Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 72}


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, hubungan Nevan dan Rara sudah berjalan selama 5 bulan. Keduanya terlihat semakin mesra dan penuh cinta.


Setiap makan siang mereka selalu menghabiskan waktu bersama. Seperti siang ini Rara sudah berada di ruangan Nevan. Namun Nevan belum selesai rapat, jadi Rara menunggunya di ruangan Nevan.


Rara membuka laci meje kerja Nevan. Matanya menatap nanar pada kotak cincin dan foto yang pernah Dia lihat. Mungkin Nevan lupa untuk membuangnya.


Ternyata masih disimpan.


Rara mengambil kotak cincin itu dan membukanya. Masih sama, sepasang cincin dengan ukiran nama Aulia dan Nevan.


Rara hanya manusias biasa. Dia berhak merasa kecewa saat tahu kalau kekasihnya masih menyimpan kenangan dengan masa lalunya.


Ceklek


Nevan masuk ke dalam ruangannya. Diam mematung saat Rara sedang memegang benda yang mungkin Dia saja lupa jika masih menyimpan benda itu.


"Sayang" Nevan berjalan menghampiri Rara dan segera merebut benda itu dari tangan kekasihnya.


Rara terperanjat kaget dengan apa yang di lakukan Nevan "Siniin ihh"


"Gak, kamu ngapain pake buka laci meja kerja aku coba?" tanya Nevan menyembunyikan kotak cincin itu di belakang tubuhnya


"Kenapa? Apa kau takut kalau aku mengetahui kalau ternyata kekasihku masih menyimpan benda kenangan di masa lalunya" kata Rara sinis


Nevan tersenyum "Ohh. Jadi kau cemburu?"


Lihatlah malah tersenyum seperti itu. Dasar gak peka.


"Enggak. Siapa juga yang cemburu" Rara berjalan ke arah sofa dan duduk disana


Nevan tersenyum penuh arti "Baiklah kalau kau tidak cemburu. Berarti aku bisa kembali pada Aul dong"

__ADS_1


Rara hanya diam, membuka kotak makannya. Membaca doa dan memakan makan siangnya tanpa menghiraukan Nevan atau mengajaknya makan.


Nevan yang diacuhkan oleh Rara merasa kesal sendiri. Dia berjalan ke arah kekasihnya dan duduk di sampingnya. Rara masih tidak memperdulikannya, Dia masih fokus pada makanan nya.


"Dosa loh diemin pacar kaya gini" kata Nevan. Rara masih diam


"Gak mau menyiapkan makanan untuk calon suaminya nih?" masih berusaha menarik perhatian Rara


Rara mengambil kotak makan dari dalam paper bag dan menyimpannya di meja depan Nevan.


"Aku udah selesai, makan aja sendiri" kata Rara menutup kotak makannya dan memasukan nya ke dalam paper bag


Rara berdiri dan berjalan ke arah pintu keluar dengan membawa paper bag itu. Nevan yang melihatnya langsung mengejar langkah Rara.


"Mau kemana?" Nevan kembali menutup pintu ruangan saat sudah setengah terbuka oleh Rara


"Awass ihh. Aku mau ke luar" kata Rara kesal


"Siapa yang diemin si? Salah siapa coba? Kalau emang masih mau balikan sama masa lalu kamu. Silahkan" kata Rara kesal


"Diam!!" bentak Nevan


"Kau fikir aku serius mengatakan itu? Kau benar benar bodoh, apa kau tidak menyadari rasa cintaku padamu selama ini Hah?" kata Nevan kesal


Rara diam, memang benar selama ini Nevan selalu memperlihatkan perasaan nya pada Rara. Tapi Rara merasa kesal saat Nevan berkata akan belikan lagi pada Aulia.


"Ya udah awass ihh. Aku mau keluar" kata Rara memalingkan wajahnya


"Kenapa sangat sulit untuk kau jujur saja padaku kalau kau sedang cemburu. Iya kan?" kata Nevan menahan senyumnya


Cih. Kalau iya aku cemburu mau apa coba?

__ADS_1


"Iya. Aku cemburu. Puas??" kata Rara kesal


Nevan tersenyum lebar dan.... Cup... Nevan mencium kening Rara dengan sangat lembut. Dia hanya ingin mendengar kalau gadisnya memang mempunyai perasaan yang sama padanya. Rara memang sangat sulit untuk menunjukan perasaan nya.


"Udah gak usah cemberut kaya gitu. Aku lupa kalau aku masih menyimpan ini. Sekarang juga akan aku buang" kata Nevan mengelus kepala Rara


"Ehh. Jangan di buang ihh. Kan sayang, kenapa gak di jual aja. Itukan cincinnya pasti mahal" kata Rara polos


"Hahahaha. Sayang aku masih bisa membeli banyak cincin seperti ini. Nanti aku akan belikan yang lebih bagus dari ini untuk melamarmu" kata Nevan tertawa lucu


Orang kaya mah bebas ya.


"Ya udah kalau gitu cepet makan sana. Aku mau ke tempat kerjaku duluan ya, jam makan siang udah hampir habis" kata Rara


"Temenin aku makan dulu sayang" kata Nevan manja


Ck. mulai lagi manjanya.


"Aku harus ke bawah Van" kata Rara


"Sayang... Panggil aku sayang, kenapa susah banget si? Kita pacaran udah lama" kata Nevan kesal


Selalu saja jadi masalah.


"Iya Sayang. Kamu makan aja ya, aku harus segera kembali ke tempat kerjaku" kata Rara


"Gak bisa, kau harus menemaniku makan siang dulu. Lagian kalau sampai kau terlambat, siapa juga yang bakal marah padamu. Mereka semua tahu kalau kau adalah calon istriku" kata Nevan


Ck. Itulah yang membuat aku gak nyaman. Semua karyawan bersikap baik di depanku karna ada kamu di belakangku. Tapi kalau di belakang ku mereka akan membicarakan ku yang tidak tidak.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2