Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Part 36


__ADS_3

Ditya melajukan mobilnya menuju rumah. Dia benar benar kalut dan di selimuti rasa gelisah. Sesampainya di rumah Ditya langsung beralri masuk sambil berteriak memanggil istrinya.


"Tia... Sayang"


Bi Esih dan Pak Dadang yang sedang berada di belakang langsung berlari ke dalam rumah saat mendengar teriakan Tuan nya.


"Ada apa Tuan?" tanya Bo Esih sopan


Ditya menoleh ke arah mereka "Bi, Tia dimana?"


Bi Esih dan Pak Dadang saling menatap "Nona Tiara belum pulang Tuan, tadi Dia menyruh saya pulang dulu dan nanti akan menelpon kalau acaranya sudah selesai" kata Pak Dadang


Ditya mengusap wahah kasar, tanpa bicara lagi Dia langsung berlari ke luar rumah dan masuk ke dalam mobil. Ditya melajukan mobilnya memecah keheningan di malam hari.


Beberapa kali Ditya menghubungi istrinya, tapi tidak pernah di angkat oleh Tiara. Pesan nya pun hanya di baca tanpa ada balasan apapun.


"Sayang kamu dimana? Angkat telpon nya " Ditya benar benar frustasi, Dia tidak pernah menyangka kalau istrinya akan hadir di pesta pertunangan nya itu.


Kenapa Tia bisa ada di sana tadi.


Pertanyaan itu belum mendapat jawaban apapun. Saat ini yang Ditya fikirkan adalah kemana perginya Tiara. Dia tidak terlalu banyak mengenal teman teman Tiara.


"Kemana kamu pergi sayang"


Beberapa kali Ditya memukul setir, Dia terus melirik ke kanan ke kiri jalanan. Berharap sosok yang di carinya ada disana. Sampai suara dering ponsel mengagetkan nya. Dengan gerakan cepat Ditya langsung mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelpon.


"Hallo Tia"


"Tia? Siapa Tia? Kamu pergi begitu saja setelah apa yang kamu lakukan Ditya. Pulang ke rumah Opa sekarang. Jelaskan semuanya, jangan membuat Opa semakin marah Ditya"


Ditya diam dan melihat ponselnya yang tertera nama Opa nya disana. Dia kembali menempelkan ponselnya di telinga.


"Cepat pulang, lihat keadaan Mami mu saat ini. Apa kau tidak peduli Hah? Cepat pulang"

__ADS_1


Mendengar nama Ibunya di sebutkan Ditya langsung mengiyakan permintaan kakenya.


"Oke Ditya pulang sekarang"


Mungkin memang Ditya harus menjelaskan semuanya dulu pada anggota keluarganya. Dia harus meluruskan semuanya, sebelum membawa Tiara ke keluarganya. Dia harus mendapatkan dulu restu dari keluarganya.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Ditya masuk ke dalam rumah Opa Fernan. Tempat dimana Dia besar dengan didikan sang Opa yang sangat keras. Di dalam ruang tamu sudah ada anggota keluarga Husen dan keluarga Marquez. Alvin pun sudah duduk disana bersama Celin.


"Assalamualaikum " Ditya berjalan menghampri mereka dan duduk di dekat ibunya.


"Waalaikumsalam " jawab mereka


Faiha mengelus punggung Ditya, mencoba memberi kekuatan untuk putranya itu.


"Jelaskan" kata Opa Fernan tegas dan terdengar sangat dingin


Ditya diam menunduk, tidak berani menatap siapapun yang ada disana. Dia tahu apa yang telah Dia lakukan adalah salah. Tapi mau bagaimana lagi, semuanya sudah terjadi dan sekarang Ditya hanya tinggal menjelaskan dan meminta maaf pada semuanya.


"Kenapa kau membatalkan pertunangan dengan Celin, dan menggantikan nya dengan Alvin?" kata Fernan lagi


Ditya mendongak, menatap pada Celin dan Alvin. Mereka mengangguk, seolah menyuruh Ditya untuk jujur.


"Karna aku dan Linn tidak saling mencintai Opa" kata Ditya


Opa Fernan dan Gio menatao Ditya, menunggu kata selanjutnya yang akan Dia ucapkan.


"Ditya mencintai wanita lain, dan Celin pun mengetahuinya. Dia menerima semua keputusan Ditya. Kami sudah sepakat untuk tidak melanjutkan perjodohan ini" jelas Ditya


Opa Fernan dan Opa Gio beralih menatap pada Celin. Meminta penjelasan dari Celin lewat sorot matanya.


"Maaf Opa, tapi ini mungkin memang yang terbaik untuk kita. Cinta tidak bisa di paksakan, jujur saja Celin dulu sangat mencintai Ditya. Bahkan aku sampai merasa hancur saat Ditya bilang kalau Dia tidak mencintaiku. Tapi..." Celin menoleh ke arah Alvin dan tersenyum

__ADS_1


"Setelah Celin bertemu dengen Al, kita sering jalan bareng. Bercerita banyak hal, nama Ditya di hati Celin mulai berganti menjadi nama Alvin. Dan aku kini mengerti kalau perasaanku pada Ditya bukanlah perasaan cinta, namun hanya perasaan nyaman karna kita selalu bersama sedari kecil" jelas Celin


Fernan dan Gio menghela nafas, mereka sadar sekarang apa yang telah mereka lakukan. Secara tidak langsung mereka merubah takdir Tuhan untuk para cucunya.


"Baiklah Dit, sekarang kamu harus kasih tahu siapa wanita yang kau cintai ?" Seno yang sedari tadi hanya diam kini mengeluarkan suaranya.


"Pi maafin Ditya, sebenarnya aku sudah menikah dengan wanita yang aku cintai" jelas Ditya


Semua yang ada disana terbelalak kaget keculi Faiha yang memang sudah tahu.


"Apa maksudmu Dit?" nada siara Seno sudah meninggi


"Sabar Mas" Faiha mengelus lengan suaminya, agar tidak terbawa esmosi.


"Maafin Ditya Pi, aku juga bingung kenapa aku bisa mengambil keputusan ini. Tapi yang jelas saat itu aku sangat takut kehilangan Dia. Aku ingin mengikatnya dengan tali pernikahan yang sah" jelas Ditya


Seno menghela nafas "Baiklah, sekarang diama istrimu? Bawa Dia untuk menemui kita"


Ditya menunduk "Maaf Pi, istri Ditya pergi saat Dia tadi melihat aku yang akan bertunangan dengan Celin. Aku juga gak tahu kenapa Dia ada di sana"


"Apa Dia anak dari rekan bisnis kita?" tanya Seno, Ditya menggeleng


"Tapi kenapa Dia bisa ada disana?" tanya Seno bingung


"Sudahlah, sekarang semuanya sudah jelaskan. Aku sudah tidak mau memaksa kan putriku untuk menikah dengan orang yang tidak dicintainya. Begitupun denganmu Sen, biarkan mereka menentukan pilihan mereka masing masing" kata Devan ikut berbicara


"Iya, sekarang biarkanlah mereka istirahat dan menenangkan fikiran mereka" kata Revina yang di angguki Faiha


"Sudah sekarang kalian istirahat, dan untuk kamu Ditya kau masih ada yang harus di jelaskan sama Opa " Fernan berdiri dan pergi ke kamarnya


Siapa sebenarnya yang menjadi istri Ditya. Celin


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2