
Keluarga Ditya dan keluarga Gibran masih berkumpul di Cafe Apple. Ditya dan Gibran terlihat berbincang bincang, rasa canggung nya sudah mencair saat Ditya menyadari kalau Gibran juga sudah mempunyai seorang istri.
Sementara Tiara juga saling bercerita dengan Aisyah, Nessa juga semakin dekat dengan Ibunya Angga.
"Jadi Angga memang sudah merencanakan ini semua" kata Nessa yang mendengar cerita dari calon mertuanya.
"Iya, tapi jujur Daddy bangga sama Angga. Sebelum Dia benar benar menyatakan cinta sama kamu, Dia meminta izin dulu sama keluarganya. Itulah baru pria sejati" kata Ditya menimpali
Nessa tersenyum bahagia "Jadi Daddy menyukai Angga?"
"Tentu saja, Daddy rasa Angga adalah pria yang tepat untuk menjagamu. Apalagi Nevan dan Rafa setelah lulus akan melanjutkan kuliahnya di luar negri. Jadi ada yang menjagamu saat mereka tidak ada sini" jelas Ditya
"Apa? Jadi Nevan sama Rafa akan melanjutkan kuliahnya di luar negri?" kata Nessa terkejut
"Iya Ness, aku sama Nevan mau lanjutin di luar negri " kata Rafa berjalan ke arah mereka yang sedang berkumpul
Nessa menoleh dan berdiri menghampri Nevan "Kau jahat, masa mau ninggalin aku sih"
Mungkin karna dari kecil selalu bersama membuat Nessa sangat berat jika harus berpisah dengan saudara kembarnya ini.
Nevan mememluk Nessa dan mencium puncak kepalanya "Kita ini sudah bersama sama dari dalam kandungan Ness. Dan kita juga pasti akan berpisah. Aku juga mau menjalani hidupku sendiri, dan kau pun harus menjalani hidup mu bersama Angga"
Nessa tidak menjawab, hanya terdengar isakan. Nessa masih memeluk erat tubuh Nevan.
Tuhkan belum pergi aja sudah menangis kaya gini.
"Ness, jangan nangis!
Lagian aku pergi untuk kuliah Ness, bukan mau menetap di sana. Aku pasti akan kembali lagi" kata Nevan mengelus rambut Nessa
__ADS_1
Ditya dan yang lainnya hanya tersenyum. Tiara sangat tahu kalau putra dan putrinya saling menyayangi. Tiara pun merasa berat saat harus melepas Nevan kuliah di luar negri. Tapi apa boleh buat, ini adalah keputusan nya.
"Ya udah, tapi jangan lama lama di sana nya" kata Nessa manja
Ya sampai kuliahnya selesailah Ness. Gimana si.
Nevan hanya tersenyum
Setelah melepas pelukan dari Nevan dan menghapus air matanya. Nessa menatap tajam pada Rafa.
"Kau juga, kenapa ikut ikutan pergi si" kesal Nessa
"Ya ampun Ness, dua ajudanmu ini juga harus mengejar mimpi dan masa depan dong. Lagian setelah lulus kau kan akan langsung menikah sama Angga. Jadi kita juga sudah pensiun menjadi ajudan mu. Nanti Angga yang akan menjagamu" jelas Rafa tersenyum lucu
"Ck dasar nyebelin, kalian berdua nyebelin tau gak" kesal Nessa langsung berlalu ke kursinya yang tadi Dia duduki.
"Wahh Tuan Putri marah" bisik Rafa
"Hahaha" Mereka hanya tertawa sambil berjalan ke arah yang lainnya.
"Kita pulang yuk Pa, udah malem banget. Ngantuk aku" kata Ardi
"Baiklah, ayo kita pulang!
Angga kau antar kembali Nessa sampai di rumahnya" kata Gibran yang di jawab anggukan oleh Angga.
Mereka berdiri dan saling menjabat tangan. Tapi saat Gibran akan menjabat tangan Tiara, malah tangan Ditya yang menjabatnya.
Masih aja posesif. Gibran
__ADS_1
"Baiklah, Tia sampai jumpa. Kau semakin cantik saja" kata Gibran semakin senang menggoda Ditya.
Kacau, kenapa Gibran harus ngomong gitu si.
Tiara hanya mampu tersenyum kaku.
"Ingat istri anda" kata Ditya dingin dan langsung menarik tangan Tiara keluar dari Cafe mendahului yang lainnya.
"Hahaha. Sorry ya Om, Daddy emang posesif abis" kata Nevan
"Gak papa, Om ngerti ko" jawab Gibran tersenyum
Mereka pun akhirnya pulang dengan mobil masing masing. Nessa pulang bersama Angga. Di dalam mobil Nessa lebih banyak diam, mungkin karna kefikiran tentang Nevan dan Rafa yang akan kuliah di luar negri.
"Kenapa Ness?" tanya Angga
"Kenapa apanya?" tanya Nessa menoleh ke arah Angga
"Dari tadi diem terus" kata Angga
"Aku masih belum percaya aja kalau kamu sudah mempersiapkan semuanya tadi. Aku bahagia banget" jelas Nessa
Kirain mikirin Nevan sama Rafa. Kalau sampai iya, aku cemburu banget.
Angga tersenyum "Iya dong, aku kan ingin hari jadian kita iyu berkesan. Kamu beneran mau jadi istriku?"
Nessa tersenyum "Iyalah, aku mau menjadi istrimu dan pendamping hidupmu untuk selamanya"
Angga tersenyum bahagia mendengar ucapan Nessa barusan.
__ADS_1
Bersambung