Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Part 88


__ADS_3

Tuttt tutt tuttt


Sudah dua kali Ditya menghubungi Dea tapi telponnya tidak di angkat.


"Kemana Dea? Tumben gak ngangkat telpon" gumam Ditya


Sementara itu di sebrang sana, Dea baru saja selesai mandi. Dia melihat ponselnya yang menyala dan ada notifikasi pesan.


My Brother


De, kenapa telpon Kaka gak di angkat? Aku mau tanya apa aja yang di lakukan Tia di kampus barunya?


"Waduh, gimana ni? Apa aku tanyakan dulu ya sama Kak Tia. Kalau aku langsung jawab, pasti Kak Ditya akan dimakan api cemburu" gumam Dea


Dea pun langsung menelpon Tiara. Dering pertama tidak di angkat, baru dering ke dua baru di angkat oleh Tiara.


"Hallo Kak"


"Assalamualaikum De, ada apa?"


"Eh iya maaf lupa, Waalaikumsalam. Kak gawat"


Tiara mengerutkan keningnya "Apa yang gawat?"


"Kak Ditya chat aku nanyain apa aja yang Kak Tia lakukan di kampus hari ini"


Uhuk Uhuk


Dasar suami super posesif.


"Terus kamu jawab apa?" sudah panik dan cemas


"Aku belum jawab apa apa Kak, makanya sekarang aku telpon Kak Tia dulu"


"Ya udah kamu gak usah jawab aja, biar nanti aku yang bicara sama Mas Ditya. Jangan sampe Kakakmu tahu tentang apa yang terjadi tadi. Kamu tau kan gimana Kakamu"


Dea refleks mengangguk"Iya siap Kak"

__ADS_1


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Tiara mondar mandir di kamarnya, masih menggenggam ponsel dan mengetuk ngetukan ponselnya pasa dagu.


Kalau sampai Dia tahu apa yang terjadi tadi di kampus. Pasti aku akan di larang kemana pun termasuk kuliah.


"Aduhh gimana ya?"


Ceklek


Tiara menatap ke arah pintu dengan wajah cemas. Ditya masuk ke dalam kamar, mengerikan keningnya melihat wajah istrinya yang terlihat cemas dan gelisah.


"Sayang" Ditya menghampiri Tiara dan mencium keningnya.


"Hmm. Mas dari mana aja?" Tiara tersenyum kaku mencoba menutupi kegelisahan nya.


"Dari ruang kerja, anak anak mana?" kata Ditya


"Sudah pada tidur bersama Yula Mas" jelas Tiara


Ditya mengangguk dan naik ke tempat tidur. Menepuk tempat tidur sebelahnya menyuruh Tiara duduk di sana. Tiara pun naik ke tempat tidur dan duduk di samping suaminya.


"Hmmm. Cukup menyenangkan" jawab Tiara menggesekan pipinya di dada suaminya.


Pokonya jangan sampe salah jawab.


"Apa kau sudah mendapat teman baru?" bertanya dengan nada penuh arti di dalamnya.


Tuhkan, aku tau maksudnya.


"Sudah namanya Mia" kata Tiara singkat


"Hmmm" menggesekan dagunya di puncak kepala istrinya. Seolah tidak percaya dengan jawaban istrinya.


"Cuma Dia saja?" tanya Ditya lagi


Kenapa Dia peka sekali si.

__ADS_1


"I..iya Mas, cuma Dia aja. Palingan ya cuma Alin aja calon adik iparnya Dea" jelas Tiara mulai was was


"Ohh, ya udah kalau gitu"


Ditya merebahkan tubuh Tiara dan mengukungnya. Menatap bibir tipis yang selalu menggoda. Mengecup sekilas bibir itu, mulai ********** dengan lembut dan penuh gairah.


Amanlah kalau Dia sudah begini. Berarti sudah percaya sama aku.


"Awas saja kalau aku sampai tahu di kampus kamu berdekatan dengan pria lain" Ditya menatap intens pada wajah istrinya


Ck ck. Kenapa masih membahas itu si.


"Iya Sayang"


Ditya mulai menciumnya dan ******* dengan halus. Tiara hanya bisa mengikuti permainan Ditya.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Tiara kembali masuk kuliah hari ini, Dia sengaja berangkat agak siang karna ingin menghindari pertemuan dengan lima pria kemarin.


Harapan Tiara terkabulkan, Dia tidak bertemu atau berpapasan dengan lima pria kemarin. Tapi Tiara langsung terdiam saat melihat mejanya di penuhi dengan beberapa bunga dan coklat lengkap dengan surat di atasnya.


Cobaan apa lagi ini ya Tuhan.


"Ciee Tia sudah banyak yang naksir ni"


Teriak teman satu kelas Tiara, Dia hanya bisa tersenyum kaku. Dia mengambil bunga bunga dan beberapa coklat itu. Membagikan nya pada teman sekelasnya yang dengan senang hati menerimanya.


Setelah melewati pelajaran dari dosen. Kini Tiara sudah berada di kantin bersama Dea, Alin dan Mia. Tiara menceritakan kejadian tadi pagi pada teman teman nya itu.


"Wahh bener bener gila tuh cowo cowo. Mereka sampe berebut mengirimkan bunga dan coklat untuk mu Kak" kata Dea


"Bukan hanya bunga dan coklat tapi juga surat" Mia menimpali


Tiara hanya bisa menghela nafas. Tidak menyangka kalau masuk kuliah akan membuat Tiara berada di posisi serumit ini.


Saat mereka masih asyik mengobrol. Tiba tiba Bima and the geng datang menghampiri mereka.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2