Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Part 93


__ADS_3

Hahaha pasti semalam suamiku tersiksa deh.


Tiara merapikan tempat tidur, lalu berjalan ke ruang ganti untuk menyiapkan pakaian suaminya. Setelah selesai Tiara turun ke lantai bawah.


Loh ko Mamu sama Papi ada disini.


Tiara menghampiri kedua mertuanya yang sedang duduk di sofa ruang tamu dan bermain dengan kedua anaknya. Tiara semakin bingung saat ada tas yang cukup besar di samping sofa.


Mereka mau kemana?


"Mi, Pi"


Faiha dan Seno menoleh ke arah Tiara dan tersenyum "Pagi Tia" kata Faiha


"Pagi Mi, kalian ada apa kesini pagi pagi gini?" tanya Tiara duduk di sofa tunggal


Faiha dan Seno saling pandang lalu tersenyum "Mami sama Papi mau ajak Nessa sama Nevan menginap di rumah"


"Hah?"


"Oh ya udah gak papa, tapi apa Mas Ditya tahu Mi?" kata Tiara


Faiha mengangguk "Iya, Ditya udah izinin ko sayang. Jadi kami akan langsung membawa si kembar"


Loh kapan Mas Ditya tahu kalau Nessa dan Nevan akan di bawa menginap di rumah Kakek dan Neneknya.


Tiara menoleh saat mendengar suara langkah kaki menuruni tangga. Ditya menghampiri istri dan orang tuanya. Ditya duduk di pinggiran sofa yang di duduki istrinya.


"Dit, Mami sama Papi langsung bawa anak anak aja ya" kata Faiha


Ditya mengangguk "Iya Mi"


"Nessa, Nevan ayo kita berangkat" teriak Faiha pada Nessa dan Nevan yang sedang bermain dengan Yula

__ADS_1


Yula pun segera mengajak Nessa dan Nevan menghampiri Faiha.


"Ayo kita berangkat sayang, Aunty Dea pasti sudah menunggu kalian" kata Seno


"Salim dulu sama Mami dan Daddy" kata Faiha


Nessa dan Nevan pun melakukan nya. Tiara mencium kedua pipi anak anaknya. Ditya pun sama, tapi di sertai senyum liciknya.


"Baik baik di rumah Nenek ya, jangan nakal" kata Tiara, Nessa dan Nevan mengangguk


Faiha dan Seno pun pergi membawa Nessa dan Nevan bersama dengan pengasuhnya, Yula.


"Mas ko gak bilang kalau mereka akan kesini membawa Nessa dan Nevan untuk menginap?" tanya Tiara menatap wajah suaminya


Ditya tersenyum "Semalem Papi nelpon kalau mau bawa si kembar karna lagi libur dan mau main sama cucunya. Opa juga ada dirumah Papi sekarang"


Padahal aku yang sengaja menelpon mereka agar menjemput si kembar.


..


"Mau ngapain si Mas di kamar?" tanya Tiara heran saat suaminya mendorong tubuhnya untuk masuk kamar.


Ditya menyeringai "Kau fikir apa yang akan ku lakukan jika di dalam kamar?"


Hah? Maksudnya?


Ditya mendorong tubuh Tiara ke tempat tidur dan mengukung nya.


"Tia sayang, kau fikir bisa mengerjaiku semalam? Aku juga bisa mengerjaimu sekarang. Membuatmu tidak bisa berjalan" kata Ditya dengan senyuman penuh arti


Apa?? Jadi semalem Dia tahu kalau aku hanya mengerjainya. Dan apa tadi katanya? Membuatku tidak bisa berjalan, itu artinya. Aaaa


"Mak..maksud Mas ap...Hemmmpt"

__ADS_1


Ditya langsung mencium bibir Tiara dan melu^mat nya dengan penuh gairah. Ciuman itu mulai turun ke leher, meninggalkan setempel kepemilikan di sana.


Ditya mulai membuka pakaian Tiara sampai Tiara sudah tidak memakai apapun lagi. Ditya melepas ciuman nya dan melepas pakaian nya sendiri.


"Kau bersiaplah, nikmati saja permainannya" Ditya kembali menyeringai


Aaaa. Benar benar suami gila.


...


Tiara berjalan tertatih tatih keluar dari ruang ganti. Suaminya benar benar membuatnya susah berjalan. Bahkan Tiara sampai harus telat melakukan shalat dzuhur karna ulah Ditya yang tidak ada puasnya.


Aku kapok deh mengerjainya, jika setiap aku mengerjainya akan berakhir seperti ini.


Ditya muncul dari ruang ganti dengan handuk kecil di tangannya untuk mengeringkan rambutnya. Berjalan menghampiri istrinya yang sedang duduk di depan meja rias sambil menyisir rambutnya.


Cup Cup


Mencium dua kali pipi Tiara lalu duduk di pinggir tempat tidur "Terimakasih sayang"


Tiara hanya mendelik kesal, lalu memalingkan wajahnya. Mendengus kesal dengan wajah suaminya yang seperti tidak punya dosa setelah membuatnya susah berjalan.


Dasar suami gila, gak lihat apa istrinya sudah lemah tak berdaya seperti ini. Tapi lihatlah wajahnya yang terlihat begitu segar tanpa rasa lelah sedikit pun.


"Udah gak usah cemberut gitu, mau aku cium tuh bibir? Mau aku ulangi yang tadi" kata Ditya santai


"Enggak" berteriak kesal sambil melirik tajam suaminya.


"Hahaha" Ditya hanya tergelak


Kau sangat menggemaskan istriku.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2