
Suasana di panti asuhan Ceria terasa sangat ramai. Rafa dan Nevan tadi sempat pergi dan kembali dengan membawakan banyak makanan dan mainan untuk penghuni panti.
Tentunya Rara dan Anya merasa sangat bahagia melihat itu. Bahkan Rafa dan Nevan ikut bermain dengan anak anak panti.
"Kakak sini ikut main" teriak Zaidan yang melihat Rara dan Anya berdiri memperhatikan mereka yang sedang bermain di halaman panti.
Rara dan Anya tersenyum dan berjalan ke arah mereka. Zaidan dan enam bocah laki laki lainnya berlari ke arah mereka dan memeluk kaki Anya dan Rara. Semuanya tertawa bahagia.
"Hei jangan peluk peluk pacar Kakak sama pacar Kak Rafa" kata Nevan sambil berjalan ke arah mereka di ikuti Rafa
"Yahhh. Sekarang Kak Rara sama Kak Anya bukan milik kita lagi" kata seseorang yang tiba tiba muncul di belakang Rara dan Anya
"Kak Alea" teriak anak anak dan beralih memeluk Alea yang baru saja datang
Nevan merangkul bahu Rara, begitupun dengan Rafa yang merangkul bahu Anya.
"Le baru pulang?" kata Anya
"Iya Kak"
"Kenapa akhir akhir ini pulangnya selalu malem Le?" tanya Rara karna baru kali ini Alea pulang sore hari, biasanya selalu pulang lewat pukul kadang sampai pukul 10 malam.
Alea menggaruktengkuk nya yang tidak gatal "Lea... Hemmm. Akhir akhir ini Lea banyak tugas Kak, jadi Lea kerjain di rumah temen"
Rara dan Anya tersenyum, merasa lega karna ternyata Alea memiliki banyak teman.
"Hai Kak Nevan, Kak Rafa" sapa Alea tersenyum
"Hai Lea" balas mereka menyapa Alea
"Ya udah kalau gitu Lea masuk dulu ya Kak" kata Alea yang di jawab anggukan oleh mereka
Setelah Alea pergi masuk ke dalam. Rara, Anya, Nevan dan Rafa duduk di kursi panjang yang ada di halaman panti asuhan itu.
"Besok Mawar di jemput Ra" kata Anya memulai pembicaraan nya
__ADS_1
Rara menghela nafas "Biarkan saja Nya, kita harus merelakan Mawar. Lagian Dia masih bayi dan pasti membutuhkan kasih sayang orang tua"
Nevan dan Rafa hanya diam menyimak dan mendengarkan apa yang di bicarakan mereka.
"Iya. Kasian kalau Mawar harus tinggal disini" kata Anya
Rara mengangguk "Kalian gak pulang? Ini udah mau malam"
"Kau mengusirku sayang?" tanya Nevan ketus
"Ish bukan begitu. Inikan sudah mau malam Van" kata Rara
Selama ini Rara masih terlalu malu untuk memanggil Nevan dengan panggilan Sayang.
"Sampai kapan kau akan memanggilku seperti itu? Panggil aku sayang mulai sekarang" kata Nevan tegas
Mulai lagi.
"Tapi aku masih belum terbiasa" jawab Rara
"Hahaha. Gue dulu juga kaku Ra, tapi lama kelamaan biasa kok" kata Anya
Rara menghela nafas "Baiklah, akan ku biasakan"
"Memang harus terbiasa. Ya udah sekarang kita pulang dulu" kata Nevan
"Sayang aku pulang ya. Besok berangkat kerja aku jemput ya" kata Rafa
"Gak usah. Aku sama Rara biar naik angkutan umum aja" kata Anya terenyum
"Ck gak ada penolakan. Aku juga akan menjemput Rara. Jadi besok kita bawa mobil masing masing" kata Nevan tegas
Rara dan Anya menghela nafas "Baiklah"
Sepertinya kebebasanku akan hilang.
__ADS_1
Kebebasaku akan terkekang.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Setelah mengetahui semuanya tentang Anya dan Rara. Nevan maupun Rafa malah semakin sayang dan mencintai mereka. Nevan dan Rafa merasa kalau dua gadis itu adalah gadis yang luar biasa dan berbeda dari orang yang lain.
Pagi ini dua mobil mewah telah terpakir di depan gang. Dua pria tampan itu segera menelpon para gadisnya agar segera datang menemui mereka.
Anya dan Rara telah siap dengan pakaian kerjanya. Sebelum berangkat mereka berpamitan pada Bunda dan adik adik yang lain.
Rara dan Anya melihat dua pangeran mereka telah berdiri bersandar di mobil mereka masing masing.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"Kenapa harus bawa mobil masing masing si? Kan bisa satu mobil aja" kata Anya
"Karna aku mau waktu kita tidak terganggu Sayang. Aku mau kita berdua aja" kata Rafa mengelus kepala Anya
"Ya udah ayo masuk sayang" Nevan membukakan pintu mobil untuk kekasihnya
Rara tersenyum dan langsung masuk ke dalam mobil Nevan "Terimakasih"
Nevan tersenyum dan langsung menutup pintu mobil. Ikut masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya.
"Masuk Yank" Rafa membukakan pintu mobil untuk Anya
"Makasih" Anya pun masuk ke dalam mobil Rafa.
Mobil Rafa dan Nevan berlaju beriringan. Di dalam mobil Rafa terus saja menggengam tangan Anya sambil menyetir. Di mobil Nevan pun melakukan hal yang sama.
Kedua pria ini memang kalau sudah jatuh cinta pada seseorang maka jangan di ragukan lagi rasa cinta dan sayang nya.
Bersambung
__ADS_1
Maaf kalau up nya sedikit. Authornya sedang tidak sehat. Jadi mohon di maklum ya. Terimakasih 🤗🤗