
Waktu berlalu begitu cepat, pernikahan Rara dan Nevan sudah dua bulan berlalu.
Pagi ini Rara merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya. Kepala nya terasa berat dan sangat pusing. Rara sampai tidak bangun untuk shalat subuh karna kepalanya yang sangat pusing.
Tentu saja hal itu membuat Nevan sangat cemas dan khawatir.
"Sayang kita ke rumah sakit ya" Nevan mengelus pipi Rara yang terlihat pucat. Nevan merasakan suhu tubuh istrinya yang sangat panas.
"Hmm" suara Rara terdengar serak. Tenggorokan nya pun terasa sakit.
"Sayang kita ke rumah sakit sekarang. Kau demam" kata Nevan panik yang langsung menggendong tubuh istrinya
"Sa..Sayang, ambilkan hijabku dulu" kata Rara dengan suara seraknya.
Nevan lupa jika istrinya sekarang sudah berhijab. Dia meraih hijabnya dan memberikan pada Rara. Dengan cepat Rara memakai hijabnya.
Dengan kepanikan juga kecemasan nya Nevan membawa istrinya ke rumah sakit. Bahkan Dia tidak menjawab pertanyaan orang tuanya saat tadi melewati meja makan dimana kedua orang tuanya sedang sarapan bersama.
Nevan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sesekali Dia melirik ke arah istrinya yang terlihat sangat pucat dan memejamkan matanya. Membuat Nevan semakin panik.
"Sayang, sayang bangun hey" kata Nevan saat melihat Rara tidak merespon sama sekali
Ku mohon jangan tinggalkan aku sayang.
Sampai di rumah sakit, Nevan langsung menggendong istrinya dan membawanya ke dalam rumah sakit untuk segera di periksa. Benar saja dugaan Nevan Rara memang pingsan saat di mobil tadi.
Rara segera di periksa oleh dokter. Sementara Nevan menunggu dengan cemas di luar ruang IGD.
Ceklek
Dokter keluar dari ruangan Rara. Nevan langsung berdiri dan menanyakan keadaan istrinya.
"Selamat Tuan, istri anda sedang hamil 7 minggu"
Nevan terbelalak kaget, lalu tersenyum dengan penuh haru dan bahagia.
"Istri anda mengalami anemia ringan dan juga karna kelelahan membuatnya menjadi demam tinggi. Mungkin untuk beberapa saat pasien harus di rawat" jelas Dokter
"Baik Dok, terimakasih" kata Nevan tersenyum ramah
Setelah Dokter pergi, Nevan langsung masuk ke dalam ruang rawat istrinya. Melihat Rara yanh sudah membuka matanya tapi masih terbaring lemah.
__ADS_1
Cup Cup Cup Cup
Nevan mencium seluruh bagian wajah istrinya. Tak terasa setetes air mata jatuh mengenai kening Rara membuat wanita itu bingung.
"Sayang kenapa menangis?" tanya Rara
Nevan segera menghapus air matanya dan tersenyum ke arah Rara "Terimakasih karna sudah mau mengandung anak ku Sayang"
Rara tersenyum "Aku juga bahagia bisa mengandung anak kita sayang"
"Jangan kelelahan, jangan sakit lagi seperti kemarin. Aku bisa gila melihat kau seperti tadi" kata Nevan mengelus pipi istrinya
Rara mengangguk "Iya. Maaf karna sudah membuatmu khawatir"
"Mulai sekarang kau harus lebih memperhatikan kondisimu. Ingat sekarang ada baby yang harus kau jaga di dalam sini" Nevan mengelus perut istrinya yang masih rata
Rara mengangguk.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Berbeda dengan Rara yang baru tahu bahwa dirinya sedang hamil. Anya dan Rafa baru saja keluar dari ruangan dokter kandungan.
"Ingat pesan dokter, jangan terlalu lelah" kata Rafa terus saja mengingatkan istrinya itu
"Iya sayang, aku ingat" jawab Anya jengah dengan sifat protektif suaminya itu.
"Sekarang kita langsung pulang" Rafa menggandeng tangan istri tercintanya
"Sayang, kan janji mau jalan jalan dulu" kata Anya merajuk
"Kamu tidak boleh kelelahan Sayang" kata Rafa dengan suara selembut mungkin
Anya memberengut kesal "Ayolah Sayang. Hanya sebentar saja, aku ingin jalan jalan ke taman dan makan ice cream disana"
Jika sudah begini Rafa tidak bisa menolaknya lagi. Apalagi Dia tahu kalau ibu hamil keinginan nya harus di turuti.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Kehamilan Vera yang sudah memasuki bulan ke lima membuat Ardi semakin protektif pada istrinya itu.
"Aku pergi dulu ke kantor, jangan terlalu lelah. Diam saja di kamar, jangan pergi keluar rumah tanpaku. Mengerti!!" kata Ardi
__ADS_1
Vera menghela nafas, sudah terbiasa dengan peringatan itu setiap Ardi akan berangkat ke kantor. Akhirnya Vera hanya mengangguk saja dari pada harus berdebat yang tidak akan ada ujung nya.
"Sudah sana cepat berangkat, nanti bisa terlambat ke kantornya Sayang" kata Vera ingin cepat cepat suaminya berangkat ke kantor karna sudah mulai jengah dengan sikap posesif suaminya.
"Wah berani kau mengusirku? Kau benar benar ya" kata Ardi kesal
Mulai lagi deh. Disini aku yang hamil tapi kenapa malah Dia yang sensitif begitu si.
"Tidak Sayang, aku kan cuma mengingatkanmu takutnya kau jadi terlambat ke kantor" kata Vera tersenyum manis
Ardi akan luluh saat melihat senyuman itu, senyuman yang terlihat begitu manis. Ardi mencium kening dan mengecup bibir istrinya sebelum berangkat.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Kehidupan keluarga kecil Angga dan Nessa yang tinggal di blok B juga terlihat begitu bahagia.
Kehadiran anak kedua mereka yang berjenis kelamin laki laki membuat kebahagiaan mereka semakin bertambah.
"Sayang pulang nya bawa martabak keju ya" kata Nessa sambil menggendong anak keduanya
Angga mengangguk dan tersenyum. Memang sejak melahirkan nafsu makan Nessa menjadi bertambah. Mungkin karna sedang menyusui, lihatlah tubuhnya semakin berisi sekarang. Dan Angga sangat menyukai itu.
"Iya Sayang. Cup"
Angga mencium kening istrinya lalu beralih mencium pipi anaknya dan juga Qisti anak keduanya yang sednag berdiri di samping Ibunya.
"Aku berangkat dulu. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Bersambung
Izin promo ya, boleh baca novel terbaruku. Judulnya Love Me Again (Cintai aku lagi).
Kisahnya cukup rumit dan mengharukan. Boleh langsung baca sambil nunggu up episode terbaru dari KIBS.
__ADS_1