
"Kau sudah memberi tahu Bunda kalau minggu depan keluargaku dan Nevan akan datang untuk melamar kalian" kata Rafa
Sama seperti Rara, Anya juga terjebak di ruangan kekasihnya ini. Padahal jam makan siang sudah habis, tapi beginilah kalau punya pacar satu kantor. Tidak mau menyia nyiakan kesempatan untuk bersama.
"Sudah, dan Bunda menyetujuinya. Kata Bunda tidak baik kalau terus berhubungan tanpa ada setatus yang jelas. Meskipun kita pacaran" jelas Anya
Rafa mengangguk mengerti "Iya. Lagian aku juga udah gak sabar buat halalin kamu"
Anya tersenyum "Semoga keluargamu menyetujuinya ya"
Selama ini Anya maupun Rara masih merasa ragu. Meskipun keluarga Nevan dan Rafa terlihat begitu baik, tapi tetap saja mereka belum tahu kalau Anya dan Rara tinggal di panti asuhan.
"Sayang, sudah berapa kali aku bilang kalau keluargaku ataupun keluarga Nevan pasti menyetujuinya. Mereka bukanlah orang yang memandang orang dari setatusnya" kata Rafa lembut
Anya tersenyum dan mengangguk "Aku tahu"
"Sekarang aku kembali ke tempat kerjaku ya. Ini sudah lewat jam makan siang" Kata Anya
"Baiklah, hati hati jangan dekat dekat dengan temen pria kamu itu " kata Rafa tegas
Ck. Masih aja di bahas.
"Romi maksud kamu?" kata Anya menoleh ke arah Rafa
"Beraninya kau menyebut nama pria lain di depanku" kata Rafa setengah berteriak
Ya ampun.
"Iya sayang maaf, gak akan ulangi lagi" kata Anya lembut
"Ya sudah sana pergi. Aku mencintaimu. Cup" Rafa mencium kening kekasihnya
"Aku juga. Ya udah kalau gitu aku pergi dulu. Assalamualaikum"pamit Anya
"Waalaikumsalam"
__ADS_1
Anya keluar dari ruangan kekasihnya. Bertepatan dengan Rara yang juga baru keluar dari ruangan Nevan.
"Ra, baru bebas juga" kata Anya tersenyum meledek
"Iya. Baru bebas Gue dari Tuan posesif" kata Rara kesal sambil berjalan menghampiri Anya
Melly yang mendengar itu sudah mulai terbiasa. Hampir setiap hari Melly melihat Rara ataupun Anya keluar dari ruangan bosnya lewat dari jam makan siang.
"Bu Melly, kami permisi dulu" kata Anya, sementara Rara hanya tersenyum
"Iya" jawabnya ketus
Rara dan Anya langsung pergi meninggalkan meja kerja Melly. Mereka masuk ke dalam lif khusus karna semenjak mengantri dalam lif karyawan waktu itu. Nevan dan Rafa tidak mengizinkan lagi para kekasihnya menggunakan lif karyawan.
"Ra, gimana dong soal keluarga Rafa sama Nevan yang mau datang ke Bunda" kata Anya
Rara menoleh sekilas lalu kembali melihat kedepan "Ya gak gimana gimana Nya. Kan Bunda juga udah tau, lagian ini adalah hal yang baik. Gak mungkin kan kita menolaknya"
Anya mengangguk "Iya juga si"
Hitta keluar dari kelasnya. Dia baru saja selesai kuliah. Berjalan menyusuri lobi kampus menuju ke parkiran.
Brukkk
"Maaf"
Seorang gadis tidak sengaja menabrak tubuh Hitta. Gadis itu langsung menundukan kepalanya karna takut kalau Hitta akan marah.
"Tidak papa" kata Hitta santai
Gadis itu mendongak, menatap wajah Hitta. Tidak asing! Wajah itu tidak asing baginya.
Bukankah Dia yang menolongku waktu di Cafe.
"Kau tidak papa?" Hitta melambaikan tangannya di depan wajah gadis itu karna terlihat sedang melamun
__ADS_1
Mengerjap, tersadar dari lamunan nya "I..iya Kak, aku tidak papa"
"Hmm. Baiklah, aku Hitta. Siapa namamu?" tanya Hitta mengulurkan tangan nya
"Alea" menjabat tangan Hitta
"Kau kuliah disini juga?" tanya Hitta
Alea mengangguk "Iya. Aku baru semester awal"
"Waah. Berarti kita satu kampus ya" kata Hitta. Alea hanya tersenyum
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu. Senang bertemu denganmu Alea" kata Hitta
Baru kali ini ada yang bilang seneng kenal sama Gue.
"Alea, hei.. Alea" Hitta melambaikan tangannya di depan wajah Alea yang terlihat melamun.
"Eh. I..ya senang bertemu denganmu Hitta" kata Alea terenyum
"Ya udah kalau gitu aky pergi dulu ya Alea" kata Hitta yang di jawab anggukan oleh Alea
"Sampai ketemu lagi. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Semoga kita bisa ketemu lagi Hitta.
Setelah Hitta pergi, Alea melanjutkan langkahnya. Dia harus segera sampai di tempat kerjanya kalau tidak para senior nya pasti akan marah.
Dia baik banget, waktu di Cafe aja Dia mau nolongin Gue. Padahal Gue tau kalau Dia pasti orang kaya. Kelihatan dari gayanya aja.
Alea naik ke dalam angkutan umum menuju tempat kerjanya. Di perjalanan Dia masih terbayang oleh bayang bayang wajah Hitta yang tersenyum ramah padanya.
Bersambung
__ADS_1
Segini dulu ya, maaf kalu cuma dikit. Saya masih kurang sehat, jadi mohon di maklum. Terimakasih 🤗🤗