Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 17}


__ADS_3

"Gib...Gibran"


"Tia"


Ditya langsung bereaksi, Dia merangkul pinggang istrinya saat melihat tatapan Gibran pada Tiara. Tatapan yang menyimpan kekaguman.


"Jadi Nessa adalah anakmu Tia?" tanya Gibran tidak memperdulikan yang lainnya yang terlihat bingung.


Tiara mengangguk "Iya Gibran, Nessa anaku. Apa Angga adalah anakmu?"


Gibran tersenyum "Tentu saja, wahh Tuhan maha adil ya Tia. Saat dulu aku tidak bisa mendapatkan mu, tapi sekarang kita bisa besanan"


Hah, kenapa bicara seperti itu si.


Tiara tersenyum kaku, sudah melihat tangan suaminya yang mencengkram pinggang nya. Menarik lebih dekat tubuh Tiara.


"Ekhem.


Apa kabar ? Saya suaminya Tia" Ditya mengukurkan tangan nya pada Gibran


Gibran tersenyum dan langsung menjabat tangan Ditya "Baik, senang bisa bertemu dengan anda lagi"


Masih aja posesif kaya dulu. Gibran


Ditya mengerutkan keningnya "Memangnya kita pernah ketemu sebelum ini?"


Gibran tersenyum penuh kemenangan "Tentu saja, anda kan yang menarik tangan Tia saat tahu kalau Tia di taksir oleh kelima pria sekaligus"


Apa? Jadi Dia adalah salah satu pria yang menaksir Tiaku waktu itu.


Ditya mengepalkan tangannya, mengingat kembali bagaimana Ditya cemburu saat tahu kalau istrinya di taksir lima pria sekaligus.


Kenapa bahas itu si Gibran.


Tiara melotot ke arah Gibran


Disini, yang lainnya juga terlihat terbelalak kaget mendengar penjelasan Gibran.

__ADS_1


Ohh rival toh. Nevan


Mamiku hebat banget bisa di taksir sama lima pria sekaligus. The best lah pokoknya. Nessa


Ck, udah tua juga masih aja genit dasar Papa. Ardi


Aku tidak mengerti dengan keadaan ini. Aisyah


Ohh Tuhan, jangan sampai kalau hubunganku sama. Nessa tidak di restui. Papa juga ngapain si pake ungkit masa lalu segala. Angga


Ditya menatap tajam pada Gibran. Sementara yang di tatap hanya acuh.


"Ekhem.


Oh ya Om, Tante kenalin ini Ibu aku dan yang ini adikku"


Angga memecah ketegangan yang ada. Melihat tatapan Ditya, Angga tahu kalau calon mertuanya ini sangat menyayangi istrinya dan posesif berlebih.


Selamat !!


Tiara langsung bersalaman dengan Aisyah sambil cipika cipiki "Tiara, Maminya Nessa"


"Ardi Tante" Ardi mencium tangan Tiara


Setelah semuanya saling berkenalan. Mereka melanjutkan acara dengan makan malam bersama. Tapi tidak dengan Ditya, Dia memilih meja yang berbeda dengan istrinya.


Ditya tidak mau jika istrinya akan satu meja sama pria yang pernah menyukai Tiara.


"Mas kenapa sih? Kenapa kita harus makan disini? Kan gak enak sama calon besan kita" kata Tiara


Ditya mendengus kesal "Kau mau makan disana? Biar bisa nostalgia gitu sama mantan mu itu"


Ya ampun, posesifnya gak berkurang sedikitpun.


"Ya enggak lah, lagian aku sama Gibran gak pernah pacaran Mas" kata Tiara selembut mungkin, padahal hatinya sudah merasa sangat kesal.


Ditya menatap tajam istri kesayangan nya itu "Jangan pernah menyebut nama pria lain di depanku"

__ADS_1


Tuhan, bolehkah aku memukul kepala suamiku agar Dia sedikit sadar. Tidak segila ini.


"Oke aku gak akan menyebut nama pria lain di depan mu" kata Tiara tegas


"Tapi kalau di belakangmu boleh kali ya" gumam Tiara


"Aku mendengar nya" tegas Ditya


Tiara menoleh dan tersenyum kaku "Mendengar apa sayang?"


Ditya mendekatkan wajahnya ke telinga Tiara "Mendengar apa yang kau ucapkan. Berani sekali kau, tunggulah hukuman mu nanti malam sayang"


Ditya langsung berdiri dan berjalan menghampiri yang lainnya dengan senyuman licik.


Tiara diam mematung mendengar bisikan suaminya.


Sial, kenapa aku selalu kalah telak.


...


Di sebuah meja, para anak muda sedang berkumpul dan bercanda tawa. Sementara Nessa dan yang lainnya berada di meja yang lain.


"Oh ya, kau sekolah di mana Ar?" tanya Rafa


"Barus lulus SMA Kak, sekarang baru kuliah semester satu" kata Ardi


"Kuliah dimana?" berganti Nevan yang bertanya sekarang.


"Di kampus kita" bukan Ardi yang menjawab tapi Angga.


"Oh ya, ko kita gak pernah lihat? Kau juga gak pernah cerita Ngga" kata Rafa


"Hehe. Lupa" Angga hanya cengengesan sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


"Kau ini"


Mereka pun melanjutkan obrolan mereka. Menanyakan jurusan apa yang di ambil Ardi. Bercanda, bercerita bersama. Rafa dan Nevan yang memang orang nya sangat supel gampang sekali akrab dengan siapapun.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2