Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Part 23


__ADS_3

Tiara duduk di sofa kamarnya, Dia menunggu suaminya yang sedang berada di ruang kerja. Entah apa yang sedang Ditya lakukan disana Tiara tidak tahu.


Drettt...Drettt


Tiara langsung mengambil ponselnya di atas nakas. Ternyata Celin yang menelpon Tiara.


"Assalamualaikum Mbak ada apa?"


"Waalaikumsalam Tia apa kabar?"


"Baik mbak, gimana kabar mbak?"


"Aku juga baik, Oh ya Tia bisa kita ketemu besok siang?"


"Hmmm. Nanti Tia kabari lagi ya mbak. Tia izin suami dulu"


" Hah kamu serius Tia? Aku gak salah denger kan? Kamu udah nikah? Tapi ko gak kasih tau aku sih"


Tiara terenyum mendengar pertanyaan Celin yang beruntun dan nada suara Celin yang kaget.


"Tia jawab ihh"


"Iya mbak, pernikahan nya sederhana ko jadi gak ngundang banyak orang hanya keluarga saja"


"Hmmm baiklah, tapi nanti kamu harus ceritain ya gimana kamu bisa nikah. Seatahu aku kamu gak punya pacar"


Tiara tersenyum mendengar Celin yang masih saja mengomel karna pernikahan nya.


"Kita pacaran nya hanya sebentar mbak, kenal nya aja cuma satu bulan lebih kalo gak salah"


"Hmmm. Ya sudah semoga pernikahan kamu langgeng ya sampai maut memisahkan kalian"


"Aminnn, makasih mbak"


"Hmmm. Jadi gimana besok bisa gak ketemuan. Aku mau cerita nih. Seperti biasa Hehe"


"Nanti Tia kabarin lagi ya, Tia izin dulu sama suami"


"Baiklah"


Tiara duduk di tempat tidur menunggu suaminya. Tak lama kemudian Ditya pun masuk ke kamarnya dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur.


Ditya sudah berganti pakaian dengan pakaian tidur. Ditya berjalan ke arah tempat tidur dan mencium kening Tiara sebelum naik ke tempat tidur.


"Ko belum tidur sayang" Ditya mengelus kepala sang istri

__ADS_1


"Belum ngantuk Mas, Tia nungguin Mas, lama banget habis ngapain emang nya?" kata Tiara menatap suaminya


"Ekhem ada yang kangen nih? Mas nyelsain dulu laporan buat di serahin ke atasana besok " kata Ditya


"Hmmmm. Besok Tia boleh pergi gak?" tanya Tiara ragu ragu


Ditya menoleh dan menatap wajah istrinya. Raut wajahnya menunjukan tidak suka kalau istrinya pergi tanpa Dia di sisinya.


"Mau pergi kemana? Sama siapa?" nada suaranya terdengar sangat ketus


Tiara mengerutkan keningnya menatap suaminya yang terlihat tidak suka mendengar ucapan Tiara.


Kenapa marah? Aku kan izin dulu, anehhh banget.


"Sama temen Tia Mas, Dia ngajakin Tia ketemuan besok siang" jelas Tiara


Ditya menatap tajam pada istrinya "Siapa temen nya? Perempuan atau laki laki?"


Hah apa Dia benar benar seposesif ini. Haha aku ingin sekali tertawa, memang nya siapa sih yang mau ketemuan sama laki laki. Ada ada aja.


"Perempuan Mas, ya ampun. Aku juga gak mungkin pergi sama laki laki" kata Tiara merasa lucu dengan tingkah suaminya


"Beneran perempuan?" Ditya masih tidak tenang jika membiarkan istrinya pergi sendiri tanpa dirinya.


"Iya Mas, boleh ya" Tiara memasnag wajah imutnya agar Ditya tidak tega menolak permintaan nya


Tiara tersenyum senang "Siap, Tia boleh bawa motor kan?


Ditya kembali menatap tajam istrinya "Gak boleh, kamu di antar supir. Lagian motor kamu gak aku bawa, masih di rumah lama kamu"


Tiara menghela nafas " Baiklah"


Huh kenapa Dia jadi posesif gini si?


"Ya sudah sekarang kita tidur" kata Tiara sudah membaringkan tubuhnya


Ditya tersenyum nakal, Dia menghampit tubuh Tiara yang sedang terlentang.


"Kau boleh pergi tapi harus memeberikan hadiah dulu untuk ku" bisik Ditya


Aaaaa


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Tiara sudah duduk di cafe Apple menunggu Celin. Pak Dadang yang mengantarnya menunggu di bawah tanpa mau ikut karna Dia tidak mau mengganggu kenyamanan Tiara.

__ADS_1


"Sudah lama ya?" Celin menarik kursi di depan Tiara dan duduk disana


Tiara menggeleng dan tersenyum "Gak ko, baru aja"


"Udah pesen makanan?" tanya Celin


"Tia udah makan di rumah tadi jadi pesen minum aja" jawab Tiara tersenyum manis


"Oke"


Celin pun memanggil pelayan dan memesan makanan dan minuaman untuk mereka.


"Jadi kamu beneran udah nikah?"


Calin melihat cincin berlian yang melingkar di jari manis Tiara. Tentu saja Celin tahu kalau cincin Tiara adalah barang mahal dan hanya ada 2 di dunia ini.


Suami Tiara kaya juga, cincin pernikahan mereka pun limited edition.


"Iya mbak, maaf ya gak undang mbak Celin. Acaranya bener bener sederhana" jelas Tiara


Sederhana? Mana mungkin? Melihat cincin pernikahan nya juga harganya sudah selangit. Ko aku merasa ada yang aneh ya.


"Ohhh. Emang siapa nama suami kamu?" tanya Celin


"Namanya Mas Di...."


"Silahkan mbak pesanan nya" seorang pelayan datang memotong ucapan Tiara


"Terimakasih " jawab Tiara dan Calin


Setelah pelayan pergi Celin pun mulai memakan makanan nya karna Dia memang sangat lapar. Dia sepertinya melupakan pertangaan nya pada Tiara.


"Suami mu kerja dimana Tia?" tanya Celin setelah selesai makan


"Di Fendra.Corp Mbak, hanya karyawan biasa ko" jawab Tiara kembali menyedot minuman nya


Karyawan biasa tapi ko bisa ya beliin cincin pernikahan semewah itu. Aku gak mungkin salah lihatkan. Jelas desain dan permatanya aja itu bukanlah barang murah. Ahhh kenapa aku memikirkan cincin pernikahan Tiara sih.


"Ohhh. Selamat ya Tia, maaf aku belum memberi kamu hadiah pernikahan" kata Celin


"Iya mbak makasih, gak papa ko doa dari mbak aja sudah membuat aku seneng gak perlu hadiah apa apa" kata Tiara tersenyum tulus


Celin mengangguk "Semoga langgeng ya sampai kakek nenek"


"Amin"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2