Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku
Season 2 {Part 54}


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini Rara selalu membawakan makan siang untuk Nevan. Keduanya pun terlihat semakin akrab.


Meski masih ada jarak di antara keduanya. Nevan sudah mulai bisa di ajak mengobrol selayaknya dengan seorang teman.


Tidak sekaku dulu lagi, memang pada dasarnya Nevan adalah orang yang supel dan ramah.


Hanya saja semuanya berubah setelah Dia di kecewakan di masa lalu.


"Kau memang selalu membawa bekal ya kalau ke kantor?" tanya Nevan


Rara tersenyum "Bunda selalu membuatkan ku dan saudaraku bekal"


Nevan mengangguk mengerti "Memang siapa nama saudara kau itu?"


Rara menoleh dan tersenyum "Anya, Dia juga bekerja di sini. Kita bekerja di bagian yang sama"


Anya? Seperti pernah mendengar nama itu.


"Kau pernah bilang kalau kau mempunya adik. Memang ada berapa adikmu itu?" tanya Nevan yang entah kenapa merasa penasaran dengan kehidupan Rara.


"Adik adiku banyak Kak, kami memang memiliki banyak saudara" kata Rara tersenyum ceria


"Wahh. Pasti asyik ya kalau banyak saudara seperti itu" kata Nevan


Rara mengangguk dan tersenyum "Tentu saja. Kami selalu bercanda dan bercerita banyak hal kalau hari libur"


"Apa aku boleh ke rumahmu kapan kapan? Aku ingin melihat sebanyak apa saudara saudaramu itu. Pasti sangat menyenangkan" kata Nevan


"Ekhem.


Bukannya gak boleh ya Pak, tapi Bunda melarang kami untuk membawa teman kami ke rumah. Siapa pun itu" jelas Rara


"Wahh sepertinya Bundamu sangat posesif ya" kata Nevan


Rara mengangguk "Ya begitulah"

__ADS_1


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Hari weekend ini seperti janjinya Anya sudah berangkat menggunakan angkutan umum untuk menemui Rafa. Mereka memang janjian untuk bertemu di taman kota.


Bertemu dengan Rafa hari ini membuat Anya sangat bahagia. Kali ini Anya bukan lagi wanita yang membantu Rafa untuk keluar dari belenggu masa lalu.


Tapi kali ini Anya sudah resmi menjadi kekasih hatinya. Anya sudah mendengar langsung ungkapan cinta dari Rafa.


"Kiri Mang" kata Anya


Anya membayar ongkos lalu turun dari angkutan umum. Menatap ke sekililing mencari sosok yang di carinya.


Anya tersenyum saat melihat seorang pria tampan dengan kacamata hitam yang di pakainya. Bersandar di mobil miliknya. Anya segera menghampiri Rafa.


"Maaf menunggu lama" kata Anya setelah berada di dekat Rafa


Rafa menoleh dan tersenyum "Tidak papa. Lagian kenapa kau tidak mau aku jemput ke rumahmu"


Apa barusan Dia tersenyum padaku. Ahhh tampan nya.


"Ya sudah ayo masuk" Rafa membukakan pintu mobil untuknya.


"Terimakasih" Anya tersenyum lalu masuk ke dalam mobil Rafa.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Di dalam mobil keduanya masih saling diam dengan sesekali saling mencuri pandang.


"Ekhem.


Sebenarnya kita mau kemana Kak?" tanya Anya


Rafa mendelik kesal pada Anya. Entah kenapa sekarang Dia merasa tidak suka saat Anya memanggilnya dengan panggilan 'Kak'.


"Kenapa?" tanya Anya. Merasa bingung saat melihat tatapan mata tidak suka dari Rafa.


"Mulai sekarang jangan memanggilku Kak lagi. Mengerti!!" kata Rafa tegas

__ADS_1


Hah? Maksudnya apa sih? Terus gue harus manggil Dia apa coba?


"Terus aku harus manggil apa dong? Bapak lagi kaya dulu?" tanya Anya polos


"Ck. Bukan juga sayang. Kau harus memanggilku sayang" kata Rafa kesal


Hah? Nih orang bucin banget ya.


"Ta..tap...."


"Gak ada penolakan dan bantahan apapun. Mulai saat inu kau harus memanggilku sayang. Kecuali kalau sedang berada di dalam kantor" jelas Rafa memotong ucapan Anya


Gila... Dia benar benar bucin.


"Baiklah" jawab Anya pasrah


Rafa tersenyum mendengarnya. Dia sudah merasakan hal yang membuatnya bahagia lagi seperti dulu. Hatinya kembali menghangat, tidak dingin lagi. Anya telah merubahnya.


Kini Rafa benar benar mencintai Anya dan tidak akan melepaskan nya apapun yang terjadi nantinya.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Menjelang pernikahan nya yang tinggal beberapa bulan lagi. Ardi dan Vera semakin di buat sibuk dengan semua persiapan perniakahan mereka.


Apalagi dengan Ardi yang masih melanjutkan kuliahnya. Membuat Dia harus pandai membagi waktunya. Malam hari Ardi selalu melakukan video call dengan calon istrinya.


"Sayang kau tidak lelah apa? Ini sudah hampir tengah malam. Kenapa masih menelponku? Kau kan baru saja pulang dari kantor" kata Vera


Ardi tersenyum "Aku tidak lelah Sayang. Aku akan semakin lelah jika sehari saja tidak melihat wajahmu"


Vera tersenyum malu "Kau semakin hari semakin pintar menggombal ya. Apa jangan janga kau juga sering menggombali para wanita di kampus?"


"Hahaha. Mana mungkin begitu Yank. Kau tahukan bagaimanan aju jika di luar. Aku seperti ini hanya denganmu saja" kata Ardi


Vera mengangguk, memang benar kalau di luaran sana Ardi selalu bersikap dingin dan cuek. Berbeda saat Dia sedang bersama Vera. Sikapnya akan berubah seratus persen.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2