pak Rafa yang narik tangan Lo. Ya maaf Gue kan gak tau" kata Rara cengengesan


"Lagian kamu ngapain si pake narik narik tangan aku segala?" tanya Anya menatap kekasihnya itu


"Udah kalian diem aja, dari pada harus nunggu giliran saat naik lif karyawan ya meningan naik lif ini bersama kita" kata Nevan santai


Iya juga si. Rara


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2