
Vera diam mematung, mendengar ucapan Ardi seakan membuatnya blank. Seakan mimpi, Vera bisa mendengar pengakuan cinta dari Ardi. Bukan seperti di film romantis, Ardi mengatakan nya dengan sedikit teriakan. Mungkin memang inilah Ardi.
Ardi mengusap wajah kasar, menghembuskan nafas kasar. Menoleh ke arah Vera yang masih diam mematung.
Vera tersadar dari lamunannya, Dia menatap Ardi lekat lekat. Melihat kesungguhan yang terpancar dari sorot matanya.
"Hmmm. Kak" panggil Vera lirih
Ardi menoleh, menatap wajah manis Vera. Tatapan nya kini terlihat lebih lembut dan penuh kasih sayang.
"Apa Kakak, sadar apa yang telah Kakak ucapkan" kata Vera takut kalau Ardi salah berucap.
Ardi mengangkat tangannya, mengelus pipi Vera "Aku yakin dan tidak salah bicara. Itulah yang aku rasakan selama ini"
"Satu tahun ini aku mencoba untuk meyakinkan perasaanku. Dan koni aku yakin kalau aku memang mencintaimu" jelas Ardi
Vera diam, manatap lekat manik hitam milik Ardi "Apa Kakak yakin? Apa Kakak tidak akan menyesal? Mencintai wanita manja sepertiku?"
Ardi meraih kedua tangan Vera, menggenggam nya dengan erat. Menciumnya.
"Aku benar benar mencintaimu. Gak peduli kau wanita manja atau bukan, tapi hatiku telah jatuh cinta padamu. Maafkan aku karna dulu aku mengatakan kau wanita manja" kata Ardi mencium tangan Vera
Sejak kapan Dia jadi selembut ini.
Vera menghela nafas "Jika boleh jujur, Vei juga merasakan hal yang sama"
" Hanya saja Vei takut jika harus jujur. Selama ini aku mencoba untuk menghapus perasaan itu, tapi semakin kesini perasaan itu semakin terasa" kata Vera jujur
Ardi tersenyum "Jadi mulai saat ini kau adalah milikku"
"Tapi,... Kenapa tadi Kakak seolah tidak mengenalku saat di perniakahan Kak Nessa?" tanya Vera
__ADS_1
Ardi tersenyum " Karna aku kesal melihat kau bersama pria lain, aku marah. Tapi aku sadar aku tidak bisa melakukan apapun karna kau dan aku tidak ada ikatan apapun saat itu"
"Jadi mulai saat ini kau adalah milik ku. Dan aku bisa melakukan apapun saat melihat kau bersama pria lain" kata Ardi tegas
Waduhh. Kenapa tingkat posesifnya melebihi Kak Rafa.
Vera hanya bisa menelan ludahnya, melihat sikap Ardi dan cara Ardi berbicara. Vera melihat kalau Ardi memiliki tingkat posesif melebihi kakaknya.
"Kenapa diam?" tanya Ardi
Vera mengerjap "Eh, gak.. Gak papa kok. Sekarang kita pulang ke acara perniakahan Kak Nessa aja. Mama sama Papa, Kak Rafa juga pasti nyariin Vei"
"Oh iya, aku gak nyangka kalau kamu ternyata adiknya Kak Rafa"kata Ardi. Vera hanya tersenyum
"Dan kau tahu? Suaminya Kak Nessa itu adalah Kakak ku" kata Ardi lagi
"Hah? Beneran?" tanya Vera kaget juga merasa tidak percaya
Ardi mengangguk "Iya, Bang Angga adalah Kakak ku"
..
Ardi meraih tangan Vera dan menggandeng nya. Vera hanya mengikuti langkah Ardi sambil terus menatap tangannya yang di genggam oleh Ardi.
"Kalian dari mana aja?"
Vera dan Ardi menoleh ke arah sumber suara. Rafa dan Hitta sudah berdiri di sana dengan tatapan menyelidik. Hitta melihat tangan Ardi dan Vera yang saling bergandengan.
Mereka ada hubugan apa?
"Kak" Vera melepas tangan nya dari tangan Ardi dan berjalan ke arah Kakanya
__ADS_1
"Kamu habis dari mana Vei sama Ardi? Bukannya kalian baru saja saling kenal kok udah pergi berdua?" tanya Rafa penasaran
Vera menggaruk hidungnya yang tidak gatal "Hmmm. Itu Kak, tadi... Hmmm. Tadi...." Vera bingung harus menjelaskan apa
Ardi yang melihat Vera gugup dan bingung harus menjelaskan apa, langsung berjalan ke arah Vera dan kembali menggenggam tangannya.
"Aku dan Vera sebenarnya sudah saling kenal Kak. Dan sekarang kita sudah berpacaran" jelas Ardi datar
"Hah??" Rafa dan Hitta sampai terbengong karna terlalu terkejut.
"Kalian jangan bercanda" kata Hitta dengan nada tidak suka
Ada apa dengan pria ini? Dia tidak suka saat aku bisa bersama dengan wanitaku.
"Tidak ada yang bercanda, aku dan Vera memang sudah lama kenal. Kami saling mencintai" kata Ardi tegas
Vera mengeratkan genggaman tangan nya pada Ardi. Dia merasa takut kalau Kakanya akan marah.
"Benar itu Vei?" tanya Rafa penuh penekanan
Vera menunduk dan mengangguk kan kepalanya. Memang benar apa yang di ucapkan oleh Ardi. Mereka memang sudah saling mencintai sejak lama. Hanya saja mereka tidak mau mengakui perasaan masing masing.
Rafa menghela nafas "Tapi sejak kapan kalian kenal? Bukan nya tadi kalian baru saja kenalan?"
Vera menatap ke arah Ardi, Ardi pun mengerti apa maksud dari tatapan itu. Dia mengangguk dan langsung menceritakan apa yang sebenarnya tetjadi.
Tidak ada satu kejadian pun yang Ardi lewatkan dari ceritanya saat bertemu dengan Vera.
"Baiklah, kalau kalian memang saling mencintai. Tapi ingat jag sikap kalian, jangan melakukan hal hal di luar batas. Dan kau" Rafa melihat ke arah Ardi
"Jangan sampai kau menyakiti adik ku. Jika itu terjadi, jangan harap kau bisa kembali mendapatkan adik ku" kata Rafa penuh penekanan
__ADS_1
"Aku janji Kak, tidak akan lagi menyakiti Vera seperti dulu" kata Ardi tegas
Bersambung